Sabtu, 21 Sepember 2019 | 22:13 WIB

RAHMAT JABARIL TOKOH MUDA JAWA BARAT, SENIMAN DAN AKTIVIS

foto

www.transaktual.com

Lahir di Bandung pada tanggal 17 Agustus 1967, kang Rahmat tumbuh dan di tempa menjadi seniman, tak kurang dari 100 sketsa di buatnya demi mengikuti instruksi para tutor, Rahmat Jabaril atau yang di kenal dengan sebutan Kang Rahmat seorang seniman yang pernah ikut menumbangkan rezim Soeharto bersama dengan aktivis mahasiswa tahun 1998, di era itulah kang rahmad bersama teman-teman seniman,dan aktivis lainnya suka berpindah-pindah tempat demi menghindari intel

Pria berambut gondrong ini tinggal tak menentu pada era Soeharto karena ia aktif mengorganisir seniman, intelektual, dan aktivis pro-demokrasi di Jakarta dan Jawa Barat dengan membentuk budaya perlawanan. Salah satunya selain melalui musik adalah mendirikan kelompok studi Gerbong Bawah Tanah. “Gerbong Bawah Tanah ini mengajak mereka yang lebih tertarik bahasan filsafat progresif”,  jelasnya. Tentu saja di mata pemerintah kala itu, tindak tanduk Kang Rahmat dinilai sebagai subversif.

Rahmat jabaril merupakan sosok seniman yang telah berhasil menciptakan sebuah kampung di daerah Dago Pojok menjadi kampung yang di beri nama kampung Kreatif Dago Pojok,yang telah membuat penghuni kampung kreatif Dago pojok meningkat taraf hidupnya,yang secara tak terduga menciptakan pebinis-pebinis baru di daerah tersebut.

penduduk yang tadinya tidak berpenghasil menjadi punya penghasilan,misal membuat layang-layang,seorang penjual gorengan yang kemudian menjadi pembuat wayang, oleh karena penduduknya mengikuti pelatihan-pelatihan yang diadakan di kampung tersebut, dengan adanya kretivitas para penduduk disana,dengan berbagai bentuk sehingga mulai banyak yang melirik Kampung Kreatif Dago pojok terutama wisatawan baik lokal dan internasional berdatangan.

Dengan masih melekatnya jiwa aktivis pergerakan,kang rahmat bersama teman seniman dan aktivis 98 Jawa Barat membentuk relawan KAMI INDONESIA (Komunitas Milenial Maruf Amin For Indonesia) di awal bulan Januari tahun 2019,bersama teman seniman dan aktivis 98, sepakat untuk mendukung kembaliJokowi-Maruf Amin, dengan harapan pilpres 2019 tidak  di jadikan bangkitnya kembali kekejaman era ORDE BARU, teman seniman dan aktivis 98 melihat Jokowi mampu membawa Indonesia  untuk bangkit di dunia internasional sebagai bangsa yang berdaulat,adil dan makmur.

Kang rahmat juga di tunjuk sebagai Direktur Eksekutif KAMI INDONESIA INSTITUTE,kami Indonesia institute sebagai lembaga studi kajian,di bidang politik, hukum, sosial, budaya, ekonomi, pendidikan, mengadvokasi masyarakat, memberikan masukan terhadap presiden dan wakil presiden terpilih.

 

Transaktual News Yansen Philips Pangaribuan.