Rabu, 8 April 2020 | 00:48 WIB

Penyerobotan Paksa Pramono Prayitno Berbuntut Panjang

foto

 

Penyerobotan Paksa Pramono Prayitno Berbuntut Panjang.

www.transaktual.com

Penyerobotan Paksa yang dilakukan oleh Pramono Prayitno, terhadap Tanah seluas 240 meter, atas  Nama Budi Hartono yang berada di Jalan Mekar utama 3 A Rt 002/006, Kelurahan Mekar Wangi kecamatan Bojongloa kidul Bandung, kini berbuntut panjang.

Kantor hukum  Druk Justice yang beralamat di jalan Raya Cinunuk No 140,Rt/Rw 005/003, Cileunyi kabupaten bandung bersama kliennya Bapak Budi Hartono melakukan jumpa press, dalam jumpa press tersebut SACHRIAL SH, mewakili tim Pengacara mengatakan dan membantah bahwa klien mereka Budi Hartono, tidak pernah melakukan jual-beli tanah dengan saudara Pramono Prayitno, “pernyataan itu tidak benar, seratus persen, atau seribu persen tidak benar, pengosongan paksa terhadap tanah yang berada di jalan mekar utama No 3A kelurahan mekar wangi kecamatan bojongloa kidul Bandung,tanggal 20 Januari 2020 yang lalu itu sudah melanggar hukum, karena pengosongan paksa tersebut tanpa ada persetujuan hukum, maupun eksekusi melalui Pengadilan negeri Bandung”, lebih lanjut Sachrial SH. mengatakan bahwa mereka sebagai kuasa hukum dari Budi Hartono akan mempersiapkan langkah hukum yang di tempuh.

kuasa hukum juga mengatakan bahwa klien mereka Budi Hartono dalam hal ini menganggap bahwa PPJB (perjanjian pengikat jual beli)ini adalah perjanjian pinjaman (utang-piutang), klien kami juga tidak di beri fotocopy dari PPJB ini,namun pada kenyataannya Pramono Prayitno mensiasati dengan adanya PPJB ini.

Bapak Budi Hartono juga  mengatakan kronologi terjadinya pinjam-meminjam kepada pramono prayitno bahwa dari awal niatnya hanya melakukan pinjaman dana atau utang-piutang  kepada Pramono Prayitno, tidak ada unsur menjual aset,awal melakukan pinjaman inj terjadi tahun 2016 sebesar 2 milyar,pinjaman ini untuk modal usaha,kemudian di potong 500 juta untuk 3 bulan pembayaran bunga, dan memberikan fee kepada perantara,sehingga pinjaman itu menjadi 1,5 Milyar, tahun 2017 melakukan pinjaman lagi sebesar 4 Milyar, menjadi 3,5 milyar,karena 500 juta untuk membayar 3 bulan bunga, total pinjaman menjadi 6 Milyar, tiba-tiba sekarang  menjadi 9 milyar yang harus di bayarkan.

Budi Hartono juga mengatakan dalam melakukan pinjaman ini sudah menyertakan 2 SHM tanah,240  meter atas nama istri bapak budi hartano,karena istri sebagai pemegang hak,1495 meter atas nama uben,oleh Pramono Prayitno pinjam-meminjam ini di ikat dengan PPJB, dalam membuat perjanjian PPJB juga melibatkan Notaris. Budi Hartono sendiri menganggap   bahwa PPJB ini adalah pengikat hutang-piutang (surat pinjam-meminjam) dengan jaminan surat tanah 2 SHM.

Budi Hartono juga mengatakan bahwa beliau baru mengatahui PPJB itu adalah pengikat perjanjian jual beli setelah tanggal 20 januari 2020 telah terjadi tindakan pengosongan sepihak oleh Pramono Prayitno bersama kawan-kawannya di tanah yang di jaminkan oleh Budi Hartono kepada Pramono Prayitno.

Tim kuasa Hukum dalam keterangan terakhirnya mengatakan bahwa besok akan langsung melakukan pelaporan terhadap Pramono Prayitno yang telah melakukan penyerobotan lahan milik klien mereka,kuasa hukum juga mengatakan bahwa saudara/saudari Yuni Esmawati dan Pramono Prayitno  telah melakukan tindak Pidana sebagaimana di atur dalam pasal 263,266,385 KUH Pidana,besok kami akan menghadap ke polda Jawa Barat, untuk buat laporan ujar kuasa hukum mengakhiri jumpa press.

(Yansan P/transakt)