Rabu, 27 Mei 2020 | 09:31 WIB

Forum Perangkat Daerah Diskominfoarpus Kota Cimahi

foto

 

Forum Perangkat Daerah Diskominfoarpus Kota Cimahi.

Cimahi,Transaktual

Kepala Diskominfoarpus Kota Cimahi Drs. Harjono mengatakan bahwa peserta FPD adalah dari Rapi, Orari, Bidang Perpustakan,Polres, Polsek, Bunda Literasi, OPD Cimahi, Unjani, dengan Pembahasan Komunikasi dan Informatika, Persandian, Statistik kemudian Kearsipan dan Perpustakaan jadi kita tidak mungkin untuk 5 urusan ini satu hari pelaksanaannya. Jadi kami kemarin mendahului Pra forum itu 2 hari dikumpulkan semua stakeholder yang terkait dengan lima urusan ini kalau kearsipan itu semua OPD hadir.

Untuk informatika karena terkait dengan aplikasi dan infrastruktur jaringan kita undang semua OPD kemudian ada relawan. Kemudian ada beberapa Perguruan Tinggi yang kemudian untuk kali ini juga semua karena kan untuk pengamanan informasi. Kemudian untuk Perpustakaan itu ada Kampung dongeng ada Bunda literasi kita punya Penelitian di Kota, Kecamatan dan Kelurahan jadi semua Bunda literasi kita undang kemudian komunitas Ayo membaca dan seterusnya. Kemudian untuk yang Impor Komunikasi itu ada teman-teman dari Media melalui organisasi yang ada di Kota Cimahi.

Kemudian ada juga dari Orari dengan Nara Sumber yang di undang yaitu untuk literasi mangiduk yang penggiat literasi kemudian kita undang juga pembicara Toto sebagai ahli video adalah Akademisi Dosen ini digunakan untuk memberi pencerahan kepada peserta dengan konsep pengelolaan Kota secara berkelanjutan dan berdaya ( Smart City ) bukan hanya menyusun perencanaan ke depan tapi melihat target ke depan kemudian kita juga mengundang dari Kodim karena ada Persada penanganan informasi melalui pengaturan yang melibatkan unsur pengamanan ini semua stakeholders kita suarakan sebetulnya adalah pemberian materi penyajian materi dari kominfo tentang program ke depan kemudian ada ada penambahan materi tentang literasi budaya baca dan juga Smart City dan kemudian nanti diakhiri dengan kesepakatan karena sebelumnya masukkan program itu sudah dilakukan di pertemuan Pra mula dua hari, minggu yang lalu tetapi sebelum diputuskan barangkali di forum yang lebih tinggi ini ada masukan untuk merubah mangga.

"Silakan aja nanti kita sepakati menjadi karena sebetulnya forum OPD tahun ini agak unik di tengah berlakunya Permendagri yang baru tentang nomenklatur dan kode program kegiatan. Nah itu yang yang unik untuk tahun ini Jadi usulan-usulan yang biasanya langsung bisa masuk ke kode rekening dan nomor faktur yang ada ini harus disesuaikan lagi dengan Permendagri yang baru. Kalau boleh tahu itu ada ada kerja sama dengan diskusi dalam buku untuk literasi sekolah literasi itu literasi itu ya." ujarnya.

Jadi gerakan literasi Nasional gerakan literasi sekolah dan juga jadi gerakan literasi keluarga menjadi gerakan literasi nasional terdiri dari tiga, yakni  pertama gerakan literasi masyarakat kedia, gerakan literasi sekolah dan yang ketiga adalah gerakan literasi keluarga, diskominfo itu maksudnya itu di gerakan literasi masyarakat dan gerakan literasi keluarga itu bertanggung jawab di gerakan literasi sekolah, tetapi bisa saja berinteraksi misalnya tahun ini kita ada Lomba Perpustakaan terbaik sekolah kami kerjasama dengan Dinas Pendidikan.

"Kemudian untuk gerakan literasi masyarakat untuk masyarakat bekerjasama dengan sekolah melibatkan sekolah sebagai apa subjek itu, tapi punya tanggung jawab dan untungnya gerakan literasi kita lakukan gerakan literasi itu yang bekerja keras adalah dari bunda, bunda, literasi dan literasi diangkat itu di antaranya adalah untuk penguatan gerakan literasi masyarakat dan terutama di belakang gerakan literasi keluarga. Karena Bunda literasi itu sebagian besar dari bunda bunda PKK adalah Ketua TP PKK jadi masuknya ke program mantap untuk baca dengan sosialisasinya di mana itu selalu menggunakan mobil Diskominfo Kota Cimahi," ujar Harjono .

( Efri/Transaktual )