Selasa, 31 Maret 2020 | 19:15 WIB

LSM Patriot Indonesia : Bebaskan Siti Fadillah Supari

foto

 

LSM Patriot Indonesia : Bebaskan Siti Fadillah Supari.


TransAktual,

LSM Patriot Indonesia (PI) melalui Ketua Umum nya M.Darwiss Meminta Presiden RI  Membebaskan Siti Fadilah Supari, Menkes RI 2004 - 2009 yg kini masih ditahan.

Siti Fadilah Supari pernah berjasa bagi Negeri ini karena sukses mengatasi Flu Burung, H5N1 yang menelan banyak korban,  diperkirakan 349 rb jiwa di Seluruh Dunia menjadi korban flu burung antara thn 2004 - 2009.

Perserikatan Bangsa - Bangsa :

Lebih jauh dikatakan, PBB saja sudah menyerukan kepada Iran agar membebaskan 85.000 tahanan berkaitan merebaknya Virus Covid - 19/ Virus Korona.

Siti Fadilah Supari (71) diharapkan dapat memberikan masukan penanggulangan Virus Korona yg sedang melanda Dunia, khususnya untuk NKRI. Pemikiran jenius dari seorang anak Bangsa seperti Siti Fadilah Supari  sangat diperlukan, berbagai Renstrakes (Rencana Strategi Kesehatan) di Republik ini pernah dibuat & dikerjakan bersama para medis, sudah sepantasnya Siti Fadilah Supari dibebaskan.

Siti Fadilah Supari.

Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari diduga menyalahgunaan wewenang dalam kegiatan pengadaan alat kesehatan ( alkes) guna mengantisipasi kejadian luar biasa (KLB) tahun 2005, pada Pusat Penanggulangan Masalah Kesehatan (PPMK) Departemen Kesehatan.

Siti membuat surat rekomendasi mengenai penunjukan langsung. Penyalahgunaan wewenang tersebut menyebabkan kerugian keuangan negara sekitar Rp 6.148.638.000. (tuduhan JPU....red)

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) Febri Diansyah mengungkapkan bahwa mantan Menteri Kesehatan, Siti Fadilah Supari, telah mengembalikan uang sebesar Rp 1,350 Miliar kepada negara melalui KPK. Uang tersebut merupakan pengganti dari penerimaan berupa Mandiri Traveller Cheque (MTC) dalam kasus korupsi pengadaan alat kesehatan ( alkes) tahun 2005. "Informasi yang kami terima, terdakwa Siti Fadilah Supari mengembalikan uang ke negara melalui rekening KPK sebagai titipan uang pengganti atas penerimaan MTC sejumlah 1,350 miliar," ujar Febri saat memberikan keterangan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (8/6/2017). Menurut Febri, uang tersebut disetorkan ke rekening KPK pada Selasa (6/6/2017) lalu. Informasi mengenai pengembalian uang itu pun, kata Febri, disampaikan pada hakim tipikor sebagai lampiran dari nota pembelaan atau pledoi Siti. "Uang itu disetor ke rekening KPK pada hari selasa dan disampaikan kepada hakim sebagai lampiran pembelaan terdakwa," ucap Febri. Dalam kasus tersebut, Siti didakwa melakukan penyalahgunaan wewenang sehingga menyebabkan kerugian keuangan negara sekitar Rp 6.148.638.000. Baca: Soal Aliran Dana Rp 600 Juta ke Amien Rais, Ini Tanggapan Siti Fadilah Menurut jaksa, dalam kegiatan pengadaan alkes untuk mengatasi KLB pada tahun 2005, Siti membuat surat rekomendasi mengenai penunjukan langsung. Ia juga meminta agar kuasa pengguna anggaran dan pejabat pembuat komitmen, Mulya A Hasjmy, menunjuk langsung PT Indofarma Tbk sebagai perusahaan penyedia barang dan jasa. Siti Fadilah juga didakwa menerima suap sebesar Rp 1.875.000.000.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kasus Alkes, Siti Fadilah Supari Kembalikan Rp 1,350 Miliar kepada KPK ", https://nasional.kompas.com/read/2017/06/08/20580621/kasus.alkes.siti.fadilah.supari.kembalikan.rp.1.350.miliar.kepada.kpk..
Penulis : Kristian Erdianto
Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) Febri Diansyah mengungkapkan bahwa mantan Menteri Kesehatan, Siti Fadilah Supari, telah mengembalikan uang sebesar Rp 1,350 Miliar kepada negara melalui KPK. Uang tersebut merupakan pengganti dari penerimaan berupa Mandiri Traveller Cheque (MTC) dalam kasus korupsi pengadaan alat kesehatan ( alkes) tahun 2005. "Informasi yang kami terima, terdakwa Siti Fadilah Supari mengembalikan uang ke negara melalui rekening KPK sebagai titipan uang pengganti atas penerimaan MTC sejumlah 1,350 miliar," ujar Febri saat memberikan keterangan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (8/6/2017). Menurut Febri, uang tersebut disetorkan ke rekening KPK pada Selasa (6/6/2017) lalu. Informasi mengenai pengembalian uang itu pun, kata Febri, disampaikan pada hakim tipikor sebagai lampiran dari nota pembelaan atau pledoi Siti. "Uang itu disetor ke rekening KPK pada hari selasa dan disampaikan kepada hakim sebagai lampiran pembelaan terdakwa," ucap Febri. Dalam kasus tersebut, Siti didakwa melakukan penyalahgunaan wewenang sehingga menyebabkan kerugian keuangan negara sekitar Rp 6.148.638.000. Baca: Soal Aliran Dana Rp 600 Juta ke Amien Rais, Ini Tanggapan Siti Fadilah Menurut jaksa, dalam kegiatan pengadaan alkes untuk mengatasi KLB pada tahun 2005, Siti membuat surat rekomendasi mengenai penunjukan langsung. Ia juga meminta agar kuasa pengguna anggaran dan pejabat pembuat komitmen, Mulya A Hasjmy, menunjuk langsung PT Indofarma Tbk sebagai perusahaan penyedia barang dan jasa. Siti Fadilah juga didakwa menerima suap sebesar Rp 1.875.000.000.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kasus Alkes, Siti Fadilah Supari Kembalikan Rp 1,350 Miliar kepada KPK ", https://nasional.kompas.com/read/2017/06/08/20580621/kasus.alkes.siti.fadilah.supari.kembalikan.rp.1.350.miliar.kepada.kpk..
Penulis : Kristian Erdianto



( Patriot Indonesia/TransAktual)