Jumat, 15 November 2019 | 16:58 WIB

Satu Polisi Cianjur yang Terbakar Meninggal Dunia di RS Pusat Pertamina

foto

 

Satu orang anggota Polres Cianjur, Jawa Barat, yang mengalami luka bakar serius akibat menghalangi aksi mahasiswa yang hendak membakar ban di halaman Kantor Bupati Cianjur, dirujuk ke RSP Kramatjari-Jakarta, Kamis (15/8/2019). (ANTARA News/Ahmad Fikri) JAKARTA.

www.transaktual.com

Anggota Polisi Cianjur, Ipda Erwin Yudha Wildani akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya setelah menjalani perawatan di RS Pusat Pertamina Jakarta untuk pulih dari luka bakar yang dideritanya. Ipda Erwin Yudha Wildani merupakan Bhabinkamtibmas Polsek Cianjur Kota yang menjadi korban terbakar saat menangani unjuk rasa di Cianjur pada Kamis (15/8/2019).

"Beliau meninggal dunia di RS Pusat Pertamina Jakarta pada Senin 26 Agustus 2019 pukul 01.38 WIB," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo, saat dihubungi, di Jakarta, Senin (26/8/2019).

Dedi mengatakan Polri sangat berduka atas berpulangnya Erwin dan mendoakan agar arwah almarhum diterima di sisi Allah. "Semoga almarhum husnul khotimah dan mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Insyaallah," katanya.

Sebelumnya pada Kamis (15/8/2019), aksi unjuk rasa damai gabungan aliansi mahasiswa se-Cianjur diwarnai dengan pembakaran ban bekas sebagai bentuk penolakan atas kinerja Plt Bupati Cianjur Herman Suherman.

Saat aksi unjuk rasa tengah berlangsung, mahasiswa diduga melakukan pelemparan bensin yang mengakibatkan empat polisi terbakar, yaitu Ipda Erwin Yudha Wildani, Briptu Fransiskus Aris Simbolon, Briptu Muhammad Yudi Muslim, dan Briptu Anif Endaryanto Pratama. Luka bakar yang diderita Erwin sekitar 70 persen.

Sementara Yudi Muslim dan FA Simbolon yang ditangani di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung, memiliki luka bakar 40 persen. Anif Endaryanto Pratama yang ditangani di RS Polri Sartika Asih Bandung mengalami luka bakar sembilan persen. Keempat anggota Polres Cianjur yang terbakar saat pengamanan unjuk rasa mahasiswa di Gedung DPRD Cianjur itu memperoleh kenaikan pangkat satu tingkat dari Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian. 

Kapolda Jabar : 4 Polisi Terbakar Mendapatkan Perawatan Maksimal.   

Keempat anggota polisi Polres Cianjur yang terbakar saat pengamanan aksi demonstrasi mahasiswa mendapatkan perawatan maksimal di sejumlah rumah sakit. Hingga saat ini masih menjalani perawatan intensif. Kapolda Jabar, Irjen Pol Rudy Sufahriadi mengatakan Aiptu Erwin di rawat di Rumah Sakit Pertamina, Jakarta, Bripda Yudi Muslim dan Bripda F. A Simbolon di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung.

Sedangkan Bripda Anif di Rumah Sakit Sartika Asih, Bandung. AYO BACA : Polda Jabar Terus Dalami Kasus Terbakarnya Empat Anggota Polres Cianjur Pak Kapolri dan saya sudah lihat, semua sudah lihat disana. Kita pakai perawatan maksimal, yang di Bandung kita rawat maksimal, ujarnya kepada awak media di Mapolda Jabar, Senin (19/8/2019).

 Dia menyebutkan Polres Cianjur dan Ditreskrimsus Polda Jabar masih terus melakukan penyidikan terkait motif pelemparan minyak atau bensin yang berujung terbakaranya empat anggota polisi Polres Cianjur. Apabila proses penyidikan sudah lengkap, pihaknya akan mengumumkannya.

Nanti kami sedang dalami dulu, karena ada tersangka yang belum dapet takut kemana-mana. Perkembangan penyidikan nanti kami sampaikan, katanya.  Diketahui, polisi telah menetapkan tiga orang pelaku dalam kasus terbakar empat anggota polisi Polres Cianjur. Satu diantaranya yaitu RS oknum mahasiswa yang berasal dari elemen GMNI dan masih berstatus mahasiswa di Universitas Suryakencana.

Sedangkan identitas dua lainnya masih belum terekspos. Penetapan berdasarkan sejumlah alat bukti dan penyelidikan oleh polisi.  RS dikenakan Pasal 170, dan Pasal 351 tentang penganiayaan berat yang mengakibatkan orang luka ataupun luka berat, dan Pasal 160 dan atau Pasal 212 dan atau Pasal 213 KUHP.

(Faqih Rohman Syafei/transakt)