Selasa, 20 Agustus 2019 | 03:13 WIB

KPU Segera Tetapkan Jokowi-Ma'ruf Pasangan Capres Terpilih 2019 - 2024 Pada Minggu 30 Juni

foto

 

KPU Akan Tetapkan Jokowi-Ma'ruf Pada Minggu 30 Juni.

www.transaktual.com

Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan menetapkan Paslon 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin sebagai pasangan calon terpilih Pilpres 2019 pada Minggu (30/6).

Keputusan itu diambil dalam rapat pleno KPU menyikapi putusan Mahkamah Konstitusi (MK) pada Kamis (27/6). "Pascaputusan MK, kami putuskan pertama kami akan menyelenggarakan rapat pleno terbuka penetapan paslon terpilih pada Minggu 30 Juni 2019, bertempat di Kantor KPU RI dimulai pukul 15.30 WIB," kata Arief dalam jumpa pers di Kantor KPU, Jakarta, Kamis (27/6).

Arief menyampaikan rangkaian acara penetapan paslon terpilih akan berlangsung hingha pukul 17.00 WIB. Ia berujar KPU akan mengirim undangan rapat pleno itu kepada pihak-pihak terkait mulai besok pagi.

"Kami akan undang penyelenggara, Bawaslu, DKPP. Kami juga akan undang kementerian/ lembaga terkait yang disebut di undang-undang akan menerima salinan dari kami, yaitu Sesneg, MA, DPR, MPR, MK," ujarnya.

Selain itu, KPU juga mengundang Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi dalam kesempatan itu. Dua paslon juga diberi jatah 20 undangan bagi pendamping mereka.

Arief menuturkan KPU berharap Jokowi dan Prabowo bisa merajut silaturahmi pertama usai pemilu di kesempatan ini. "Kami berharap dua paslon bisa konferensi pers bersama. Mudah-mudahan keduanya bisa menyempatkan hadir."

KPU Langsung Pleno Tentukan Hari Penetapan Jokowi-Ma'ruf.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman mengatakan pihaknya langsung menggelar rapat pleno usai putusan sengketa Pilpres 2019 dibacakan majelis hakim Mahkamah Konstitusi (MK).

Rapat pleno bakal memutuskan kapan KPU menetapkan Jokowi-Ma'ruf sebagai capres-cawapres terpilih. "Malam ini kita lakukan rapat pleno kemudian menentukan kapan (penetapan)," ucap Arief di gedung MK usai pembacaan putusan oleh majelis hakim konstitusi, Jakarta, Kamis (27/6) malam.

Arief pun menyatakan rapat pleno itu digelar setelah pihaknya menerima salinan putusan dari MK yang langsung didapatkan malam ini. KPU, kata Arief, memiliki waktu tiga hari atau maksimal pada Minggu (30/6) untuk menetapkan Joko Widodo - Maruf Amin sebagai paslon terpilih dalam Pilpres 2019. Dalam rapat pleno nanti, katanya, akan ditentukan apakah Jokowi - Maruf bakal ditetapkan pada Jumat (28/6), Sabtu (29/6), atau Minggu (30/6). 

"Jadi antara Jumat, Sabtu, Minggu itulah kita memutuskan bagaimana menindaklanjutinya," kata Arief. Keputusan rapat pleno nanti, terutama soal hari penetapan capres - cawapres terpilih, bakal dibuat dalam sebuah surat keputusan (SK). Nantinya, SK tersebut bakal diberikan kepada Paslon terpilih. 

Arief mengatakan pada hari penetapan nanti, jika sudah diputuskan melalui rapat pleno, paslon terpilih tidak wajib hadir. Diketahui, Capres petahana, Jokowi, malam ini terbang ke Jepang untuk menghadiri konferensi tingkat tinggi (KTT) G20 di Osaka.

"Kan tak ada kewajiban hadir. tapi sebagaimana kelaziman praktiknya yang kita lakukan selama ini peserta pemilu akan kita undang,' ujar Arief.

Sementara itu, menanggapi putusan MK yang dibacakan dari pukul 12.30-21.16 WIB, Arief mengatakan pihaknya selaku penyelanggara pemilu mengucapkan syukur. "Kami bersyukur pada bagian akhirnya apa yang kami kerjakan semua bisa diterima," kata Arief.

Ma'ruf Amin: Bismillah, Kita Bersama Bangun Negeri.

Ma'ruf Amin menyebut putusan Mahkamah Konstitusi soal sengketa hasil Pilpres bertujuan untuk kemaslahatan umat, bukan untuk memenangkan suatu pihak. Calon wakil presiden nomor urut 01  mengajak seluruh pihak untuk segera bekerja kembali membangun bangsa.

"Tugas kita sekarang, bagaimana mewujudkan cita-cita proklamasi, cita-cita para pendiri bangsa dalam sejahterakan bangsa dan memajukan bangsa," kata Ma'ruf dalam keterangan resmi usai putusan MK, Kamis (27/6) malam di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta.

"Marilah kita bahu membahu menyingsingkan lengan baju, mulai malam ini dengan ucapkan bismillah kita bersama sama bangun negeri ini untuk kebaikan bangsa semua," kata dia menambahkan.

Ma'ruf menekankan keputusan MK harus kenali mengutuhkan seluruh elemen sebagai bangsa. "Sekali lagi mohon doa, dukungan, dan kesiapan kita seluruh bangsa untuk memajukan dan sejahterakan bangsa Indonesia," kata dia.

Ma'ruf menyampaikan keterangan setelah Presiden Jokowi. Sebelumnya, Jokowi menyatakan putusan MK harus dihormati. Putusan MK menurutnya memperteguh suara yang telah diberikan rakyat selama proses pemilu 2019.

Dia pun mengajak semua pihak bersatu kembali. Tidak lagi berkubu seperti saat Pilpres 2019. "Tak ada lagi 01 dan 02. Yang ada hanya persatuan Indonesia," kata Jokowi.

Sementara itu calon presiden Prabowo Subianto menyatakan menghormati putusan MK, namun tetap akan berkonsultasi dengan tim hukumnya untuk mengambil langkah hukum lain yang mungkin ada. 

"Kami serahkan sepenuhnya kebenaran dan keadilan yang hakiki pada Allah SWT, tuhan yang maha esa. Tentunya setelah ini kami akan segara konsultasi dengan tim hukum untuk minta saran dan pendapat apakah masih ada langkah hukum dan konstitusional lain yang mungkin bisa ditempuh," kata Prabowo dalam jumpa pers di kediamannya, Jalan Kartanegara, Jakarta.

Mahkamah Konstitusi telah memutus menolak seluruh permohonan sidang sengketa Pilpres 2019 yang diajukan tim hukum Prabowo-Sandiaga, soal dugaan kecurangan Pilpres 2019.

Majelis hakim konstitusi yang diketuai Anwar Usman menyatakan berdasar Rapat Permusyawaratan Hakim menyimpulkan pokok permohonan Prabowo-Sandi tidak beralasan menurut hukum.

"Amar putusan mengadili, menyatakan dalam eksepsi, menolak eksepsi termohon dan pihak terkait untuk seluruhnya. Dalam pokok permohonan, menolak permohonan pemohon untuk seluruhnya," demikian putusan MK yang dibacakan Anwar dalam sidang di Gedung MK, Jakarta. 

Capres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) menyambut keputusan atas sidang sengketa Pilpres 2019 yang telah dibacakan di Mahkamah Konstitusi (MK) hari ini. Jokowi mengajak semua pihak kembali bekerja bersama membangun Indonesia.

"Tidak ada lagi 01 dan 02. Yang ada adalah persatuan Indonesia," ujar Jokowi di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (27/6) malam.

Jokowi dalam kesempatan itu juga mengajak semua pihak untuk menerima hasil putusan MK. Kata dia keputusan MK bersifat final. "Dan kita harus hormati dan melaksanakan bersama-sama," katanya.

Putusan MK, kata dia, merupakan peneguhan suara dan kehendak rakyat. "Rakyat sudah memutuskan dan telah diteguhkan lewat jalur konstitusi dalam jalan bangsa yang beradab dan berbudaya," ujar Jokowi.

Dalam sidang putusan sengketa Pilpres 2019 yang dibacakan hari ini sejak pukul 12.30- 21.16 WIB, Mahkamah Konstitusi menolak permohonan yang dilayangkan paslon nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga Uno.

Permohonan Sidang sengketa Pilpres yang dilayangkan kubu Prabowo-Sandi diregister MK dengan nomor 01/PHPU-PRES/XVII/2019. Kubu Prabowo-Sandi yang menuding telah ada kecurangan bersifat terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) dalam pelaksanaan pemilu. Dalam sidang sengketa Pilpres ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) menjadi pihak termohon, paslon nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf menjadi pihak terkait, dan Bawaslu RI hanya menjadi pihak pemberi keterangan.

(cnn/transact)