Kamis, 14 November 2019 | 05:10 WIB

Aksi Unjuk Rasa Enam Perguruan Tinggi di Kota Sibolga & Tapanuli tengah, Sebut Anggota DPRD Mandul

foto

 

Aksi Unjuk Rasa dari Enam Perguruan Tinggi di Kota Sibolga & Tapanuli tengah, Sebut Anggota DPRD Mandul.

Tapteng Transaktual.com. 

Massa yang berkumpul dari enam perguruan tinggi di kota Sibolga & Tapanuli tengah,ingin menyuarkan penolakan revisi UU KPK & KUHP yang di nilai penuh kontroversial. Jum'at, 27/09/2019.

Aksi dimulai dengan teriakan salah seorang orator Raju Firmansyah. Ia menyebutkan bahwa anggota DPRD mandul dikatakan Raju Firmansyah mandul merupakan singkatan malas mandanga (mendengar) usulan masyarakat.

massa juga terlihat mengibarkan bendera masing-masing dari enam perguruan tinggi di kota Sibolga & Tapanuli tengah.aksi ini juga mahasiswa perguruan tinggi kota Sibolga & Tapanuli tengah mendapat pengawalan ketat dari puluhan petugas kepolisian di pimpin oleh Kapolres kota Sibolga.mereka disiagakan di luar di dalam gedung DPRD kota Sibolga.

Kami meminta unsur pimpinan DPRD menemui kami bapak tidak bisa jadi pemimpin biar kami saja memimpin DPRD kota Sibolga di gedung dewan yang terhormat, itu kalau memang kalian tidak dapat bekerja dengan becus.

“Biar kami yang duduk di gedung dewan terhormat itu kalau memang kalian tidak dapat bekerja dengan becus” teriak mahasiswa.

Kami ingin berdialog dengan Pimpinan DPRD kota Sibolga. Sementara itu dua pelajar yang di tangkap polres si bolga karena membawa parang di tengah aksi demo mahasiswa masih di periksa hingga malam ini menurut Kapolres, kedua pelajar itu memberikan keterangan yang berubah-ubah.

Setelah setengah jam kemudian desakan dari massa ada lima anggota DPRD kota Sibolga terlihat keluar dari dalam gedung sementara beberapa anggota DPRD Sibolga di kabarkan sedang tugas di luar kota.

Sejumlah anggota DPRD kota Sibolga seperti rivorman Saleh manalu, Laajokhi Gulo, Herman Sini Saragih menerima perwakilan mahasiswa sesudah terjadi kesepakatan mengingat kondisi gedung DPRD Sibolga yang tidak memungkinkan menampung semua mahasiswa. di antara ratusan mahasiswa, yang  bisa masuk kedalam gedung DPRD kota Sibolga hanya utusan 40 orang, yang lainnya menuggu.  Jum'at,27/09/2019

Ada yang patut di banggakan dari aksi demo mahasiswa ini,dimana ketika suara adzan sholat ashar berkumandang para mahasiswa langsung menghentikan aksinya sampai suara adzan selesai.

Sebelum menemui massa petugas kepolisian terlebih dulu mengarah kan anggota DPRD untuk menerima petunjuk dan arahan dari Kapolres sibolga,Edwin hariandja. Hasil akhir keputusan massa tersebut, ketua DPRD kota Sibolga hari Kamis paling terlambat mengundang para mahasiswa supaya datang bertamu kembali di gedung DPRD kota Sibolga.

(Asarudi Waruwu, Transaktual.com)