Sabtu, 21 Sepember 2019 | 22:02 WIB

JABAR Bergerak Kawal VISI INDONESIA

foto

 

JABAR Bergerak Kawal VISI INDONESIA.

JABAR Bergerak Kawal VISI INDONESIA

www.transaktual.com

Kontestasi politik dalam rangka Pilpres 2019 di negeri ini telah menimbulkan polarisasi dalam masyarakat yang cukup menghawatirkan, yang di warnai komunikasi yang bising dan agresif, maupun kampanye yang tajam dan "divisive" (saling mencari perbedaan), dikhawatirkan antara pendukung konsestan politik akan terjadi tidak saja rasa permusuhan tapi konflik horizontal yang tajam dan berkepanjangan.

Presiden terpilih periode 2019-2024, Jokowi memiliki sense of crisis dan juga pemahaman atas masalah yang ungen dan krusial nanti bangsa ini kedepan.

Jokowi menyinggung pentingnya toleransi dan keberagaman di indonesia dan dengan tegas menekankan tidak ada toleransi bagi mereka yang mengganggu Pancasila sebagai Ideologi Bangsa Indonesia, jokowi dengan tegas menolak dan akan menghilangkan semua penghalang yang menganggu pembangunan Indonesia.

Jokowi menekankan seluruh programnya tidak akan terlaksana maksimal ketika empat pilar bangsa yaitu pancasila, undang-undang dasar 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika, di rusak oleh radikalisme,sehingga Radikalisme dan terorisme yang akan  mendelegitimasi keberadaan NKRI harus menjadi musuh kita bersama.

Jokowi telah menyiapkan 5 visi Indonesia,diantaranya

  1. Pembangunan Infrastruktur
  2. Pembangunan Sumber Daya Manusia.
  3. investasi yang di permudah dan cepat
  4. Reformasi Birokrasi
  5. Pengalokasian APBN/APBD,tepat sasaran dan tepat guna.

Ada pun maksud dab tujuan kami(PROJO JAWA BARAT).

  1. Mensosialisasikan Visi Indonesia tersebut secara masif di Jawa Barat.
  2. Mengajak masyarakat Jawa Barat untuk bersatu dan bersama kembali membangun bangsa ke depan bisa lebih baik.
  3. Mengawal Visi indonesia agar bisa berjalan dan sukses di Jawa Barat,dengan terjalinnya sinergisitas,antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Polri, TNI, dan masyarakat.
  4. Memastikan dan mengupayakan agar tidak ada penghalang yang menganggu pembangunan indonesia khususnya jawa barat
  5. Menjadikan terorisme dan radikalisme,sebagai musuh bersama rakyat.
  6. Merajut kembali Persatuan Indonesia untuk kembali berjuang sebagai sebuah bangsa dalam menjawab tantangan kompetensi global, antara negara yang semakin ketat, sehingga memerlukan sebuah kebersamaan dalam membangun bangsa.

Bentuk acara yang akan di laksanakan 7 September di hotel horizon bandung jalan pelajar pejuang adalah diantaranya launcing koperasi visi indonesia, orasi kebangsaan dari tokoh-tokoh nasional dan Jawa Barat,serta deklarasi penandatangan kawal visi indonesia yang di lakukan di Bandung.

(Yansen P/transakt)