Minggu, 12 Juli 2020 | 06:32 WIB

Ricuh..Ketua Dpk Kamtibmas Indonesia Kota Sibolga Sambas, Transaktual online Dengan KPLP Sibolga

foto

 

Silang Pendapat antara Ketua Dpk Kamtibmas Indonesia Kota Sibolga Sambas Dan Transaktual.Com Dengan KPLP Pelabuhan Kota Sibolga .

SIBOLGA,TRANSAKTUAL. COM.

Awalnya terjadi keributan, ketika salah satu anggota penanganan Gugus Covid-19 Pelabuhan kota Sibolga mengambil Hp penumpang atas nama ANDIKA WARUWU Karena mereka  menduga  RISMAN LASE menyuruh Andika Waruwu mevideokan kenerja KPLP  Koko Siahaan, Beserta petugas penangan COVID-19

Setelah itu KPLP.Koko Siahaan menyuruh Andika memanggil RISMAN LASE DI Dalam kantin pelabuhan ASP Kota sibolga, “Abang di panggil di luar” ! Siapa yang memanggil ? Gk tau bang, yang pakai topi itu ! ujarnya lagi.

Ketua DPK Kamtibmas Indonesia Kota Sibolga keluar Dan Wartawan transaktual online   Mengikuti menuju Ketempat lokasi KPLP.. Selanjutnya Risman Lase Bertanya pada orang yang memanggil tersebut, “ada apa bangnda, Abang memanggil aku?” Ujar Risman.

“Kalian jangan menjadi mata-mata (?) di sini, dengan memain-mainkan kamera segala!” Ujar Koko Siahaan.

“Siapa yang memata-matain kinerja Abang?, sedangkan kerja kami di dalam hanya minum kopi bersama Asarudi Waruwu dan beserta kawan2 yang lain di dalam".

Setelah itu KPLP. Koko Siahaan berdiri dan mengumumkan, dengan menyampaikan, bagi yang bukan penumpang Tolong keluar Ujarnya.

Setelah itu Oknum TNI AL dan beserta Petugas Penanganan Covid19 datang kedalam kantin pelabuhan ASP Sibolga baru, agar Risman Lase sebagai Ketua DPK KAMTIBMAS INDONESIA KOTA SIBOLGA SAMBAS dan juga Wartawan transaktual online juga dipersilahkan untuk keluar.

Sebelum Risman lase keluar dari ruangan kantin Pelabuhan ASP Sibolga baru, terjadi perdebatan dan bertanya, “Ada apa bapak mengusir kami, apakah ada sesuatu yang salah kami minum kopi di kantin ini?, juga nggak ada kami ganggu bapak bapak, tapi kenapa menyuruh kami keluar? Ujar Risman Lase.

Salah seorang anggota Penanganan Gugus Covid19 menjawab, bahwa yang bisa masuk di dalam, orang yang bisa masuk hanya penumpang, jadi tolong bapak dipersilahkan keluar, ujarnya

“Kenapa hanya kami yang di suruh keluar,banyak yang bukan penumpang di dalam ini kenapa mereka  tidak di usir?, Kami bukan seperti binatang pak yang bisa di usir, sebab  sedang minum, kami bukan seperti binatang pak yang masuk tanpa permisi, kami bisa masuk kedalam ini sudah minta izin dan permisi kepada penjaga pintu, kami datang disini bukan mengganggu kinerja Bapak semua".

Di saat timbul perdebatan, Wartawan transaktual online memvideokan perdebatan itu, ada juga beberapa anggota petugas pelabuhan diduga melarang wartawan merekam dan membuat video rekaman tersebut, mungkin terjatuh atau terpukul sehingga kaca layar HP wartawan rentak diduga karena ada oknum anggota petugas pelabuhan baru Kota sibolga merebut HP wartawan supaya tidak bisa melakukan aktivitas nya.

Sesuai dengan pasal 18 UU Pokok PERS Menyatakan, bahwa setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan pasal 4 ayat (2) & ayat (3) di pidana dengan pidana penjara paling lama 2 thn atau denda paling banyak Rp.500 juta.

Setelah terjadi perdebatan, tidak lama kemudian beberapa oknum TNI AL, TNI AD, dan dari POLSEK SIBOLGA  SAMBAS, & POLSEK SIBOLGA SELATAN beserta Kapolsek, Turun kelapangan pelabuhan kota Sibolga baru, datang untuk untuk mengamankan dan meredam permasalahan agar tidak terjadi keributan berkepanjangan.

Kapolsek sambas dan beserta rekan-rekan, memberi penjelasan dengan jelas dan cara penyampaian yang cukup bijaksana serta dimengerti  kepada Risman lase dan Asarudi Waruwu, penjelasan yang disampaikan oleh Kapolsek pantas untuk diikuti, dan cukup berarti dan difahami dengan baik bagi Risman Lase dan kawan kawan, sehingga silang pendapat tidak berkepanjangan, dan suasana kembali kondusif.

Sementara itu menurut keterangan Andika Waruwu di saat Hp nya sudah di pulangkan petugas, tidak ada kamera dan rekaman pelabuhan di dalam HP nya, tidak terbukti yang di curigai oleh petugas, karena memang tidak ada yang merekam suara maupun rekam video karena memang tidak ada yang menyuruh untuk direkam, sambung Andika.

 

A.W. (TRANSAKTUAL.COM)