Senin, 28 Sepember 2020 | 09:37 WIB

Yayasan Belajar dan Lsm Gerak Cepat Membebaskan Pasung Terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa

foto

 

Yayasan Belajar Bersama dan Lsm Gerak Cepat Membebaskan Pasung Terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) Di Ciamis Jawa Barat.

 www.transaktual.com

Yayasan belajar Bersama dan Lsms Gerak cepat di ciamis melakukan pembebasan terhadap Orang Dengan gangguan Jiwa,Pembebasan pasung terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa di dua desa, desa budi harja dan desa budi asih kecamatan sindang kasih,yayasan belajar bersama dan Lsm gerak cepat membebaskan 4 korban pasung atas nama Ade hidayat,dan yadi dari desa budi asih,Agus dani dan Ai popon dari desa budi harja ini yang merupakan kakak beradik,pembebasan pasung terhadap ODGJ ini di pimpin langsung oleh ketua Yayasan belajar Bersama dan Lsm gerak cepat Kang Taryan dan Bersama ketua Yayasan belajar bersama cabang Ciamis Kang Ase, pembebasan pasung ODGJ ini di saksikan anggota dewan komisi 4, Kang Yogi dari fraksi PDI Perjuangan DPRD kabupaten Ciamis, kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis dr.Bayu dan Direktur Rumah Sakit Jiwa Cisarua dr.Eli yang sudah bekerjasama dengan yayasan belajar bersama dan Lsm gerak cepat,sangat konsen untuk melaksanakan bebas pasung tahun 2020 untuk kabupaten ciamis,

jumlah ODGJ(orang Dengan gangguan Jiwa) dikabupaten ciamis 1700 (seribu tujuh ratus orang) kata kang yogi anggota  dewan komisi 4 fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten  Ciamis kang yogi juga berencana akan membuat panti rehab bagi penderita ODGJ yang nantinya bekerjasama dengan yayasan belajar bersama supaya Penderita  ODGJ yang sudah pulang dari ruma sakit jiwa mereka tidak langsung di pulangkan  ke rumah tapi  masuk dulu panti rehabilitasi.

Ketua yayasan belajar bersama kang taryan  mengatakan siap untuk membantu membuka panti rehab yang dicita citakan oleh Yayasan belajar bersama dan Lsm gerak cepat bersama tim.

Ibu Sri pujiawati pengurus Yayasan belajar bersama mengatakan untuk masa pemulihan ODGJ memang harus direhab terlebih dahulu,pengalaman dilapangan banyak masyarakat dan keluarga yang menolak kepulangan para pasiennya dikarenakan sudah trauma takut kambuh kembali dengan adanya panti reham minimal mereka bisa mandiri dan punya keahlian yang didapatkan dari panti, dengan jumlah ODGJ sebanyak itu kepala dinas kesehatan kabupaten ciamis dr.Bayu mengatakan dinas kesehatan kabupaten Ciamis  sangat kewalahan dan kemungkinan masih ada yang dipasung. Gerakan sosial yang akan dilakukan memberikan pemahaman kepada warga masyarakat supaya melaporkan jika ada yang dipasung, dan akan memberikan sosialisasi kesetiap desa ,dan desa akan dibentuk tim  siaga jiwa bersama S T O P pemasungan di kabupaten ciamis.

Yansen/Transaktual