Kamis, 14 November 2019 | 05:10 WIB

Untuk Percepat Kegiatan TP4D, Kejati Jabar Terapkan Aplikasi Si PEPES

foto

 

Untuk Percepat Kegiatan TP4D, Kejati Jabar Terapkan Aplikasi Si PEPES.

www.transaktual.com

Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat mengatakan bahwa diadakannya Aplikasi Si PEPES bertujuan mengganti sistem manual yang selama ini dibuat untuk Kegiatan TP4D menjadi sistem aplikasi. "Ini untuk mempercepat penanganan TP4D di Jawa Barat (lebih) dulu," ujar Raja Nafrizal, SH kepada wartawan (15/10/2019).

Dalam acara launching aplikasi si pepes tersebut, Pihak Kejati Jabar mengundang para Kasi Intel dari Kejari Kabupaten dan Kota se-Jawa Barat, pejabat dari BUMN/BUMD, para Kepala Dinas dan para PPK yang berhubungan dengan Kegiatan proyek-proyek pemerintah di Jawa Barat sebanyak 300 orang memenuhi di Aula Soeprapto Kejati Jabar.

Asisten Bidang Intelijen Kejati Jabar, Dr. Patris Yusrian Jaya, SH.,MH dalam keterangannya kepada para wartawan yang mengikuti launcing Aplikasi TP4D yang disingkat si pepes.” Kita harapkan aplikasi ini ke depannya administrasi, dokumentasi, maupun komunikasi proyek-proyek yang dilakukan pengawalan oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Barat dapat dilakukan secara digital."

Masih menurut mantan Kajari Jakarta Selatan itu, "Adapun latar belakang pembuatan Aplikasi ini yaitu sebagai proyek perubahan diklat kepemimpinan tingkat 2 yang saya ikuti. Didasarkan dari kondisi rill yang dihadapi oleh TP4D Kejaksaan Tinggi Jawa Barat yaitu keterbatasan personil untuk mengawal banyaknya proyek-proyek yang dimintakan pengawalannya kepada kami (Kejati Jabar). Pada tahun 2018, Kejaksaan Tinggi Jawa Barat mengawal lebih dari 350 proyek dengan anggaran Rp18,6 triliun dengan  personil terbatas yang punya tugas lain selain TP4D. Ini kalau dilakukan secara manual tentu tidak akan optimal. Sehingga banyak hal-hal yang kita pangkas, administrasi ini  melalui Aplikasi ini, melalui digital. Dengan Aplikasi ini dengan menggunakan hand phone pengelola proyek mengirimkan dokumentasi baik photo maupun video melalui aplikasi sehingga kita tidak perlu mendatangi lokasi kalau tidak ada masalah. Tapi kalau ada Kendala baru kita datang. Saat ini aplikasi si pepes sudah digunakan untuk 80 kegiatan proyek di Jawa Barat.

Ditambahkan oleh Patris, kemudian jurnal, tadi nya kita tagih-tagih mana laporan, ini belum masuk. Dengan aplikasi ini sambil di atas mobil saja, pakaian hand phone cukup melaporkannya. Kalau manual, sampai ke kantor, harus diketik dulu, lalu dikirim entah sampai kapan, diregistrasi kemudian ditindaklanjuti, lama. Jadi aplikasi ini memangkas waktu, memangkas jarak, memangkas biaya dan menertibkan keterbatasan SDM kita.

“Kita harapkan aplikasi ini dapat diterapkan di Kejari-Kejari. Untuk tahap awal ini dalam lingkungan se-Jawa Barat. Kita dengar selama ini namanya e-tp4d yang sifatnya administrasi internal. Kalau ini tidak disamakan dengan e-tp4d karena kita cuma sebagai admin. Mereka yang mengerjakan, mereka yang mengisi data, mereka yang melapor, karena kegiatannya kegiatan mereka. Kita sebagai pengawal dan mengamankan, ya memantau laporan itu. Kalau ada Kendala dalam laporan itu ya kita tindaklanjuti. Tapi kalau itu lancar-lancar saja, aman, tidak ada Kendala ya tidak masalah. Kita gunakan energi kita untuk mengatasi Kendala. Dalam hal pertemuan antara personil TP4D dengan pihak lainnya seperti pengelola proyek, itu kita kurangi karena keterbatasan waktu," pungkas Patris Yusrian Jaya.

(Y CHS/transakt).