Sabtu, 11 Juli 2020 | 05:58 WIB

Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani Laksanakan Vidcon Dengan Dirjen PSDKP KKP RI

foto

 

Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani Laksanakan Vidcon Dengan Dirjen PSDKP KKP RI

"Trans Aktual"
PANDAN | Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani didampingi Danlanal Sibolga Letkol Laut (P) Andris Benhard Marimbun Simaremare, M.Tr.Hanla melaksanakan rapat virtual melalui Video Conference (Vidcon) dengan Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Dirjen PSDKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP RI) TB. Haeru Rahayu dan jajarannya yang dilaksanakan di Ruang Rapat Cenderawasih Kantor Bupati Tapanuli Tengah, Rabu (13/05/2020).

Rapat virtual ini dilaksanakan sebagai bentuk tindak lanjut dari permohonan hibah barang bukti kapal tindak pidana perikanan yang telah berkekuatan hukum tetap (inkrahct) yang ditujukan kepada KKP RI, yang peruntukannya akan digunakan sebagai kapal nelayan, riset, dan pendidikan, serta aktivitas kemanusiaan.

Pada kesempatan itu, Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani menyampaikan terima kasih atas terselenggaranya rapat membahas tindak lanjut atas permohonan hibah kapal yang diinisiasi KKP RI melalui Dirjen PSDKP dan siap untuk memenuhi ketentuan dan prosedur yang berlaku sehingga kapal-kapal itu dapat dimanfaatkan oleh Nelayan Tapteng.

Pada Rapat virtual itu, turut hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Drs. Hendri Susanto Lumbantobing, M.Si, Plt. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Tapteng M. Ridsam Batubara, S.Pi beserta jajaran, dan Kepala Bagian Protokoler dan Komunikasi Pimpinan Setda Tapteng Darwin Pasaribu, S.Sos.

Rapat virtual itu juga dihadiri, Sekretaris Ditjen PSDKP, Direktur Penanganan Pelanggaran Ditjen PSDKP KKP RI Drama Panca Putra, dan jajaran Ditjen PSDKP KKP RI, Direktur Eksekutif Lembaga Kelautan dan Perikanan Indonesia (LKPI), Rektor Universitas Padjajaran, Rektor Universitas Jenderal Soedirman, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Indonesia, Direktur Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya, Ketua Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT), Ketua Yayasan Lembaga Reformasi Kerukunan Keluarga Sulawesi Tenggara - Maluku, beberapa Ketua Koperasi Nelayan di Indonesia, dan peserta lainnya.

 "H.Htg"Trans Aktual