Kamis, 14 November 2019 | 06:30 WIB

Tersangka Kasus Korupsi Praperadilankan Kejati Jabar

foto

 

Tersangka Kasus Korupsi Praperadilankan Kejati Jabar.

www.transaktual.com

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar kembali dipraperadilankan oleh tersangka kasus korupsi. Setelah sebelumnya mantan Direktur Utama PDAM Karawang, inisial Y, kali ini Kejati Jabar praperadilankan oleh DP, rekanan PDAM Karawang yang dijadikan tersangka.

Sidang praperadilan itu dipimpin hakim tunggal, Pranoto. Persidangan digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jln. L.L.R.E Martadinata, Kota Bandung Senin (28/20/2019).

Dalam gugatan praperadilan disebutkan agar majelis hakim menerima dan mengabulkan permohonan praperadilan, menyatakan Surat Perintah Penyidikan Nomor : Print-468/M.2/Fd.1/07/ 2019 tanggal 22 Juli 2019 yang menetapkan pemohon sebagai tersangka tidak sah dan tidak berdasar atas hukum dan oleh karenanya penetapan a quo tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat.

Selain itu, pemohon juga meminta majelis hakim menyatakan perbuatan penyidik Kejati Jabar yang menetapkan pemohon sebagai tersangka adalah cacat hukum/bertentangan dengan hukum. Oleh karenanya, pemohon meminta penetapan tersangka a quo tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat.

Dalam gugatannya, pemohon juga menyatakan tidak sah segala keputusan atau penetapan yang dikeluarkan lebih lanjut oleh termohon (Kejati Jabar) yang berkaitan dengan penetapan tersangka.

Tak cuma itu, pemohon pun meminta majelis hakim memerintahkan kepada termohon untuk menghentikan penyidikan terhadap perintah penyidikan kepada pemohon. "Memulihkan hak Pemohon dalam kemampuan, kedudukan dan harkat serta martabatnya. Menghukum Termohon untuk membayar biaya perkara menurut ketentuan hukum yang berlaku," demikian bunyi gugatan lainnya.

Sidang tersebut rencananya akan kembali digelar pada Selasa (29/10/2019).

Lucky M. Lukman/transakt