Sabtu, 7 Desember 2019 | 10:44 WIB

Kisruh Masalah PPDB SMA di Bandung : Oknum Dosen Diduga Palsukan Alamat

foto

 

Kisruh Masalah PPDB SMA di Bandung : Dosen Diduga Palsukan Alamat.

www.transaktual.com

Nama salah seorang dosen Universitas Padjadjaran berinisial M disebut-sebut dalam selembar surat yang ditujukan kepada Gubernur Jawa Barat terkait Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA/SMK sederajat.

Kop surat tersebut mengatasnamakan Masyarakat Pemerhati Pendidikan (MPP) Jawa Barat. Surat tersebut juga dibubuhi tandatangan Ketua MPP Jabar Asep Sumaryana dan Sekretaris MPP Jabar Wachyudin Juhri. Pada bagian atas surat tertulis tanggal surat diterbitkan yakni 26 Juni 2019 lalu.

Dalam surat yang diterima, termuat informasi dugaan pemalsuan alamat oleh dosen M yang digunakan untuk mendaftarkan anaknya di salah satu SMA di Kota Bandung.

Dugaan pemalsuan disebutkan setelah mereka mengkalim telah melakukan penelusuran terhadap alamat yang digunakan M sebagai syarat pendaftaran peserta didik baru. Disebutkan bahwa ketua RT dan tokoh masyarakat yang dicantumkan sebagai lokasi domisili tidak mengenal nama dosen beserta keluarga.

"Bahkan ketika ditunjukkan KTP dan KK maka baik Ketua RT maupun tokoh masyarakat menduga bahwa surat-surat tersebut palsu sebab tidak ada catatan sekali di buku RT," tulis salah satu poin yang tercantum dalam surat. Pada poin terakhir surat, disebutkan hasil penelusuran lanjutan yang menyatakan bahwa alamat keluarga M berada di wilayah Kecamatan Margahayu, Kota Bandung.

Terkait hal tersebut, Kepala Kantor Komunikasi Publik Unpad Syauqi Lukman mengatakan pihak universitas masih melakukan penelusuran informasi. "Kami sedang menelusuri kebenarannya," kata Syauqi singkat. wartawan sempat mencoba meminta klarifikasi terhadap dosen M. Namun panggilan telepon yang dilakukan tidak mendapatkan jawaban.

(ayobdg/transact)