Sabtu, 25 Mei 2019 | 12:42 WIB

Forkominda Ajak Ormas dan LSM Jaga Kondusivitas Jabar

foto

 

Kapolda Jabar, Pangdam Siliwangi, dan Gubernur Jabar foto bersama anggota dan ketua ormas se-Jabar. Foto-foto/Istimewa.

BANDUNG – www.transaktual.com

Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Tri Soewandono, dan Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengajak anggota organisasi masyarakat (Ormas), aktivis lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan tokoh masyarakat ikut menjaga kondusivitas di Provinsi Jawa Barat.

Ajakan itu disampaikan tiga pemimpin yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkominda) Jabar saat hadir dalam Focus Group Discusion (FGD) dan silaturahmi yang digelar oleh Forum Ormas LSM Komunitas dan Tokoh Masyarakat Jawa Barat di Hotel Grand Asrilia, Jalan Pelajar Pejuang, Kota Bandung, Sabtu (27/4).

Selain Pangdam, Kapolda, dan Gubernur, kegiatan itu juga dihadiri sekitar 310 orang perwakilan 28 ormas, 25 LSM, 15 komunitas, delapan paguyuban, dan paguron.

Tampak pula Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Irman Gusman, Dandim 0618/BS Kota Bandung Letkol Inf M Herry Subagyo, dan Ketua Forum Ormas Jabar Hendra Mulyana.

Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Tri Soewandono mengatakan, silaturahmi ini digelar untuk menyikapi keamanan Jawa Barat. Tujuan ormas didirikan dengan tujuan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), keamanan, dan kedamaian Jawa Barat. "Saya yakin kalau di ruangan ini pasti berbeda-beda pilihan, tetapi semuanya menghendaki Jawa Barat tetap aman dan kondusif," kata Tri.

Beberap hari lalu, ujar Pangdam, ramai beredar informasi di media sosial (medsos) terkait keributan antara dua ormas. Dalam informasi itu disebutkan, permasalahan yang memicu keributan bukan yang sebenarnya.

"Kalau ada informasi tentang suatu kejadian, jangan dilebih-lebihkan. Video kejadian di daerah lain di-dubbing menggunakan bahasa Sunda seolah-olah kejadian itu benar terjadi di Bandung," ujar Pangdam.

Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengatakan, ingat, dulu ormas dipecah belah akibat konflik 18 tahun lalu. "Saya kira semua yang ada di ruangan ini sepakat menginginkan Jabar tetap aman dan kondusif. Saya ucapkan terima kasih selama Pemilu 2019 tidak ada gangguan kamtibmas dan kriminalitas di Jabar turun 40%," kata Agung.

Agung mengimbau masyarakat menunggu hasil Pemilu 2019. Jika ada pelaku hoax akan ditindak dan diproses sesuai ketentuan yang berlaku. "Seluruh elemen bangsa harus bersatu padu serta bersinergi demi kondusivitas Indonesia, khususnya Jawa Barat," ujar Agung.

Kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan pernyataan sikap tentang dukungan terhadap Jawa Barat kondusif yang dilaksanakan oleh seluruh ketua ormas, LSM, komunitas, dan tokoh masyarakat.
Mereka pun siap menerima sanksi jika melanggar hukum dan aturan perundang-undangan. Ketua ormas, LSM, dan tokoh masyarakat juga menyatakan dukungan kepada TNI-Polri, KPU, Bawaslu dan Pemprov Jabar atas terselenggaranya Pemilu 2019 aman, damai dan kondusif.

Seusai deklarasi, seluruh peserta membubuhkan tanda tangan di atas kain putih berisi komitmen untuk berperan aktif menjaga kondusivitas Jawa Barat.

(awd/transakt).