Jumat, 15 November 2019 | 17:38 WIB

Satlantas Tapteng Tilang Pengendara Yang Melanggar UU Lalu Lintas Dengan Melanggar PP RI No.80-2012

foto

 

Ilustrasi, Satlantas Tapteng Tilang Pengendara Bermotor Yang Melanggar UU Lalu Lintas Dengan Cara Melanggar PP RI No.80 Tahun 2012.

Tapteng (Trans Aktual)

Sungguh aneh bin ajaib cara kinerja Satlantas Polres Kab. Tapteng dalam menjalankan tupoksinya pada waktu pemeriksaan kenderaan bermotor di jalan raya pada jalur jalan yang memiliki jalur lalu lintas dua arah yang berlawanan tepatnya di jalan padang sidempuan kelurahan Sibuluan Kecamatan Sarudik Kabupaten Tapanuli Tengah yang bertentangan dengan pasal 21 dan pasal 22 ayat 1,2 dan 3 dari Peraturan Pemerintah RI No.80 tahun 2012 tentang Tata Cara Pemeriksaan Kenderaan Bermotor di jalan dan penindakan pelanggaran lalu lintas dan angkutan jalan.

Sejumlah informasi yang dihimpun wartawan Trans Aktual selama ini dari kalangan masyarakat pemakai jalan raya di Pandan Sibolga dimana polisi yang bertugas di  Satlantas Polres Tapteng sering melakukan  hal-hal yang bertentangan dengan PP RI No.80 Tahun 2012 tersebut dalam rangka pemeriksaan kendaraan bermotor di jalan secara insidental, sehingga banyak para pengendara roda dua dan empat terjebak lalu dijerat dengan surat tilang.

Atas tindakan sewenang-wenang Satlantas Kab. Tapteng tersebut banyak pengendara roda dua dan empat tidak merasa senang atas tindakan tersebut karena dinilai bertentangan dengan Pasal 21 dan pasal 22 ayat 1,2 dan 3 dari PP RI No.80 Tahun 2012 tersebut.

Padahal menurut mereka dalam bunyi peraturan tersebut bahwa : pemeriksaan kendaraan bermotor di jalan secara berkala dan insidental dilakukan ditempat dan dengan cara yang tidak menganggu keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas. Dalam penjelasannya terang berbunyi : yang dimaksud dengan “tidak menganggu keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas” misalnya tidak dilakukan di tikungan jalan. Namun anehnya petugas Satlantas Kab. Tapteng sering melanggar PP No.80 Tahun 2012 tersebut dalam menjalankan tugasnya pada UU RI No. 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan, contohnya seperti halnya yang terjadi pada razia tanggal 03 Juli 2019 yang lalu dipangkal Jembatan Sibuluan didepan Masjid Sibuluan pada Jl. Padang Sidempuan (Jl. Negara) adalah jelas tikungan jalan.

Dan paling tragisnya ada petugas harus menilang kendaraan roda dua saat itu demi pelaksanaan UU No. 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan pada pasal 281jo pasal 77, padahal pengendara tersebut telah duluan minta maaf dengan alasan terpaksa harus segera berobat ke Rumah Sakit Umum Meta Medika Sibolga setelah memperoleh surat rujukan dari Puskesmas Pandan, lalu menunjukkan surat rujukan yang dari dokter tersebut ke petugas Satlantas yang sedang melakukan razia. Anehnya petugas Satlantas tersebut tampaknya tidak peduli terhadap  pengendara yang membawa orang sakit yang harus segera mendapat pertolongan dari rumah sakit yang lebih tinggi mutunya di Sibolga, yang seolah-olah petugas Satlantas tersebut lebih tinggi menjalankan UU lalu lintas jalan dimaksud daripada tindakan secara kemanusiaan, bahkan petugas tersebut menabrak peraturan pemerintah pasal 21 dari PP RI No. 80 Tahun 2012 tentang tata cara pemeriksaan kendaraan bermotor di Jalan dan penindakan pelanggaran lalu lintas dan angkutan jalan.

Kemudian pasal 22 ayat 1, 2 dan 3 menyatakan : pada tempat  pemeriksaan kendaraan bermotor di jalan secara berkala dan insidental wajib dilengkapi dengan tanda yang menunjukkan adanya pemeriksaan kendaraan bermotor di jalan, kecuali tertangkap tangan. Ayat (2) Tanda sebagaimana dimaksud pada ayat 1 ditempatkan pada jarak paling sedikit 50 m sebelum tempat pemeriksaan. Ayat (3) Pemeriksaan yang dilakukan pada jalur jalan yang memiliki jalur lalu lintas dua arah yang berlawanan dan hanya dibatasi oleh marka jalan, ditempatkan tanda sebagaimana dimaksud pada ayat 1 pada jarak paling sedikit 50 m sebelum dan sesudah tempat pemeriksaan. Namun katanya pasal inipun ditabrak para petugas Satlantas Tapteng karena tidak ada memasang plang tanda razia sedangkan jalan Negara pada ruas jalan padang sidempuan di kelurahan Sibuluan itu adalah dua arah yang berlawanan tepatnya di tikungan pangkal jembatan Sibuluan. Hal ini sebagaimana juga diungkapkan oleh NS (55 tahun) seorang guru PNS yang sudah mengabdi ke Negara selama 33 tahun dengan gelar pejuang tanpa jasa itu didepan wartawan Trans Aktual kendaraannya di tilang meskipun dia keburu harus diantar melalui kendaraanya untuk mendapatkan pertolongan Rumah Sakit Umum Meta Medika berdasarkan rujukan dari Puskesmas Pandan yang meningkatnya kadar gulanya hingga menyerang matanya rabun namun petugas tidak mengindahkan hal tersebut tampaknya lebih mengutamakan undang-undang tersebut berjalan ketimbang nilai kemanusiaan harus ditolong meskipun ia minta maaf atas kecerobohan saat itu.

Saat diminta TransAktual tanggapannya atas kejadian yang menimpa dirinya,  Ia sangat mengharapkan perhatian Kapolda Sumatera Utara kiranya kedepan jangan menempatkan Petugas Satlantas di daerah kerjanya yang hanya tahu atau hanya mengabdi kepada UU RI No.22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan namun mengesampingkan PP RI No.80 Tahun 2012 serta mengesampingkan nilai-nilai kemanusiaan, maksudnya demi menjaga nama baik Kapolda Sumatera Utara demikian disampaikan kepada Trans Aktual kiranya kedepan tugas Kpolda Sumatera Utara semakin harum.

(dp)

Pandan, 07 September 2019

Pengirim berita, DAFTAR PASARIBU