Selasa, 2 Juni 2020 | 03:20 WIB

Maling teriak, maliiiing......Pertikaian Kades vs Sekdes - Ds, Jati Reja. (Melawan lupa)

foto

www.transaktual.com

Pertikaian antara Kades vs Sekdes Desa Jati Reja Bekasi terus berlanjut, kini kedua nya saling serang dan saling membongkar penyimpangan yang dilakukan masing".

Ketua Badan Permusyawatan Desa (BPD) Jati Reja, Eko mengatakan, bahwa Kami ingin agar Desa Jati Reja tentram dan damai, jika ditemukan penyimpangan PTSL yang dilakukan oleh oknum Pemdes, baik nya ditempuh sesuai hukum yg berlaku, saya harus netral memandang persoalan yang ada.

Soal Kades Suwandi menurunkan jabatan SekDes Udi Jaelani menjadi Staf Pemerintahan hari Jum'at 28/2/2020,yang lalu, tentu punya alasan yg tepat, Udi pun meradang tidak terima, merasa dirinya diperlakukan sewenang - wenang " saya tidak mau mundur & tidak mau keluar dari ruangan ini, Ujar nya pada PI lewat telepon selurer jalur w'a, Keputusan itu tidak Sah Karena dilakukan dalam rapat yang tidak dihadiri oleh Pemdes Jati Reja,”

Lebih jauh, bahwa Udi Jaelani benar mengirimkan surat kepada Camat Cikarang Timur, memohon agar Hj.Ani Gustini selaku Camat segera menganulir jabatan SekDes Desa Jati Reja atau dikembalikan kepada dirinya seperti semula,...... ngemis jabatan nii yeeee ....ujar seorang pewarta seraya berkelakar,

Sementara Eko mengatakan, lebih baik dia mengundurkan diri dari pada berbuat yg aneh-aneh.

Saling Serang, buka" an :

Udi Jaelani menyerang Suwandi lewat berbagai infomasi yg disampaikan kepada para pewarta & LSM :

* Diduga Suwandi terima uang Rp 250 jt dari PT.Jababeka Tbk untuk menerbitkan surat tidak sengketa, tetapi sampai sekarang surat itu tidak dibuat oleh Suwandi.

*Suwandi diduga juga menyewakan Tanah Kas Daerah (TKD) Rp 80 jt, uang nya ditelan sendiri, semula uang hasil sewa TKD diperuntuk kan merehab Mesjid Raya Desa Jati Reja, tapi nyata nya, Disikat juga.

* Ada indikasi bahwa uang seragam Perangkat Desa sejumlah Rp 72 jt dilibas Suwandi. Tetapi Semua tudingan Udi Jaelani terhadap Suwandi dibantah oleh Eko, Ketua BPD Jati Reja.

Selain menurunkan jabatan Udi Jaelani menjadi Staf Pemerintahan, Suwandi juga menuding Udi Jaelani menyikat uang PTSL sebanyak Rp 60 jt melalui Ketua RT 01/RW 01 & RT 02/RW 01 Dusun Jati Rejo, ketika dikonfirmasi, Udi mengelak, "semua sudah saya kembalikan" ujar nya, sambil tersenyum, seorang pengacara senior mengomentari, berarti sudah jelas ada niat mencuri, pengembalian uang yg sudah sempat disikat tidak mengurangi pidana nya Bos...!!!, maliing ngaku, penjara penuh, gaa ngaku aja penjara over kapasitas.

Semua Dokumen yg berkaitan dengan SekDes sudah saya angkut & singkirkan dari kantor, termasuk SK Pengangkatan sebagai SekDes & Dokumen" rahasia lainnya, ujar Udi.

Seorang Tokoh Masyarakat Ds Jati Reja mengatakan, dua - dua nya harus mundur ajalah sebelum dimunculkan pidananya, atau sebaliknya dipidanakan dulu, Ujar sang tokoh,

lebih jauh dikatakan kedua nya pada doyan main "Black Magig alias Ilmu Hitam"

hal ini dibantah Udi Jaelani, "saya tidak pernah main begituan Bung, imbuh nya, sementara Suwandi sampai sa'at ini sulit dihubungi, Beliau sedang berada di Jawa Timur, Ujar Eko menutup pembicaraan.

 

(PI/Transaktual)