Kamis, 14 November 2019 | 06:17 WIB

Setelah Jadi Juara Umum, Kabupaten Bandung Jadi Tuan Rumah KKSI ke XI 2019

foto

 

Setelah Jadi Juara Umum, Kabupaten Bandung Jadi Tuan Rumah KKSI ke XI 2019.

SOREANG – www.transaktual.com

Setelah menjadi juara umum, Kompetisi Kopi Spesialty Indonesia (KKSI) ke X di Yogyakarta, Kabupaten Bandung akan menjadi tuan rumah pada event ke-XI tahun 2019.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung Tisna Umaran mengatakan, 90 persen petani kopi kabupaten Bandung mengolah kopi spesialty dan juara umum pada event ditahun sebelumnya. Oleh karena itu, Kabupaten Bandung akan menjadi tuan rumah.

Menurut Tisna, event KKSI ke XI akan digelar di Gedong Budaya Sabilulungan, Soreang mulai, Kamis,17-19 Oktober 2019 mendatang. KKSI sudah dilakukan penyeleksian dari dua Minggu lalu. Sehingga ada 570 sampel kopi dari seluruh Indonesia, baik jenis Arabica dan Robusta.

”Sebanyak 570 sampel kopi ditampung di Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslitkoka) Jember Jawa Timur untuk dinilai oleh dewan juri yang dihadirkan khusus dari luar dan dalam negeri,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya di Soreang, Selasa (14/10).

Tisna mengatakan, saat ini sudah ada pengumuman yang lolos 15 besar, dari masing-masing kategori kopi Arabika olahan Natural dan Full wash, serta  Robusta. Dari tiga katagori tersebut ada tujuh Kopi asal dari Kabupaten Bandung lolos di 15 besar.

Selain itu, lanjut Tisna, rangkaian kegiatan dimulai pada hari Kamis, yaitu kegiatan jelajah Kopi di Pangalengan. Dalam kegiatan tersebut, kata dia, peserta diajak ke kebun kopi dan melihat langsung proses produksi kopi luwak di tempat pengolahannya. ”Nanti setelah itu ada gala dinner di rumah dinas bupati. Lalu ada Asia Coffe Symposium, bazar berbagai macam kopi dan bazar dari komunitas kopi,”akunya.

Tisna menjelaskan, KKSI ke-11 digelar atas kerjasama kolaborasi antara Distan, Disparbud Kabupaten Bandung, dan Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI). Dengan adanya even tersebut, dirinya berharap dapat mendorong para petani kopi Kabupaten Bandung untuk lebih percaya diri mengenalkan varietas kopinya. Selain itu, para petani kopi bisa saling sharing ilmu dari para ahli yang hadir dalam kompetisi itu. ”Kami berharap dalam kompetisi tahun ini tidak hanya menjadi juara umum seperti tahun lalu di kategori natural, tapi di kategori fullwash dan Robusta juga,”pungkasnya 

(yul/rus/transakt)