Kamis, 17 Oktober 2019 | 05:14 WIB

Suara Keadilan Untuk Edyanto Simatupang

foto

 

Suara Keadilan Untuk Edyanto Simatupang.

www.transaktual.com

Perjuangan perlu Militansi, roh kekuatan untuk mampu bertahan. Militansi tidak ada kesombongan, mampu menyatukan kekuatan, menerima semua golongan untuk satu tujuan, tidak perlu eksistensi, tidak cengeng, berani, bernyali, mengedepankan kepentingan bersama dan tetap konsisten, itulah semangat dan keberanian Edyanto simatupang bersama kawan-kawan dalam mengungkap satu demi satu bentuk ketidak adilan yang ada di negara ini.

Dari menduduki PT Nauli Sawit hingga terjadi kebakaran kantor, 3 hari aksi menginap bersama 3000 massa FPTR di depan kantor bupati, 8 Bulan tidur di jalan memblokir Labuan angin, bentrok di PLTU LABUAN ANGIN mengakibatkan 7 truk dibakar, 2 malam aksi menginap di halaman polres Tapteng, 4 hari memblokir PT CPA, menduduki PT TAS, 5 hari memblokir PT FIA, mengukur ulang PT GMG, mengusir Tambang emas PT AR di Gunung TORNAGALANG P. SORI, merebut 125 ha tanah rakyat SOSORGADONG dari PT NS, 2 JAM menduduki kantor DPRD Tapteng, menyegel kantor DPRD Tapteng, bentrok di Kajari Sibolga, memaksa Kajari hormat bendera dan menuntaskan kasus, menduduki PN Sibolga dengan karangan bunga berkabung 'matinya keadilan' dan 10 an aksi bentrok lainnya yang tidak pernah diekspose.

Namun apa yang didapat oleh Sosok seorang aktivis dan pejuang sejati seperti Edyanto Simatupang, dia di penjara terkait postingan di medsos aksi Juni 2015 di gedung KPK Jakarta, terkait suap Akil Mohtar pilkada Tapanuli Tengah, bahwa Baktiar Ahmad Sibarani diduga adalah inisiator,  dan seruan usut tuntas pembakaran rumah dan penikaman, dimana otak dan dalang diduga adalah Baktiar Ahmad Sibarani (bupati saat ini), Edyanto dijerat UU ITE dan Pencemaran nama baik.

Sang pelapor adalah Baktiar Ahmad Sibarani, saat itu (2015) menjabat sebagai ketua DPRD Tapanuli Tengah. Baru pada tanggal 19 September 2018 tim Krimsus Polda Sumut menangkap Edyanto di Jawa Tengah, mungkin setelah sang pelapor sudah jadi BUPATI.

Istri Edyanto Simatupang, juga merupakan salah satu relawan perempuan POS RAYA Jokowi-maruf Amin mengharapkan hukum sesuai fungsi dan garis nya agar tdk ada lagi hukum mandul di Indonesia, beraspirasi menegak kebenaran tetapi menjadi korban dar I polarisasi politik yg buta.

“Dia hanya bisa di kalahkan dengan PENGHIANATAN”

“Tidak pernah gentar dan hanya Takut pada Tuhan”

(Yansesn Pangaribuan)