Senin, 22 Juli 2019 | 19:59 WIB

Bersama LSM GPHN RI kita kuatkan KPK, Seret Oknum KPK yang Bermain Main Dengan Kasus Korupsi

foto

 

KPK juga manusia, tak luput dari alpa, bersama LSM GPHN RI kita kuatkan KPK,seret oknumnya.

www.transaktual.com

Banyaknya kasus yang mandek dan tidak tuntas di KPKterus mendapat  kritikan pedas dari Ketua Umum Gerakan Penyelamat Harta Negara Republik Indonesia (GPHN RI), Madun Hariyadi selaku penggiat anti korupsi.

Melalui chat whatssapp,Madun juga menambahkan bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menjadi harapan terakhir masyarakat dalam memberantas  kasus korupsi yang makin menggurita di indonesia di harapkan kedepannya lebih berani dan tegas serta tuntas dalam setiap mengungkap kasus korupsi.

KPK juga manusia, tak luput dari alpa, bersama LSM GPHN RI kita kuatkan KPK, seret oknumnya.

Kritikan yang saya lakukan saat ini karena saya melihat semakin banyak perkara korupsi yang terkesan mandek dan tidak tuntas di KPK, bahkan kinerjanya terkesan sebagai pencitraan saja, sebagai contoh kasus korupsi yang diduga melibatkan Rano Karno mantan Gubernur Banten, Ananta Wahana cs (anggota DPRD Banten ), RTH (Ruang Terbuka Hijau) kota Bandung yang di duga merugikan uang negara sebesar Rp 26 milyar, aktor intelektualnya belum ditangkap “ jelas Pak Madun.

OTT Ahmad Ghiast pada tanggal 04 mei 2018 di kabupaten sumedang yang tenggelam tanpa kejelasan,  ada apa dengan semua itu, supaya terang benderang kami akan menggandeng beberapa LSM untuk menggugat KPK melalui PTUN”, katanya

Dalam Chat Whatsapp nya Madun juga menuturkan bahwa hampir 90% proyek di sumedang tahun 2018 ke belakang ada indikasi semuanya di-juksung-kan dan di bagi-bagi antara legislatifdan eksekutif. Di dalam dokumen yang ada di Laptop yang disita KPK diduga semua sudah terdata didalamnya dan tinggal pengembangan dari OTT KPK saat itu.  Waktu itu ruang kerja kepala PU Binamarga  dan PUPR disegel dan digeledah, ada dokumen 3 tahun anggaran yang di sita termasuk laptop, ungkapnya. 

(dwi/transact)