Jumat, 15 November 2019 | 16:50 WIB

Kapoldasu Diminta Usut PKK, PA dan PT. CKM Atas Gagalnya Proyek Tembok Pengaman di Sogar Pangaribuan

foto

 

Kapoldasu Diminta Usut Segera Kasus PKK, PA dan PT. CKM Atas Gagalnya Proyek Tembok Pengaman di Sogar Pangaribuan.

Tapteng (Trans Aktual)

Masyarakat menghimbau Kapolda Sumatera Utara kiranya dapat segera mengulurkan tangannya untuk mengusut atas terjadinya kasus kegagalan konstruksi pada kegiatan RR tembok pengaman di Sogar Pangaribuan Kecamatan Andam Dewi Kabupaten Tapanuli Tengah Provinsi Sumatera Utara.

Dugaan konstruksi pada kegiatan RR tembok penahan di Sogar – Pangaribuan TA 2017 tersebut dikerjakan oleh PT. Cinta Karya Membangun dengan kontrak Rp. 2.759.781.000,- yang menjelang usia kurang 1 tahun telah tumbang (roboh) beberapa kolom tembok, sehingga tidak berfungsi lagi untuk menahan air banjir yang sering masuk ke daerah pemukiman penduduk Desa Sogar, demikian sejumlah informasi yang berhasil dihimpun wartawan Trans Aktual di lapangan.

Menurut pengamatan Wartawan Trans Aktual di lapangan belum lama ini, bahwa tumbangnya (robohnya) sejumlah tembok pengaman banjir di Desa Sogar Tersebut diduga keras akibat penyelenggara konstruksi tidak mentaati tupoksinya (tugas pokok dan fungsinya) pada tahapan pelaksanaan pekerjaan yakni sejak mulai dari pengawasannya, padahal penyelenggara pekerjaan konstruksi wajib memenuhi ketentuan tentang keteknikan, keamanan dan keselamatan dan lain-lainnya sebagaimana yang diatur dalam pasal 23 ayat 1 dan 2 dari Undang-Undang No.18 tahun 1999 tentang jasa konstruksi.

Selanjutnya pengguna jasa dan penyedia jasa wajib bertanggung jawab atas kegagalan bangunan, kegagalan bangunan yang menjadi tanggung jawab penyedia jasa sebagaimana dimaksud pada ayat 2 ditentukan terhitung sejak penyerahan akhir pekerjaan konstruksi dan paling lama 10 tahun sebagaimana bunyi ayat 1 dan 2 dari pasal 25 Undang-Undang No.18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi.

Anehnya dimana tembok pengaman banjir yang dibangun oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kab. Tapanuli Tengah itu masih berusia muda (kurang lebih menjelang 1 tahun tembok tersebut sudah tumbang / roboh beberapa kolom) sehingga tembok tersebut tidak dapat berfungsi lagi.

Selanjutnya hasil pengamatan Trans Aktual di lapangan pada bagian tembok yang roboh tersebut tampak tiang tembok tidak dimulai dari dasar pengorekan pondasi namun dimulai dibangun menempel pada atas pasangan pondasi serta slop tembok tersebut tidak pakai tulangan besi, kemudian diperkirakan pengorekan pondasi terlampau rendah sehingga saat air sungai banjir dimana air banjir melakukan pengikisan pasir yang bercampur kerikil pada dinding tembok semakin lama semakin dalam lalu tebing sungai akhirnya ternganga lalu tembok pengaman menjadi roboh/tumbang.

Atas kejadian tersebut para masyarakat setempat sangat mengharapkan uluran tangan Kapoldasu kiranya dapat segera mengusut kasus tersebut yang mana yang sangat bertanggung jawab terhadap proyek yang dibangun Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kab. Tapanuli Tengah tersebut adalah PPK nya, pengguna anggarannya dan PT. CKM selaku pelaksana proyek yang dinilai lalai dalam melaksanakan tanggung jawabnya terhadap uang Negara yang diperuntukkan kepada masyarakat sehingga tidak bermanfaat (dp).

 

Pandan, 5 September 2019

Pengirim Berita, Daftar Pasaribu/transakt.