Kamis, 14 November 2019 | 05:54 WIB

Sidang Korupsi Dana Klaim BPJS RSUD Lembang, Saksi Ahli Inspektort KBB "Memang Ada Masalah"

foto

 

Koordinator jaksa dari Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Wahyu Sudrajat. (Tito Rohmatulloh/BandungKita.id).

www.transaktual.com

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat ternyata menyampaikan dugaan penyelewengan dana klaim BPJS kepada Kepala Inspektorat KBB.

Hal tersebeut diungkapkan saksi ahli dari inspektorat Kabupaten Bandung Barat, Tomy Senjaya, sebagai ketua tim Investigasi penelusuran kasus dugaan penyelewengan dana klaim BPJS RSUD Lembang, dalam sidang lanjutan yang digelar di Pengadilan Negeri Bandung, Senin (14/10/2019).

Bahwa hari ini, saksi ahli menerangkan ada kerugian negara sekitar Rp 7 Milyar, ahli menerangkan awalnya ada informasi dari kepala Dinkes yang disampaiakan kepada kepala Inspektorat, dari kepala (Inspektorat) lalu disampaikan ke tim, dan beliau ini ketuanya,” kata koordinator jaksa dari Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Wahyu Sudrajat selepas sidang.

Diberitakan sebelumnya, terdakwa yakni Kepala UPT Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) atas nama Onni Habie dan bendaharanya Meta Susanti sebagai tersangka.

Direktur RSUD Lembang diduga menggelapkan dan membawa kabur dana rumah sakit yang dikumpulkan sejak beberapa tahun lalu. Setelah diakumulasikan, dana yang digelapkan sang direktur mencapai sekitar Rp 7,7 miliar.

Informasi tersebut diakui kebenarannya oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) KBB, Hernawan. Kepada BandungKita.id, Hernawan mengatakan Direktur RSUD Lembang kini diganti

“Memang ada permasalahan soal RSUD Lembang, iya betul. Kasusnya kini sudah diserahkan ke Inspektorat,” kata Hernawan kepada BandungKita.id, Senin (26/11/2018) lalu. (Tito Rohmatulloh/BandungKita.id/transakt)

Koordinator jaksa dari Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Wahyu Sudrajat.

(Tito Rohmatulloh/BandungKita.id)