Senin, 25 Mei 2020 | 20:47 WIB

Masyarakat Lubuk Ampolu Heboh, Pembagian Pakrt Sembako COVID-19 Diduga Tidak Transparan

foto

 

Masyarakat Lubuk Ampolu Heboh, Pembagian Pakrt Sembako COVID-19 Diduga Tidak Transparan.

TAPTENG, www.transaktual.com

Ketika tim INVESTIGASI JPKP bersama Wartawan Media Transaktual.com hendak memantau dan meminta data pembagian paket sembako bantuan Penanganan Covid-19 Sekdes Langsung di stop dan pintu di tutup.Rabu, 06/05/2020

Adasalasatu aparat desa Lubuk Ampolu mengatakan disaat Media Transaktual meminta data, Data2 warga yang menerima sembako Bantuan Penanganan Covid-19 sudah kami lengketkan di setiap dinding warung kopi,kalau mau bapak melihat datang saja di warung sana,kenapa bapak meminta data yang ada sama aku.ujarnya

disaat Media Transaktual Bapak Asarudi Waruwu bersama Ketua INVESTIGASI JPKP Bapak Agustinus Jebua Istirahat di salasatu warung kopi sambil menggali informasi kepada masyarakat Lubuk Ampolu, ternyata Banyak masyarakat Yang layak menerima bantuan baik dari dana desa  lainnya maupun di bantuan Penanganan Covid-19 ternyata mereka tidak kedapatan semua Sehingga Terjadi keributan.

Ada beberapa Masyarakat Lubuk Ampolu yang tidak pernah menerima Bantuan, dan termasuk Lansia,  Mereka menyampaikan pengaduan kepada Ketua INVESTIGASI Bersama Media TRANSAKTUAL bahwa mulai dari dulu mereka tidak pernah menerima bantuan sama sekali termasuk bantuan Covid-19 ini,

Menurut keterangan Lansia atasnama Sidina Waruwu umur 53 thn, Fati aro Gea Umur 71 thn Anak 9 orang, umur anaknya yang paling tua ± 30 tahun, bapak fatiaro gea sudah 2 thn menjadi duda, dan Fao Ziduhu Zebua umur 63 Thn beliau masih memiliki ibu,umur orang tua beliau sudah ± 90 thn mereka ini menerima bantuan hanya semasa kades lama itupun yang mereka terima hanya bantuan Balsem, di saat kades baru mereka tidak pernah menerima bantuan sama sekali, dari bantuan yang lain maupun bantuan Penanganan Covid-19 ini.ujarnya

Sidina Waruwu mengatakan mereka Yang mengikuti Olahraga lansia didesa Lubuk Ampolu kec.badiri Kab.tapteng mereka sebanyak ±30 orang.yang memimpin / ketua mereka yaitu bidan desa yang bernama Safrina Br tumeang.ujarnya

masyarakat Lubuk Ampolu meneruskan  penyampaian pengaduan mereka lagi, Yarman Laoli,Fao Ziduhu Zebua dan beberapa kawan lainnya yang mengatakan jangankan bantuan lainnya kami  terima selama ini sedangakan pembagian masker aja di kampung ini di tiadakan, tapi desa luar sana pun semuanya ada,kenapa di desa kami ini tidak ada seperti itu?

Selama ini hati kami sangat sedih dan sangat Cemburu sosial karena orang yang berkeadaan, kebunnya ada,dan Sepeda motornya ada menerima bantuan dari pada kami.kenapa kami tidak? padahal kami disini sangat butuh bantuan dan butuh perhatian dari pemerintah karena kenerja kami di kampung ini hanya Penderes dan penambangan batu sungai, itulah pencarian kami dan bukan hanya kami aja yang butuh, seperti Lansia,anak yatim-piatu,dan janda sangat butuh bantuan dari desa. banyak yang butuh disini karena mereka tidak mampu bekerja lagi. Ujarnya.

Kami sangat mengucapkan terimakasih kepada saudara Dari Wartawan Media TRANSAKTUAL dan Kepada Ketua INVESTIGASI JPKP TAPTENG Bapak Agustinus Jebua  mengucapkan. Tiada kata lain yg terucap selain Mengucapkan Trimakasih banyak atas ketulusan bapak untuk berkunjung Di Desa Kami semoga Allah yang maha pengasih memberikan panjang umur dan menjadi berkah pada kita semua. ujarnya.

Bapak Ka'ema Telaumbanua sebagai  kepala desa Ampolu,Kec.Badiri,Kab.Tapteng mengatakan untuk bantuan lansia,apabila lansia sudah tidak bisa jalan lagi itu tidak layak menerima bantuan lagi. untuk bantuan penanganan Covid-19 ini hanya untuk orang yang 120 KK yang sudah tercat yang menerima,yang belum menerima nanti kalau ada dana desa yang masuk nanti, kita ahlikan disitu.  ujarnya.

Salasatu warga Masyarakat Desa Lubuk Ampolu bertanyak kembali sama pak kadesnya,jadi kami selama ini pak kades tidak pernah menerima bantuan,padahal kami lahir di desa ini, masuk lagi bantuan Covid-19 ini tahun 2020 ini seperti itu juga kami tidak menerima,apakah pak kades menjamin kepada kami apabila keluar lagi bantuan desa apakah orang yang menerima sekarang apa tidak menerima lagi nanti? Kades menjawab Itulah saya tidak tau tidak bisa kupastikan sekali,setelah itu warga nya ribut.

Dari hasil pengaduan masyarakat kades Lubuk ampolu Diduga banyak penyaluran dana Desa yang tidak tepat sasaran dan tidak jelas penggunaan nya sesuai yang sudah di tentukan dalam penggunaan dana desa.

Menurut masyarakat kontrol sosial yang sudah dijelaskan dari masyarakat sangat lah penting sekali peninjauan ulang tentang dana Desa. ujarnya.

Ketua INVESTIGASI JPKP menyampaikan Himbauan Presiden RI Ir H Joko Widodo kepada rakyat, menegaskan kepada seluruh rakyat Indonesia yang ada di berbagai provinsi, khususnya di pedesaan, kampung-kampung, pelosok-pelosok termasuk seperti ini. Harus bersatu padu untuk membantu masyarakat yang sekarang ini banyak yang tidak mendapatkan bantuan dari Kepala Daerah, Rakyat Harus Punya Nyali Untuk Melapor Jangan Cuman Bisa Teriak-teriak Tapi Nyali Melapor itu bukan saya yang membuat aturan seperti itu tapi itu aturan dari Bapak Joko widodo. ujarnya.

Tapteng, TRANSAKTUAL (A.W)