Sabtu, 25 Mei 2019 | 12:10 WIB

Sekolah Diduga Sunat Dana Bantuan PIP Hingga 40 Persen

foto

 

Sekolah Diduga Sunat Dana Bantuan PIP Hingga 40 Persen.

www.transaktual.com

Tahun 2018 lalu, publik sempat heboh terkait kabar oknum operator yang memotong dana bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) 48 sekolah menengah atas dan sekolah menengah kejuruan (SMA/SMK) di Kabupaten Bandung, bahkan terkuak fakta bahwasanya dana yang dicairkan secara kolektif tersebut merupakan dana PIP tahun 2016.

Masih mencium adanya kejanggalan, menemukan adanya dugaan dana bantuan PIP yang kembali di potong oleh oknum yang tidak bertanggung jawab di beberapa sekolah swasta di Kota Bandung, temuan tersebut merupakan hasil pengembangan Investigator Ekspos Jabar berdasarkan laporan masyarakat.

Kepala Pusat Data dan Analisa Ekspos Jabar, Pierre Radjudin, mengatakan, keterangan orang tua siswa penerima dana PIP menjadi bukti dugaan pemotongan dana PIP benar terjadi. “Memang kami pantau terkait PIP ini sejak 2018, kami sempat lengah tapi Allah berkata lain, orang tua siswa melaporkan, maka kami kembangkan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Pierre mengatakan, siswa yang berhak menerima dana PIP di salah satu sekolah swasta di Kota Bandung berjumlah lebih dari 100 siswa, mulai dari kelas 1 sampai kelas 3 dengan besaran dana PIP yang berbeda. “Bantuan yang diterima berbeda-beda, Kelas 1 Rp500 ribu, kelas 2 Rp750 ribu dan kelas 3 Rp1 juta,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil temuan bahwa, salah seorang siswa kelas 3 di salah satu sekolah swasta di Kota Bandung hanya menerima 60 persen dari jumlah seharusnya. “Keterangan yang kami dapati, siswa hanya dapat 60 persen dari total dana PIP, ada indikasi 40 persen sisanya dipotong untuk oknum yang katanya mengamankan sekolah swasta tersebut,” ungkapnya.

Siswa yang dimintai keterangan mengaku kecewa, terlebih pemotongan tersebut, menurut Pierre, dapat dikaitkan dengan transparansi dan ketidakjelasan terkait pemotongan dana PIP. “Kesaksian orang tua dan siswa memberi kesan pihak sekolah tertutup, bahkan ada dugaan pengancaman kepada siswa untuk merahasiakan,” imbuhnya.

Terkait hasil temuan dugaan pemotongan dana PIP tersebut Pusat data dan Analisa Ekspos Jabar dalam waktu dekat akan segera berkordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat (Disdik Jabar) dan Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Barat (DPRD Jabar).

(ekspose jabar/transact)