Selasa, 29 Sepember 2020 | 12:51 WIB

Mendikbud, Nadiem Makarim Bilang, Sekolah Negeri Seharusnya untuk Siswa Miskin

foto

 

Mendikbud, Nadiem Makarim Bilang, Sekolah Negeri Seharusnya untuk Siswa Miskin.

www.transaktual.com

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menyatakan sekolah negeri seharusnya diperuntukkan bagi siswa dengan tingkat ekonomi rendah dan membutuhkan.

“Secara prinsip undang-undang dasar kita, sekolah negeri itu seharusnya untuk yang paling membutuhkan secara sosial ekonomi. Itu kan prinsip keadilan sosial yang dijunjung tinggi,” ujarnya dalam acara diskusi daring Komisi Perlindungan Korupsi, Rabu (29/7).

Menurut Nadiem, prinsip tersebut kemudian diimplementasikan lewat jalur zonasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Dalam sistem ini seleksi masuk sekolah negeri menggunakan indikator jarak.

Ia menjelaskan sebelumnya PPDB menggunakan nilai ujian nasional (UN) sebagai patokan seleksi. Tapi indikator nilai dalam PPDB memunculkan situasi siswa dengan sosial ekonomi menengah ke atas lebih banyak mengecap pendidikan di sekolah negeri.

Untuk itu pihaknya kembali menerapkan aturan zonasi melalui Peraturan Mendikbud No. 44 Tahun 2019 tentang PPDB. Dalam aturan tersebut zonasi mencakup paling sedikit 50 persen dari daya tampung sekolah. “Kalau kita hitung-hitung dari semua total jumlah kebutuhan sekolah di Indonesia dan kita proyeksikan ke depan, tidak mungkin [bisa terpenuhi] tanpa partisipasi pihak swasta,” ungkapnya.

Berdasarkan data Kemendikbud, jumlah sekolah negeri secara nasional umumnya semakin menipis pada jenjang pendidikan menengah. Artinya, jumlah SD bisa berlipat lebih banyak daripada SMP dan SMA.

Mengutip data Kemendikbud tersebut ada 131.879 atau 88,25 persen SD negeri dan 17.556 atau 11,75 persen sekolah SD swasta di Indonesia. Kemudian 23.594 atau 58,17 persen SMP negeri dan 16.965 atau 41,83 persen SMP swasta. Serta 6.883 atau 49,36 persen SMA negeri dan 7.061 atau 50,64 persen SMA swasta.

Sedangkan hitungan Kemendikbud mengestimasikan ada 13.668.764 siswa lulusan alih jenjang. Rinciannya sebanyak 2.325.914 siswa lulus PAUD, 4.082.808 siswa lulus SD, dan 3.177.234 siswa lulus SMP.

Daftar Sekolah Termahal di Indonesia SPP nya Seharga Rumah.

Sekolah memang merupakan tempat untuk menuntut ilmu, namun beberapa sekolah justru memberikan harga yang tidak murah bagi siswa yang ingin belajar di sana. Bukan hanya di luar negeri, tapi ada banyak juga daftar sekolah termahal di Indonesia.

Saking mahalnya, harga SPP yang diberikan oleh sekolah tersebut per tahunnya bisa mencapai harga 1 rumah lho. Penasaran dimana saja sekolah termahal yang ada di Indonesia? diantaranya, Ini lho daftar sekolah terindikasi super mahal.

SMA Pelita Harapan Lippo.

Siapa yang tidak kenal dengan sekolah ini, rasanya orang Indonesia pasti kenal dengan sekolah SMA yang satu ini. Sekolah ini merupakan sekolah para artis, sekolah ini merupakan sekolah SMA yang bertaraf Internasional. Wajar saja jika sekolah ini memberikan tarif yang lumayan mahal.

Jika kamu ingin masuk ke sekolah ini, maka harus mempersiapkan dana sebesar USD9000 atau sekitar 120 juta lebih per tahunnya. Angka ini selalu naik setiap tahunnya sama seperti lembaga pendidikan lain yang selalu naik tarifnya.

Namun hal yang paling berkesan dari sekolah yang satu ini adalah tidak adanya Ujian Nasional. Maka jika SMA lain melakukan Ujian Nasional (UN), SMA  Pelita Harapan tidak memberlakukan hal tersebut. Karena SMA ini menggunakan kurikulum Baccalaureate.

SMA Ciputra.

Sekolah yang satu ini merupakan sekolah tingkat SMA yang berlokasi di kota Surabaya. Sekolah yang satu ini merupakan salah satu sekolah terbaik dan terfavorit. Sekolah ini juga memiliki lulusan terbaik setiap tahunnya.

Untuk bisa masuk ke sekolah ini maka para siswa harus mempersiapkan dana sebesar 40 juta rupiah setiap tahunnya. Cukup mahal untuk sekolah tingkat SMA bahkan lebih mahal dari kampus saya saat ini.  Bukan hanya harganya saja yang mahal, syarat masuk ke sekolah ini juga tidak mudah. Siswa yang boleh masuk ke sini harus memiliki Nikolai TOEFL minimal 550.

Namun jangan khawatir, karena siswa akan mendapatkan pengalaman belajar yang jauh lebih bagus  dari sekolah yang lain. SMA Ciputra memiliki kurikulum khusus yang mana tidak ada UN di sekolah ini. Proses pembelajaran juga dilakukan dengan bantuan sarana dan prasarana yang memadai.

SMA Global Jaya Internasional School.

SMA Global Jaya Internasional School ini berlokasi di kota Tangerang Selatan. Sekolah ini memiliki tenaga pendidik berkualitas tinggi baik dari dalam negeri hingga luar negeri dengan standar pengajar yang bagus.

Selain memberikan tarif yang mahal, masuk ke SMA Global Jaya Internasional School juga tidak mudah. Setiap siswa yang ingin masuk ke sekolah ini harus mengikuti beberapa test terlebih dahulu sebelum bisa masuk kesana. Ada beberapa tahapan yang harus dilakukan mulai dari test bahasa Inggris, Matematika dan beragam jenis test lainnya.

Untuk bisa masuk ke SMA ini maka setiap siswa harus membayar uang masuk sebesar 15 juta rupiah dan SPP sebesar 5 juta rupiah per bulannya. Tarif ini tentu bukan biaya yang murah yang harus dikeluarkan orang  tua ketika menyekolahkan anaknya di sana.

SMA Krida Nusantara.

SMA Krida Nusantara merupakan salah satu sekolah tingkat menengah atas yang berlokasi di kota Bandung. Sekolah ini berlokasi di wilayah bukit Manglayang dengan luas wilayah mencapai 27 hektar. Sekolah ini merupakan salah satu sekolah terbaik di Indonesia yaitu pernah mendapatkan Anugrah hukum dari Depkumham.

Sekolah ini merupakan sekolah boarding school yang lebih mengarah pada gaya militer. Setiap siswa yang belajar di sini akan menggunakan sistem moving class atau berpindah-pindah sesuai jadwal mata pelajaran yang akan dipelajari.

Adapun biaya yang harus dikeluarkan jika ingin sekolah di SMA Krida Nusantara Bandung tidak mudah yaitu mencakup biaya pendaftaran sebesar 23.5 juta rupiah, biaya seragam 2.5 juta, SPP 3 juta, dan juga biaya cuci pakaian sebesar 700 ribu.

Nah itulah daftar sekolah termahal di Indonesia dengan biaya yang mungkin lebih mahal dari harga rumah. Jika kamu tidak memiliki biaya yang memadai, jangan memaksakan untuk masuk sekolah ini ya.

Sekolah ini memang tidak lain tidak bukan adalah sekolah elit yang biasa orang tuanya adalah pemegang saham dalam suatu korporat konglomerasi atau yang mempunyai gaji di atas rata-rata pendapatan rakyat Indonesia, yang mana pendapatan per kapita Indonesia adalah ~$4500 USD, sehingga hal ini kemudian menunjukkan suatu retorika pembabakan sosial dalam bidang humaniora.

Disparitas yang nyata ini kemudian telah melahap banyak dan telah merenggut kebebasan dalam bermasyarakat Indonesia, yang harusnya berceminan kepada Pancasila dengan pedoman bertingkah seadil-adilnya kepada seluruh warga negara Indonesia, tapi kenyataannya problematika sosial ini terus saja berlanjut hingga sekarang.

Entah mengapa tiap orang yang mempunyai kekayaan di atas rata-rata selalu mendapatkan hidup yang enak, ketidakadilan sosial yang telah berdampak pada sosio-ekonomi negara Republik Indonesia ini tidak lain tidak bukan adalah karena ketidaktegasan Soeharto dalam pembangunan, sehingga hanya wilayah Jakarta dan sekitarnya saja yang maju, atau pandangan yang disebut Jakarta Sentris.

Tidak adanya suatu kebijakan yang jelas yang mengatur keadilan membuat sebagian orang yang kerjanya lebih berat mendapatkan gaji yang lebih dikit, hidup yang serba jumawa, kemudian untuk sekolah ini mereka mendapatkan kualitas pendidikan terbaik dengan SPP yang setinggi langit. Tapi tidak apa-apa, saya yakin pembangunan Indonesia di bawah administrasi kepemimpinan yang sekarang akan menuju Indonesia maju yang lebih baik.

 

(berbagai sumber/transaktual)