Rabu, 14 April 2021 | 15:52 WIB

Kadin Jabar Minta Kemudahan Akses Dana PEN 2021, Bantuan Pelaku Usaha Belum Merata

foto

 

Bantuan Pelaku Usaha Belum Merata, Kadin Jabar Minta Kemudahan Akses Dana PEN 2021.

www.transaktual.com

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Barat menilai masih banyak sektor usaha yang belum pulih akibat perlambatan ekonomi pandemi Covid-19. Pemerintah pun diharapkan ikut turun tangan. Salah satunya membuat beberapa kebijakan yang dampaknya bisa mempercepat pemulihan ekonomi di kalangan pelaku usaha.

"Daya tahan dari pengusaha itu sangat-sangat terbatas dan sudah di ujung. Dengan kondisi yang seperti ini harusnya pemerintah mengeluarkan kebijakan-kebijakan untuk mempercepat pemulihan sektor usaha," kata Ketua Dewan Pertimbangan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Barat Herman Muchtar, Senin (15/3/2021).

Di Jabar saat ini diperkirakan ada sekitar 2.000 industri besar yang terdampak. Puluhan ribu industri masuk kategori UMKM Dalam catatan lain, pada periode November 2020, total pekerja yang menerima kebijakan dirumahkan mencapai 80.151 orang dari 987 perusahaan yang melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) 19.384 orang dari 474 perusahaan.  

Di sisi lain, perusahaan yang banyak terdampak kinerja bisnisnya akibat pandemi Covid-19 adalah sektor tekstil dan produk tekstil (TPT) 41,38% memberikan kebijakan merumahkan karyawan. 53,33% memberlakukan PHK. Karenanya kata Herman, sebelum dilakukan pemulihan, sedianya pemerintah bisa menempuh langkah penyelamatan, langkah pemulihan, hingga akhirnya langkah penormalan.

"Kami ingin penyelamatan yang pengusaha yang belum diselamatkan harus dimasukkan dalam program pemulihan. Pemulihan ini tidak lain dari kebijakan pemerintah. Yang kedua adanya bantuan dari pemerintah dalam hal ini perbankan supaya bisa kembali recovery, karena mereka butuh modal juga, serta proses perbankan itu bisa diperlonggar," kata Herman.

Herman berharap, anggota Kadin Jabar bisa lebih mudah mendapatkan akses bantuan permodalan dari pemerintah dan perbankan dalam anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2021. Dia juga meminta pemerintah ataupun perbankan untuk membuat skala prioritas mana saja sektor yang butuh suntikkan modal agar bisa bertahan.

"Pemerintah itu kan menitipkan dana PEN kepada beberapa bank. Yang sering kami pertanyakan ini, dana ini gimana kami mengaksesnya. Kalau kita datang ke bank, ini dananya udah habis. Pertanyaannya, dananya diberikan kepada siapa? Yang kita harapkan itu perbankan itu memberikan skala prioritas, sektor yang terpuruk itu apa? Ini harus kita perhatikan. Ini kita harus duduk bersama-sama," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Kadin Jabar Cucu Sutara mengatakan, pihaknya akan menyampaikan harapan dari anggotanya terkait alokasi dana PEN yang hingga saat ini belum merata pengusaha anggota Kadin. 

Terlebih menurut Cucu, daya tahan pengusaha di Jawa Barat saat ini terus melemah sehingga berimbas pada pemutusan hubungan kerja (PHK) di beberapa sektor usaha yang terdampak langsung maupun tidak langsung pandemi Covid-19.

"Kita sudah berbicara dengan teman-teman di perbankan, bagaimana pun sekarang teman-teman dari pihak sektor keuangan bisa membantu permodalan dengan bunga yang murah agar mereka bisa hidup," katanya.

Menurut Cucu, pengusaha seharusnya menjadi salah satu sasaran alokasi dana PEN. Pasalnya, hal itu akan berdampak langsung pada angka pengangguran di Jawa Barat. Cucu mengatakan pihaknya juga tengah berupaya untuk mengakselerasi pemulihan ekonomi dengan membantu sertifikasi produk UMKM agar bisa laik untuk dijual baik domestik maupun ekspor. Tak ketinggalan, pihaknya juga berharap pemerintah bisa menyelesaikan vaksinasi secara cepat dan tepat sehingga dampak pandemi ini sedikit demi sedikit bisa berkurang.

"Kita sudah kerja sama dengan Sucofindo untuk sertifikasi produk UMKM seperti nanti produk Jabar akan tersebar di beberapa daerah. Apalagi produk Jawa Barat banyak disenangi karena Jawa Barat terkenal dengan industri kreatif. Mudah-mudahan ini jadi omzet untuk UMKM," katanya.

Selain itu, Kadin Jabar juga kata dia, tengah membantu menyiapkan SDM yang berkualitas untuk mengimbangi kebutuhan kerja di daerah-daerah yang memiliki iklim investasi sangat potensial, seperti di Indramayu, Subang dan Majalengka. 

"Kita lihat investasi di kita saat ini besar, ya mungkin di Indramayu, Subang, Majalengka. Ini kita harus siapkan SDM yang siap pakai. Antara kebutuhan kerja dan angkatan kerja ini harus bisa tersalurkan, karena kita lihat sekarang ini ada jurang yang jauh antara kebutuhan kerja dan angkatan kerja," ujarnya.

Soal Dana PEN, Kadin Jabar Buka Komunikasi dengan Bank BJB.

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Barat akan duduk bersama dengan Bank BJB untuk membahas soal bantuan dana PEN dalam upaya penyelamatan dunia usaha di Jawa Barat.

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Barat akan duduk bersama dengan Bank BJB untuk membahas soal bantuan dana PEN dalam upaya penyelamatan dunia usaha di Jawa Barat. Ketua Kadin Jabar Cucu Sutara mengatakan, pihaknya akan menyampaikan harapan dari anggotanya terkait alokasi dana PEN yang hingga saat ini belum menyentuh pengusaha anggota Kadin.

Padahal menurut Cucu, daya tahan pengusaha di Jawa Barat saat ini terus melemah sehingga berimbas pada pemutusan hubungan kerja (PHK) di beberapa sektor usaha yang terdampak langsung maupun tidak langsung dari pandemi Covid-19.

"Kita sudah bicara sama teman-teman perbankan, bagaimana teman-teman sektor keuangan bisa membantu permodalan dengan bunga yang murah sehingga mereka bisa hidup," kata Cucu di Bandung, Senin (15/3/2021).

Menurut Cucu, pengusaha seharusnya menjadi salah satu sasaran alokasi dana PEN. Pasalnya, hal itu akan berdampak langsung pada angka pengangguran di Jawa Barat. Selain berharap tersentuh alokasi dana PEN, pihaknya juga berharap pemerintah bisa menyelesaikan vaksinasi secara cepat dan tepat sehingga dampak pandemi ini sedikit demi sedikit bisa berkurang.

"Kita juga berharap vakisnasi ini bisa selesai dengan cepat," jelasnya. Selain itu, Cucu juga mengatakan pihaknya juga tengah berupaya untuk mengakselerasi pemulihan ekonomi dengan membantu sertifikasi produk UMKM agar bisa laik untuk dijual baik domestik maupun ekspor. "Kita sudah kerja sama dengan Sucofindo untuk sertifikasi produk UMKM," jelasnya. Kemudian, Kadin Jabar juga saat ini sedang membantu menyiapkan SDM yang berkualitas untuk mengimbangi kebutuhan kerja di daerah-daerah yang iklim investasinya tengah meningkat, seperti di Indramayu, Subang dan Majalengka.

Sebagai informasi, skema penyaluran pinjaman dana PEN dari Bank BJB, untuk penyaluran kredit di antaranya Pertanian, Perburuan, Kehutanan sebesar Rp154 miliar, lalu Industri Pengolahan Rp794 miliar. Kemudian, Konstruksi Rp1,35 triliun, Pedagang Besar dan Eceran Rp1,34 triliun dan Sektor Lainnya Rp1,69 triliun. Sedangkan berdasarkan sektor, pencairan dan PEN tersebut diurai dari sektor Korporasi dan Komersial, BPR, KPR, Konsumer dan UMKM. Berdasarkan catatan perseroan per Oktober 2020, Bank BJB sudah menyalurkan dana PEN sebesar Rp5,34 triliun.

 

Kadinjb/transakt.