Senin, 28 Sepember 2020 | 08:43 WIB

USUT TUNTAS, KASUS DUGAAN IJAZAH PALSU, YANG DIGUNAKAN KADES TERPILIH

foto

 

USUT TUNTAS, KASUS DUGAAN IJAZAH PALSU, YANG DIGUNAKAN KADES TERPILIH.

Sumenep, sb.com/transaktual.com

Dugaan Ijazah palsu yang digunakan oleh kepala desa terpilih, Arsan, kian terkuak, hal ini terlihat dari saat pencalonannya kembali di pilkades desa Kangayan, kecamatanKangayan, kabupaten Sumenep tahun 2019.  

Pada tahun 2013, Arsan terpilih sebagai kepala desa, dengan menggunakan ijazah Madrasah Tsanawiyah, Sepangkur Besar Sapeken tahun Pelajaran 2005 – 2006, Nomor MTs. 36650 / 14.29 / pp.01.1 / 064 / 2006, yang ditandatangani oleh Abd. Siam. S.Ag. M.Pd sebagai Kepala Madrasah.

Untuk pencalonannya kembali di pilkades 2019, Arsan menggunakan ijazah PENDIDIKAN KESETARAAN PROGRAM PAKET B Tahun Pelajaran 2018 / 2019. Kepala SKB Ketua PKBM Madilaut, desa Sapeken, kecamatan Sapeken, kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Nomor Pokok Sekolah P 296.231.2. Nomor Induk Siswa 740. Nomor Induk Siswa Nasional 9635909782. Nomor Peserta Ujian Ujian Nasional 13 – 19 – 05 – 37 - 0137 – 0034 – 7 dan ditandatanani oleh Halim Ridwan. M.Pd, pada tanggal 29 Mei 2019.

Tetapi pada tanggal 29 Agustus 2019, Ketua PKBM Madilaut, bapak Halim Ridwan M.Pd membuat pernyataan, bahwa jumlah peserta ujian paket B PKBM Madilaut tahun 2019 ada 53 peserta, ada 4 peserta yang namanya rangkap, dan ada dalam peserta ujian ( UMBK ) yang sebelum terdaftar dalam nominasi terjadi penulisan ganda peserta, termasuk diantaranya atas nama Rifqi Kurniawan, sehingga kami ajukan untuk diganti pada peserta lain yang belum terdaftar, yaitu atas nama Arsan, namun belum ada perubahan, dengan memperhatikan Juknis Pelaksanaan UMBK ( Ujian Paket Tahun 2019 ), maka blanko yang diberikan kepada Arsan, akan diminta kembali oleh PKBM Madilaut ,sambil menunggu keputusan dari Dinas Pendidikan.

Dengan melihat pernyataan, Ketua PKBM Madilaut, tim investigasi Tabloid Suara Anak Bangsa / suarabangsaku.com, mengklarifikasi kepada Arsan, tentang kebenaran informasi tersebut, namun tidak mendapatkan jawaban yang akurat, dan bapak Arsan mengatakan, hal ini pernah dimuat oleh salah satu media juga, dan berita itu tidak benar.

Sampai berita ini dimuat, tim Investigasi Suara Anak Bangsa / suarabangsaku.com dan transaktual.com, masih terus menelusuri tentang dugaan ijazah palsu yang digunakan oleh Arsan.

( Ubaydillah/SB/transakt ).