Kamis, 17 Oktober 2019 | 04:32 WIB

Andri Salman Mantan Pjs Dirut PD Pasar, Diperiksa Kejari Bandung Sekitar 6 Jam

foto

 

Andri Salman Mantan Pjs Dirut PD Pasar, Diperiksa Kejari Bandung Sekitar 6 Jam

www.transaktual.com

Mantan Pjs Dirut PD Pasar Andri Salman diperiksa sekitar enam jam oleh penyidik kejaksaan negeri Bandung. Andri Salman diperiksa sebagai tersangka kasus korupsi penggelapan aset milik PD Pasar Kota Bandung dengan nilai Rp 2.5 miliar.

"Ini pemeriksaan pertama sebagai tersangka setelah sebelumnya dipanggil dua kali tapi tidak datang," ujar Kasub Sidik Pidana Khusus Kejari Bandung Theo Simorangkir saat dihubungi wartawan, Jumat, 13 September 2019.

Menurut Theo, pemeriksaan sendiri dilakukan pada Kamis, 12 September 2019, sejak pagi hingga petang. Pemeriksaan tersebut merupakan pemeriksaan lanjutan pasca ditetapkan sebagai tersangka, dan pra peradilannya ditolak di PN Bandung.

"Kemarin diperiksa dari pukul 10 pagi hingga 4 sore. Ada beberapa pertanyaan yang diajukan, seputar perkara itu saja," kata Theo.

Dari hasil pemeriksaan, lanjutnya, ada beberapa pertanyaan seputar dugaan penyelewengan dana deposit yang sama sekali tidak dibantah oleh yang bersangkutan.

Kendati begitu, hingga kini pihak nya masih melakukan pendalaman dalam kasus ini, statusnya saat ini masih dalam tahap penyidikan. "Masih ada satu saksi kunci lagi yang akan kita periksa," ujarnya.

Selain pemeriksaan saksi, Theo mengaku, Andri pun kemungkinan masih bakal menjalani pemeriksaan sekali lagi sebagai tersangka. Disinggung kapan berkas dilimpahkan, Theo mengaku tidak mau terburu-buru dalam menyelesaikan satu perkara. Namun, yang pasti Kajari menargetkan pertengahan Oktober kasus ini sudah masuk ke agenda penuntutan.

Seperti diketahui, Kejari Bandung menetapkan mantan Direktur Umum, Administrasi dan Keuangan merangkap Pj Dirut PD Pasar Bermartabat, AS, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi senilai Rp 2,5 miliar. Penetapan tersangka berdasarkan surat nomor 1633/M.2.10/Fd.1/07/2019.

AS diduga menggelapkan aset deposito milik PD Pasar Bermartabat ke bank untuk kepentingan pribadi. Berdasarkan hasil penyidikan sementara, akibat perbuatannya itu, PD Pasar Bermartabat dirugikan sekitar Rp 2,5 miliar.

Kepada tersangka AS penyidik menerapkan Pasal 8 UU RI No 31 Tahun 1999 jo UU RI No 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi.

Penetapan tersangka tersebut mendapat perlawanan, AS melalui pengacaranya melakukan praperadilan ke Pengadilan Negeri Bandung. Setelah diperiksa di persidangan hakim PN Bandung memjatuhkan putusan menolak praperadilan yang dilakukan tersangka. Atas penolakan itulah, Kejari Bandung pun melanjutkan proses penyidikannya.

Korupsi di PD Pasar Bermartabat Kota Bandung, 19 Orang Sudah Diperiksa.

Tersangka Segera Dipanggil Kejaksaan Negeri Kota Bandung yang telah menetapkan Andri Salman  selaku Direktur Umum Administrasi dan Keuangan, yang merangkap Penjabaty Dirut PD Pasar Bermartabat Kota Bandung sebagai tersangka kasus korupsi di PD Pasar Bermartabat.

Kepala Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Abdul Muis Ali mengatakan terkait kasus ini pihak kejaksaan telah memeriksa 19 orang saksi. " Saksi-saksi sudah diperiksa, jumlahnya 19 orang. Sekarang proses pemanggilan terhadap tersangka AS (Andri Salman)," kata Abdul Muis Ali.

Andri Salman ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan penyimpangan penggunaan aset deposito PD Pasar Bermartabat Kota Bandung pada tahun 2017. Proses penyidikan dilakukan sejak bulan Juni 2019. Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejari Bandung Nomor : PRINT-01/M.2.10/Fd.01/6/2019 tanggal 24 Juni 2019. Akibat dugaan penyimpangan penggunaan dana tersebut, negara mengalami kerugian senilai Rp 2,5 miliar.

Meskipun sudah ditetapkan sebagai tersangka, pihak kejaksaan belum melakukan penahanan terhadap Andri Salman. Pihaknya mengaku masih melakukan pendalaman terhadap beberapa saksi maupun terhadap tersangka.  Akibat perbuatan tersangka, pihak Kejaksaan Negeri Bandung menjeraratnya dengan pasal 8 UU No 31 tahun 1999 junto UU No 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi.

(yedi/transakt)