Selasa, 2 Juni 2020 | 02:53 WIB

Ketum Lsm Penjara PN ; Serli Tetap Divonis In-absentia 1 Tahun 6 Bulan Penjara oleh PN Bandung

foto

 

Serli Herawati, Tahanan Kabur Ketum Lsm Penjara PN, Kajari Bandung, Serli Herawati.

Serli Herawati, Tahanan Kabur Tetap Divonis In-absentia, 1 Tahun 6 Bulan Penjara oleh PN kls.1a khusus Bandung, dan Yang bertanggung jawab, Harus Diberi Sanksi.

www.transaktual.com

Meski keberadaannya belum ditemukan, PN klas.1a Khusus Bandung telah menjatuhkan vonis terhadap Serli Herawati, seorang tahanan yang kabur dan belum tertangkap kembali hingga saat ini.

Vonis Serli digelar pada Selasa (3/3/202/) lalu di PN Bandung. Pada putusannya majelis hakim menyatakan Serli terbukti bersalah melakukan pencurian sesuai dengan Pasal 362 KUHP Jo Pasal 65 ayat 1 KUHP tentang pencurian.

"Menjatuhkan pidana pada terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama satu tahun dan enam bulan," kata hakim berdasarkan putusan pengadilan yang dilansir melalui website SIPP PN Bandung.

Kasi Pidum Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandung Guntur Wibowo membenarkan adanya pembacaan vonis tersebut. "Kemarin sudah di bacakan," kata Guntur saat dikonfirmasi, Jumat (13/3/2020).

Saat sidang putusan digelar, memang terdakwa tidak dihadir. Pasalnya hingga saat ini, terdakwa masih dalam status melarikan diri.

Namun hal itu sah saja. Guntur mengatakan vonis bisa dibacakan meski tanpa dihadiri terdakwa. Hal itu merujuk pada Pasal 12 Undang-undang Kehakiman.

"Bisa dilaksanakan putusan tanpa hadirnya terdakwa," tuturnya.

Pencarian terhadap Serli pun, saat ini masih berlanjut. Guntur menyebutkan saat ini tim kejaksaan sudah bergerak untuk mencari keberadaan tahanan itu.

Ditemui terpisah, Ketua Umum Lsm Penjara PN, mengatakan bahwa bisa saja di vonis in-absentia, tetapi fisik atau terdakwanya harus tetap dicari sampai dapat, sebab ada sanksi administrasi bagi Jaksa Fr yang seharusnya bertanggung jawab, juga para pengawal tahanan. “Semua harus jelas dan transparan, jangan ditutup tutupi, yang salah katakan salah,” ujar Bang Ipul Ketum Lsm Penjara PN. Informasi yang diperoleh dilingkungan Pengadilan Kls.1 a Khusus Bandung mengatakan bahwa, kurangnya koordinasi antara pihak PN dengan Kejaksaan sehingga Tersangka bisa kabur dari kerumunan pengunjung sidang.

Kalo si terdakwanya kabur dari depan Majelis Hakim dan didalam ruangan sidang,  sidang tengah berlangsung, itu ada kemungkinan kecerobohan ada pada Hakim dan pihak keamanan PN” ujar Wasdi SH,MH, yang juga Humas di PN Bandung, memberi jawaban atas pertanyaan wartawan.

Kecerobohan yang sangat fatal adalah ketika prosedur tetap, tidak dijalankan dengan baik dan benar, para tahanan dipakaikan borgol, baju tahanan dikawal, jadi kecil kemungkinan kabur, apalagi ada Jaksa yang mendampingnya, saya denger terlambat untuk datang ke PN” ujat Ketum Lsm Penjara PN.

Menurut Eli Sinaga, yang juga pemerhati masalah sosial dan sering berada di PN Bandung, menyesalkan terjadinya peristiwa kaburnya tahanan yang akan disidangkan, “Beberapa waktu lalu, ada Tahanan yang kabur, sekarang terjadi lagi, perlu diberi hukuman sebagai efek jera atas keteledoran jaksa Fr, yang mendampinginya, tapi sekarang saya lihat setiap tahanan yang akan di sidangkan, sudah dilengkapi Baju Tahanan dan di borgol, dikawal sesuai protap” Ujarnya pada wartawan.

“Lagian kan sudah pernah dihukum, sudah jadi residivis, seharusnya ekstra hati hati” sambung Eli Sinaga.

Pada berita sebelumnya, terungkap, Serli saat melarikan diri, petugas Kejaksaan tidak memborgol dan tidak memakaikan rompi tahanan terhadap tahanan wanita itu.

Saat kabur, Serli memanfaatkan keramaian pengunjung sidang. Waktu petugas lengah, ia berbaur dengan para pengunjung dan langsung melarikan diri.

Petugas baru tahu Serli kabur, setelah memasukan seluruh tahanan ke ruangan di Pengadilan. Saat itu dari 16 tahanan, hanya ada 15 orang yang ada di ruangan. Sempat di cari disekitaran pengadilan, namun Serli lenyap hingga hari ini.

(edi/transakt)