Senin, 28 Sepember 2020 | 10:03 WIB

Adian Napitupulu dan Memo Hermawan (PDI-P), Soroti Kinerja Gubernur Jabar, Ridwan Kamil

foto

 

Ilustrasi, Adian, Memo dan kang emil...

www.transaktual.com

Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan dari dapil Kabupaten Bogor Adian Napitupulu menilai Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil alias Kang Emil belum mencatat prestasi yang luar biasa selama ini.

Meski, diakuinya Kang Emil cukup populer.  "Prestasi luar biasa belum terlihat, belum terdengar, tetapi populer iya. Nah, untuk ke depan tergantung kinerja beliau," ujar Adian dalam program 'Ngomongin Politik (Ngompol)' yang tayang di jpnncom.

Anggota Komisi I DPR itu juga merasa tidak yakin Kang Emil bakal menjadi magnet bagi generasi milenial di Pemilihan Presiden 2024 mendatang.

Pasalnya, sulit menebak kemauan anak-anak zaman sekarang. Tidak cukup ketika seseorang mengikuti apa yang menjadi trend, lantas bakal disukai generasi milenial.

Misalnya, aktif di media sosial seperti yang dilakukan Kang Emil, tidak bisa menjadi patokan menjadi magnet bagi generasi milenial memilih Kang Emil nantinya.

"Apakah akan mampu menjadi magnet bagi generasi milenial, saya enggak yakin. Dalam politik kalau mau meningkatkan popularitas, ya boleh-boleh saja. Bahkan mungkin banyak, misalnya ada istilah panjat sosial. Cuma saya kira hal-hal seperti itu tidak cukup. Jadi, bagaimana peluang Ridwan Kamil di Pilpres 2024, ya tergantung bagaimana dia di empat tahun ke depan," ucapnya.

Pentolan aktivis'98 ini kemudian membandingkan kebiasaan Kang Emil dan Ketua DPR Puan Maharani dalam menggunakan media sosial. Dimana Puan tidak se-aktif Kang Emil yang kerap mengomentari banyak hal. Hal tersebut dinilai menjadi salah satu kelebihan Mbak Puan.

"Saya kira salah satu kelebihan Mba Puan, dia kerja, ya kerja saja. Kan mengukur ambisi seseorang, di antaranya bisa dilihat dari bagaimana orang itu mengejarnya. Kalau Mba Puan santai saja, enggak pansos. Di medsos ini kan siapapun bisa menjadi apa pun, tetapi belum tentu itu merupakan jatidiri aslinya," pungkas Adian.

Kepemimpinan Ridwan Kamil Tak Punya Orientasi Jelas

Ridwan Kamil pun dianggap tidak tahu permasalahan yang perlu mendapatkan penanganan oleh pemerintah. Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Barat (Jabar) Memo Hermawan. Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Barat (Jabar) Memo Hermawan menilai kepemimpinan Gubernur Jabar Ridwan Kamil tidak memiliki orientasi yang jelas.

Ridwan Kamil pun dianggap tidak tahu permasalahan yang perlu mendapatkan penanganan oleh pemerintah. "Kami, 20 anggota fraksi yang ada di DPRD ini, menilai gubernur tidak punya orientasi untuk pembangunan Jabar yang jelas. Dia (Ridwan Kamil) tidak bisa mendiagnosis, Jabar ini kekurangannya apa," kata Memo Hermawan, baru-baru ini. 

Menurut dia, dalam penyusunan APBD Jabar 2020 terdapat banyak kekurangan, seperti di sektor pendidikan dan kesehatan yang kurang mendapat perhatian pemerintah dari sisi anggaran. Memo juga menyoroti minimnya perhatian pemerintah pada sektor pertanian. Padahal, sejumlah komoditas pertanian sangat dibutuhkan masyarakat Jabar.

"Terutama di Jabar ini ketergantungan dari komoditas makanan yang dimakan oleh masyarakat Jabar. Hampir semua komoditas yang ada di Jabar itu impor atau dari daerah luar. Baik daging, kacang-kacangan, yang ada cuma beberapa saja. Nah, gubernur tidak melihat hal ini," tuturnya.

Dari sisi kebijakan, Memo menilai, Ridwan Kamil seakan-akan bukanlah gubernur yang terikat oleh perundang-undangan. Dia menilai Ridwan Kamil cenderung seperti seorang yang bermimpi menjadi sultan. Hal itu tampak dalam pembentukan Tim Akselerasi Pembangunan (TAP) tak punya payung hukum (?), yang jelas.

Namun, Memo belum mau berbicara mengenai hak interpelasi dewan kepada Ridwan Kamil. “Soal itu (interpelasi) perlu dikaji dengan baik oleh Fraksi PDI Perjuangan bersama partai, maupun dengan fraksi lain di DPRD Jabar,” kata Memo.

(gesuri/transakt)