Sabtu, 21 Sepember 2019 | 22:27 WIB

Komisi Pemberantasan Korupsi Tahan Dirut PLN, Kasus Suap

foto

 Foto : Kumparan.com

Dirut PT PLN nonaktif Sofyan Basir usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Senin (27/5/2019).

Jakarta, www.transaktual.com

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan Direktur Utama PLN, Sofyan Basir. Sofyan Basir di tahan setelah dirinya ditetapkan menjadi tersangka pada Selasa 23 April 2019 lalu.

Sebelum menjalani proses penahanan oleh KPK Sofyan Basir, menjalani pemeriksaan intensif selama 4 Jam dan setelah itu sekitar pukul 23-30 WIB Sofyan Basir keluar dari gedung KPK dengan menggunakan rompi warna oranye, dengan tangan terborgol dan dengan tergesa menaiki mobil tahanan.

Febri Diansyah juru bicara KPK mengatakan, Sofyan Basir ditahan di rutan cabang KPK K4 yang terletak di belakang gedung merah putih KPK, dan Sofyan Basir di tahan 20 hari pertama, ujar Febri kepada wartawan. Senin (27/5/2019).

Tersangka Sofyan Basir diduga membantu bekas anggota Komisi VII DPR dari fraksi Partai Golkar Eni Maulani Saragih dan pemilik saham Blackgold Natural Resources (BNR) Ltd Johannes Budisutrisno Kotjo mendapatkan kontrak kerja sama proyek senilai Rp 12,8 triliun.

Terkait dengan perkara ini, sudah ada 3 orang yang dijatuhi hukuman yaitu mantan Menteri Sosial yang juga mantan Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham divonis 3 tahun penjara ditambah denda Rp 150 juta subsider 2 bulan kurungan.

Eni Maulani Saragih pada 1 Maret 2019 lalu juga telah divonis 6 tahun penjara ditambah denda Rp 200 juta subsider 2 bulan kurungan ditambah kewajiban untuk membayar uang pengganti sebesar Rp 5,87 miliar dan SGD 40 ribu.

Sedangkan Johanes Budisutrisno Kotjo diperberat hukumannya oleh Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta menjadi 4,5 tahun penjara ditambah denda Rp 250 juta subsider 6 bulan kurungan.

Dar,tarungnews/transact)