Kamis, 27 Februari 2020 | 19:01 WIB

Kepsek SMAN di Bekasi, RY diduga Lakukan Gratifikasi Untuk Peroleh Jabatan Kepala Sekolah

foto

 

Kepsek SMAN di Bekasi, RY diduga Lakukan Gratifikasi Untuk Peroleh Jabatan Kepala Sekolah.

www.transaktual.com

RY melarang keras wartawan menulis persoalan perolehan Jabatannya manjadi Kepsek SMAN di Bekasi, “Saya berjuang dari Bawah” ujar nya ketika ditemui PI, Hari Senin 30/12/2019, kemarin, lebih jauh RY menuding penerbit mendapat pesanan Berita dari orang yang Tdk suka padanya. “Ada orang orang tertentu yang kurang dapat menerima, saya diangkat sebagai Kepsek” ujar RY.

RY beranggapan bahwa Penerbit Media Cetak, Media Elektronik & Media Sosial bisa saja dibayar agar menulis Berita sesuai pesanan, samantara PI mjelaskan bahwa  Penerbit bukan Tkg pukul, ada rambu rambu yang harus dipatuhi kalo Tidak mau kena delik. Sebalik nya, jika ada temuan, harus terlebih dulu dikonfirmasi kembai Kepada terduga. RY juga menuding, apa Sudah Tidak ada lagi kerjaan wartawan menulis berita yang Sudah 3 tahun berlalu ?

Mengacu Pada Dasar Hukum : Undang – Undang RI No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.- Undang – Undang RI No. 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang bersih dan bebas KKN.- Undang – Undang RI No. 31 Tahun 1999 Jo Undang-Undang RI No. 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi. Dan Peraturan Pemerintah RI No. 71 Tahun 2000 tentang Tata Cara Pelaksanaan Peran Serta Masyarakat dan Pemberian Penghargaan Dalam Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sementara itu dijelaskan PI bahwa tindak Pidana KKN itu peristiwa yg Sudah berlalu, kalo didepan, itu pendaftaran Buu......dialog yg agak menegangkan itu terjadi di ruang Kepsek SMAN 18 Tempat dimana “Ratu ngomel” menjabat Sebagai Kepsek.

End, Staf Humas SMAN 18 Tidak luput dari Omelan Kepsek, “Saya diomelin Pak”, ujarnya ketika PI Datang menemui Kepsek, RY, “gara-gara" Bapak Saya dimarahi Ibu Kepsek, ujar End, menurut AM.Yusuf, seorang Pemerhati Hukum di Jawa Barat, mengatakan bahwa hal ini harus ditindak lanjuti kemeja hijau, jika terbukti merugikan Keuangan Negara bisa saja RY mendekam dalam sel, “Kami harus bekerja keras mengumpulkan bukti" termasuk infomasi yang akurat dari SMAN 8 Tempatnya dahulu mengajar Sebagai Guru biasa dengan Mapel matematika, ujar Koordintor Tim Investigasi PI.

Saya Sudah menghubungi KCD Bekasi agar RY jangan Lagi diberi kesempatan memimpin SMAN, Justru harus digiring ke Pengadilan, mepertanggung jawab kan perbuatan melawan Hukum.” sambung Ketua Tim Investigasi PI. “Bila memang RY diduga sengaja memberi upeti kepada oknum Pejabat untuk memuluskan keinginannya sebagai Kepsek, dan terbukti, tidak ada pilihan lain selain harus berhadapan dengan hukum, dianggap gratifikasi” ujar PI pada wartawan yang meminta penjelasan masalah Kepsek RY yang diduga bermasalah di SMAN di Bekasi.

“Sebagai lembaga pemerhati masalah masalah hukum dan sosial bagi ASN, kami terus memantau perkembangan dugaan gratifikasi Kepsek tersebut” ujar Ketua Tim Investigasi PI di Jawa Barat.

(berbagai sumber/transakt).