Sabtu, 15 Agustus 2020 | 18:30 WIB

Ormas LMP Demo Kantor PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi, Tuntut Dirut Mundur

foto

 

Aksi Ormas LMP melakukan demo di depan kantor PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi di Tegal Danas, Cikarang Pusat, Kamis (9/1/2020) siang..

TransAktual - CIKARANG:

Ratusan massa dari Ormas Laskar Merah Putih (LMP) Kabupaten Bekasi menggelar aksi di depan kantor Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bhagasasi. Mereka membawa empat tuntutan dalam aksinya.

Diantaranya, berhentikan Usep Rahman Salim sebagai Direktur Utama beserts dinastinya yang dinilai gagal memajukan PDAM Tirta Bhagasasi. Berlakukan PP No. 54 Tahun 2017 Bab V Pasal 30. Tolak adanya penyertaan modal. Audit harts kekayaan Usep Rahman Salim selama menjabat direktur utama PDAM Tirta Bhagasasi.

Dalam orasinya, Kamis (9/1/2020), Koordinator Aksi Ganjar Guntoro mendesak mundur direktur. Terlebih, mereka menolak penyertaan modal sebelum dilakukannya pemisahan aset.

Ganjar juga membeberkan era kepemimpinan Direktur Usep Rahman Salim dalam mengelola PDAM Tirta Bhagasasi yang dianggap kurang mampu meningkatkan kemajuan dan perkembangan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut.

Padahal hampir tiap tahun, Pemkab Bekasi menggelontorkan anggaran penyertaan modal yang tidak sedikit jumlahnya. 

"Hampir 14 tahun Direktur Usep pimpin PDAM Tirta Bhagasasi," ujar Ganjar.

Selain itu, pelayanan dan kepuasan pelanggan dinilai masih banyak dikeluhkan. Terlebih terhadap empat kecamatan yang setiap musim kemarau, selalu kekurangan air seperti di Bojongmangu, Cibarusah, Tarumajaya dan Serang Baru.

"PDAM Tirta Bhagasasi bisa dikatakan tidak bisa memberikan keuntungan yang signifikan buat Penkab Bekasi," tambah Ganjar.

Ia menambahkan, banyak persoalan internal di PDAM yang merupakan perusahaan plat merah itu mulai dari akuisi antara Pemkab Bekasi dengan Pemkot Bekasi yang juga belum kunjung selesai sampai persoalan hutang PDAM ke sejumlah perusahaan dan rekanan-rekanan belum terbayarkan. 

Pantauan TransAtual massa aksi datang sekitar pukul 11.00 WIB. Mereka membawa spanduk dan karton yang bertuliskan empat tuntutan tersebut. 

Aparat kepolisian dari Cikarang Pusat dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) buat Pagar betis ungkap.

(Harry. TransAktual)