Selasa, 2 Juni 2020 | 03:55 WIB

Desa Jati Reja, Cikarang Timur Bekasi : SekDes dipecat, Kabuur Gondol Berkas Kantor Desa (?)

foto

PI/TransAktual

Setelah terjadi perseteruan yang cukup panjang, dengan saling melempar argumentasi masing masing, akhirnya Sekretaris Desa (SekDes) Jati Reja UJ dipecat oleh Kepala Desa (KaDes) berdasarkan rapat yang dilakukan pada hari Jum'at 28/2/20 yang lalu, dikantor Balai Desa Jati Reja Cikarang Timur Bekasi.

UJ kabur karena takut dilaporkan ?

Mantan SekDes UJ meradang karena jabatan sebagai SekDes diturunkan menjadi Staf Pemerintahan Desa, UJ pun melayangkan Surat ke Camat Cikarang Timur pada tgl 9/3/20 memohon dirinya dikembalikan menjadi SekDes. Sampai sekarang surat itu tidak ditanggapi oleh Camat Cik Tim, Hj.Ani Gustini, lebih jauh UJ sering berkoar - koar kepada berbagai pihak, merasa dirinya putra Dearah, karena lahir & besar di Ds.Jati Reja.

“Hari gini udah gaa ada putra - putri Daerah mas, kita semua putra - putri NKRI” Ujar seorang tokoh Nasional, apalagi Suwandi sebagai KaDes sudah 12 thn menjadi Ketua RW dilingkungan Ds,Jati Reja, Cikarang Timur Bekasi.

Suwandi sebagai KaDes Jati Reja punya wewenang menurunkan jabatan si UJ, justru jika dipecat dari PemDes,  KaDes bisa kena pasal, Ujar ahli Pemerintahan,

Tapi jika UJ yg kabur sendiri, melarikan diri, tidak lagi masuk kantor. sebaik nya dia mundur aja dari pada jadi pembuat kisruh. Kini UJ sudah jarang masuk kantor Desa, diduga dia kabur & membawa berkas-berkas (?) yang berkaitan dengan tugasnya terdahulu, sebagai SekDes.

Rencananya dalam waktu dekat Salahsatu  LSM Pemerhati Program Jokowi Bermaksud membuat Laporan resmi kepada pihak yg berwajib terkait program yang dicanangkan Presiden Jokowi tentang PTSL,

Sebagai LSM Pemerhati, Kami tidak mau kompromi dengan  "Maling Uang Rakyat" biaya ptsl cuma Rp 150 rb kog harus bayar 5% X Luas Tanah X NJOP ??, ujarnya.

Gaa peduli dia KaDes, SekDes, Blekedes, Brekeles, jika terbukti membuat susah rakyat, mengulur - ngulur waktu "Klarifikasi Temuan dengan media " lebih baik segera dilaporkan supaya masuk  krangkeng aja, biar Pengadilan yg menentukan Kades atau mantan Sekdes yg merugikan warganya, atau memang keduanya terlibat permainan kotor PTSL (?)

"Kita tunggu KaDes & mantan SekDes muncul di Kantor Desa, biar lebih mudah di iikat Ujar Pemerhati Kebijakan Presiden Jokowi," ujar Lsm tersebut, dan   sebagai perbandingan, di Jawa Tengah hanya menaik kan PTSL menjadi Rp 600 rb meringkuk di LP, yg ini lebih dari jumlah Rp 600 rb.

KaDes Jati Reja, Suwandi tidak dapat dihubungi di Kantor Kades, karena pulang Kampung ke Trenggalek Jatim, menghadiri pemakaman Nenek nya yang meninggal Dunia Rabu 18/3 pkl 16.34 (Innalillahi wainna ilaihi rojiun....red)

" Aku Pulkam, Nenek meninggal”, ujar nya lewat telp Selurer.

(PI/Transaktual.com)