Rabu, 2 Desember 2020 | 17:19 WIB

BUPATI TAPTENG BAKTIAR AHMAD SIBARANI BUKA REMBUK STUNTING THN 2020 SECARA VIRTUAL

foto

 

BUPATI TAPANULI TENGAH BAKTIAR AHMAD SIBARANI BUKA REMBUK STUNTING KAB. TAPANULI TENGAH THN 2020 SECARA Virtual.

PANDAN | Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani membuka Rapat Koordinasi Rembuk Stunting di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Tahun 2020 secara virtual yang digelar di Ruang Rapat Cenderawasih Kantor Bupati Tapanuli Tengah, Kamis (25/06/2020). Rembuk Stunting ini mengusung tema “Bergerak Bersama Atasi Stunting”.

Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani menyampaikan bahwa stunting merupakan suatu ancaman sehingga merupakan skala prioritas untuk penanggulangannya di Tapteng. Bupati juga mengharapkan adanya percepatan penurunan stunting dengan rencana aksi yang lebih terpadu mulai dari intervensi pola makan, pola asuh, sanitasi, dan lainnya dengan cakupan yang luas dan mampu menurunkan angka prevalensi stunting lebih cepat.

"Stunting merupakan ancaman bagi sumber daya manusia Indonesia dan menjadi ancaman terhadap daya saing bangsa termasuk di Tapanuli Tengah. Stunting tidak hanya tentang bagaimana kualitasnya tapi juga bagaimana dengan kognitif otaknya. Apabila stunting ini bisa diatasi maka akan membuat negara akan maju. Untuk Kabupaten Tapanuli Tengah menurut data dari tahun 2018 ke Tahun 2019, Angka Stunting mengalami penurunan, dan inipun harus terus kita turunkan angkanya. Jadi disini perlu komitmen yang kuat dan kerjasama yang baik antar sektor dalam melakukan intervensi stunting hingga ke tingkat desa agar capaian ini bisa terwujud dengan baik,” kata Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani dalam sambutannya.

“Pada masa pandemi Covid-19 ini, para Tenaga Kesehatan dan Petugas yang bekerja dalam penanggulangan Covid-19 maupun dalam melaksanakan tugas-tugas pelayanan di Kabupaten Tapanuli Tengah termasuk penanggulangan stunting, jangan takut, Saya pesankan, bekerjalah secara maksimum sesuai prosedur dan jaga kesehatan Saudara. Bekerjalah demi kepentingan bangsa, pikirkan keselamatan saudara tapi jangan abaikan kepentingan masyarakat,” pesan Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani.

Pada kesempatan itu, Bupati Tapanuli Tengah, Wakil Bupati Tapanuli Tengah, Wakil Ketua DPRD Tapteng, dan beberapa peserta Rembuk Stunting menandatangani Pernyataan Komitmen Pelaksanaan Percepatan Penanggulangan Stunting di Kabupaten Tapanuli Tengah.

Rembuk Stunting ini menghadirkan Narasumber dari Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Ditjen Bina Bangda Kemendagri), yaitu Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah (SUPD) III, Dr. Eduard Sigalingging, M.Si dengan materi paparan Optimalisasi dan Inovasi Aksi Konvergensi Penurunan Stunting di Kabupaten Tapanuli Tengah.

Direktur SUPD III Ditjen Bina Bangda Kemendagri, Dr. Eduard Sigalingging.,M.Si menyebutkan bahwa Stunting merupakan kondisi gangguan pertumbuhan fisik dan otak pada anak. Hal itu bisa terjadi pada 1.000 hari pertama kehidupan. Sejalan dengan prioritas pembangunan nasional pada RPJMN Tahun 2020-2024, upaya penurunan prevalensi stunting masuk dalam Mayor Project Percepatan Penurunan Kematian Ibu dan Stunting. Sasaran pembangunan manusia dan masyarakat pada program prioritas nasional tahun 2021 pada Rencana Kerja Pemerintah adalah perbaikan gizi ibu dan anak yang ditujukan untuk Penurunan angka prevalensi stunting.

Turut hadir secara langsung pada Rembuk Stunting ini, Wakil Bupati Tapanuli Tengah Darwin Sitompul, Wakil Ketua DPRD Tapteng Willy Saputra Silitonga, Kapolres Tapanuli Tengah diwakili Kasat Binmas, Kepala Kantor Kemenag Tapteng, Kepala BPS Tapteng, Sekretaris Daerah Tapteng, Staf Ahli Bupati, Asisten, Pimpinan OPD Tapteng, dan Perbankan.

Secara virtual, Rembuk Stunting ini diikuti oleh Kadis Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, Tim Leader LGCB ACR-INEY Bangda Regional I Medan, Direktur RSUD Pandan dan jajaran, Camat se Tapteng, Lurah dan Kepala Desa se Tapteng, Pimpinan Puskesmas se Tapteng, Tim Koordinasi Penanggulangan Stunting Terintegrasi Tapteng, TP PKK Tapteng, Pendamping Desa, Kader Pembangunan Manusia, Prodi Keperawatan Tapteng, IDI,PPNI dan IBI Tapteng. (Toris) Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani Buka Rembuk Stunting Kabupaten Tapanuli Tengah Tahun 2020 Secara Virtual

PANDAN | Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani membuka Rapat Koordinasi Rembuk Stunting di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Tahun 2020 secara virtual yang digelar di Ruang Rapat Cenderawasih Kantor Bupati Tapanuli Tengah, Kamis (25/06/2020). Rembuk Stunting ini mengusung tema “Bergerak Bersama Atasi Stunting”.

Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani menyampaikan bahwa stunting merupakan suatu ancaman sehingga merupakan skala prioritas untuk penanggulangannya di Tapteng. Bupati juga mengharapkan adanya percepatan penurunan stunting dengan rencana aksi yang lebih terpadu mulai dari intervensi pola makan, pola asuh, sanitasi, dan lainnya dengan cakupan yang luas dan mampu menurunkan angka prevalensi stunting lebih cepat.

"Stunting merupakan ancaman bagi sumber daya manusia Indonesia dan menjadi ancaman terhadap daya saing bangsa termasuk di Tapanuli Tengah. Stunting tidak hanya tentang bagaimana kualitasnya tapi juga bagaimana dengan kognitif otaknya. Apabila stunting ini bisa diatasi maka akan membuat negara akan maju. Untuk Kabupaten Tapanuli Tengah menurut data dari tahun 2018 ke Tahun 2019, Angka Stunting mengalami penurunan, dan inipun harus terus kita turunkan angkanya. Jadi disini perlu komitmen yang kuat dan kerjasama yang baik antar sektor dalam melakukan intervensi stunting hingga ke tingkat desa agar capaian ini bisa terwujud dengan baik,” kata Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani dalam sambutannya.

“Pada masa pandemi Covid-19 ini, para Tenaga Kesehatan dan Petugas yang bekerja dalam penanggulangan Covid-19 maupun dalam melaksanakan tugas-tugas pelayanan di Kabupaten Tapanuli Tengah termasuk penanggulangan stunting, jangan takut, Saya pesankan, bekerjalah secara maksimum sesuai prosedur dan jaga kesehatan Saudara. Bekerjalah demi kepentingan bangsa, pikirkan keselamatan saudara tapi jangan abaikan kepentingan masyarakat,” pesan Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani.

Pada kesempatan itu, Bupati Tapanuli Tengah, Wakil Bupati Tapanuli Tengah, Wakil Ketua DPRD Tapteng, dan beberapa peserta Rembuk Stunting menandatangani Pernyataan Komitmen Pelaksanaan Percepatan Penanggulangan Stunting di Kabupaten Tapanuli Tengah.

Rembuk Stunting ini menghadirkan Narasumber dari Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Ditjen Bina Bangda Kemendagri), yaitu Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah (SUPD) III, Dr. Eduard Sigalingging, M.Si dengan materi paparan Optimalisasi dan Inovasi Aksi Konvergensi Penurunan Stunting di Kabupaten Tapanuli Tengah.

Direktur SUPD III Ditjen Bina Bangda Kemendagri, Dr. Eduard Sigalingging.,M.Si menyebutkan bahwa Stunting merupakan kondisi gangguan pertumbuhan fisik dan otak pada anak. Hal itu bisa terjadi pada 1.000 hari pertama kehidupan. Sejalan dengan prioritas pembangunan nasional pada RPJMN Tahun 2020-2024, upaya penurunan prevalensi stunting masuk dalam Mayor Project Percepatan Penurunan Kematian Ibu dan Stunting. Sasaran pembangunan manusia dan masyarakat pada program prioritas nasional tahun 2021 pada Rencana Kerja Pemerintah adalah perbaikan gizi ibu dan anak yang ditujukan untuk Penurunan angka prevalensi stunting.

Turut hadir secara langsung pada Rembuk Stunting ini, Wakil Bupati Tapanuli Tengah Darwin Sitompul, Wakil Ketua DPRD Tapteng Willy Saputra Silitonga, Kapolres Tapanuli Tengah diwakili Kasat Binmas, Kepala Kantor Kemenag Tapteng, Kepala BPS Tapteng, Sekretaris Daerah Tapteng, Staf Ahli Bupati, Asisten, Pimpinan OPD Tapteng, dan Perbankan.

Secara virtual, Rembuk Stunting ini diikuti oleh Kadis Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, Tim Leader LGCB ACR-INEY Bangda Regional I Medan, Direktur RSUD Pandan dan jajaran, Camat se Tapteng, Lurah dan Kepala Desa se Tapteng, Pimpinan Puskesmas se Tapteng, Tim Koordinasi Penanggulangan Stunting Terintegrasi Tapteng, TP PKK Tapteng, Pendamping Desa, Kader Pembangunan Manusia, Prodi Keperawatan Tapteng, IDI Tapteng, PPNI Tapteng, dan IBI Tapteng.

(Toris)