Selasa, 29 Sepember 2020 | 12:40 WIB

Jeritan Anak Desa Manggarai Timur "Warga Desa di Kec.Lamba leda Butuh Listrik, Untuk Belajar"

foto

 

Jeritan Anak Desa Manggarai Timur "Warga Desa Lamba leda Butuh Listrik, Untuk Belajar".

Manggarai Timur (NTT) transaktualNews.

Menjelang 75 tahun Indonesia Merdeka, NTT khususnya Manggarai Timur dari dari jumlah 27 desa, 24 desa Sekecamatan lamba leda di Manggarai timur (NTT) belum ada pasokan Listik (PLN) pemerintah Republik indonesia.

Masyarakat sangat resah disa,at malam hari, yang hanya diterangi lampu Pelita hingga pagi hari, apakah para Petinggi di Negara yang tercinta sudah tertutup mata hatinya, ujar Pemuda Desa Kec. Lamba Leda, ketika bertemu dengan Tim Investigasi Transaktual online.

Ketika suasana normal, kondisi desa di Kec. Lamba Leda sudah memprihatinkan, apalagi sekarang sudah jalan lima bulan, sekolah ditutup dengan alasan Covid 19, dan siswa harus belajar dirumah, dengan mempergunakan HP Android plus bayar kuota, apalagi dalam kondisi malam tanpa penerangan yang memadai, hanya dengan lampu pelita, sungguh miris hidup di kampung kami, tanah kelahiran tercinta kami, Manggarai Timur, bisik Pemuda tersebut pada Transaktual.

"Adapun penerangan tambahan yaitu listrik Generator milik pribadi, dan itupun dibatasi waktunya untuk menghemati (BBM), coba bayangkan menikmati lampu listrik mulai dari pukul 7.00 hingga pkl 12.00 malam, sedangkan selanjutnya mengunakan Lampu pleita hingga sampai pagi hari" ujar Stanis laus awal.

Stanis yang warga Desa golo wontong berharap kepada pemerintah selesai epidemi covid -19, Llistrik (PLN) cepat direalisasikan, tapi kapan Covid 19 berlalu, masih menjadi pertanyaan, Lanjut stanis,.

"Bisa dicoba, dengan menggunakan lampu pelita sangat beresiko terjadinya kebakaran, juga dengan kesehatan, dimana asap hitam tersumbat dilubang hidung, sungguh sangat menyedihkan, seolah olah kami belum memperoleh hak kemerdekaan di NKRI" Ujar Stanis menutup pembicaraan.

Tim transaktual