Rabu, 14 April 2021 | 14:03 WIB

PT Astra Sedaya Finance dan OJK Digugat Nasabah, Akibat Penarikan Paksa R4 di Parkiran Umum

foto

 

PT Astra Sedaya Finance dan OJK Digugat Nasabah, Akibat Penarikan Paksa R4 di Parkiran Umum.

www.transaktual.com

Sesuai dengan Peraturan Kapolri No. 08 Tahun 2011 tentang Pengamanan Eksekusi Jaminan Fidusia, kondisi seperti ini, belum sepenuhnya difahami oleh Kantor Leasing dan kurang kontrolnya pihak OJK Regional 2 Jawa Barat yang sebenarnya melakukan pengawasan yang ketat terhadap praktek praktek premanisme dijalanan mengatasnamakan Collector.

Kasus yang masih berjalan di PN Kls 1 A Khusus Bandung, berkaitan dengan sepak terjang Collector PT Astra Sedaya Finance yang mengambil paksa Mobil Rush yang sedang diparkiran umum.

Menurut Deky Rosdiana SH,MH Advokat dan Konsultan Hukum pada Kantor Hukum Wira Satya Dharma Law Office, dan berkantor di Jalan Benteur No. 50 Kota Bandung, yang bertindak berdasarkan Surat Kuasa Khusus dari Pemilik Mobil, Mochamad Nur Fauzy,SH (Notaris), menggugat PT Astra Sedaya Finance dan OJK Regional 2 Jawa Barat, menyatakan bahwa Kliennya (Penggugat) atau Debitur, adalah konsumen yang memperoleh fasilitas kredit dari Tergugat (kreditur) selaku Leasing, dan untuk memperoleh fasilitas kredit tersebut Penggugat menjaminkan surat berharga berupa Bukti Pemilik Kenderaan Bermotor (BPKB) atas satu unit Kenderaraan dengan spesifikasi Mobil Toyota Rush atasnama pemilik Mochamad Nur Fauzy,SH.

Selanjutnya pada Maret 2020 Penggugat mengalami kesulitan keuangan, dan mengajukan kelonggaran penbayaran, dan diberi selama dua bulan, tetapi pada Oktober terjadi kesulitan pembayaran, walaupun sudah mengajukan kembali kelonggaran pembayaran, ternyata tidak ditanggapi oleh PT Astra Sedaya Finance, hingga pada minggu 18 Februari 2021 mobir Penggugat yang sedang dikenderai oleh adik Penggugat, diderek paksa dikawal sekitar dua puluhan Collector, yang diduga tanpa dilengkapi dengan surat tugas yang sah dari Direktur PT Astra Sedaya Finance, dari tempat parkiran umum.

“Kami selaku Kuasa Hukum dari Penggugat, mengajukan gugatan pada PT Astra Sedaya Finance dan OJK Regional 2 Jawa Barat, agar Pengadilan (PN Bandung...red), agar Majelis Hakim menangguhkan eksekusi atas kenderaan milik Penggugat yang disita oleh Tergugat” ujar Deky Rosdiana SH,MH.

Selanjutnya dengan dirampasnya kenderaan tersebut, Penggugat kehilangan 240 juta dana yang telah distorkan pada PT Astra Sedaya Finance, selanjutnya akibat dari perampasan Mobil tersebut Penggugat menggugat materiil dan immateriil kepada Tergugat sebesar 10 Milyar Rupiah, serta membayar denda 5 juta setiap harinya bila Tergugat lalai dalam melaksanakan putusan.

“Klien kami sangat banyak dirugikan, baik materil maupun moril, dengan kehilangan penghasilan yang apabila kenderaan dioperasikan, dan harus pula membayar para pegawai Penggugat yang sekarang menunggak akibat dari perampasan kenderaan Penggugat” sambung Deky pada wartawan.

Perihal gugatan kepada OJK Regional Jawa Barat, Deky menjelaskan bahwa OJK adalah Lembaga yang Independen yang mempunyai fungsi, tugas, dan wewenang pengaturan, pengawasan, pemeriksaan dan penyidikan. OJK dibentuk berdasarkan UU Nomor 21 tahun 2011 yang berfungsi menyelenggarakan sistem pengaturan dan pengawasan yang terintegrasi terhadap keseluruhan kegiatan didalam sektor jasa keuangan.

Sudah seharusnya OJK Regional Jawa Barat melakukan pengawasan terhadap praktek praktek premanisme dijalanan mengatasnamakan collector yang diperbolehkan oleh OJK yang di klaim oleh para Collector, dan bila dibenarkan klaim tersebut oleh OJK Regional 2 Jawa Barat, artinya menyetujui dan mendorong dilaksanakannya tindakan tindakan premanisme terhadap lembaga keuangan di wilayah Jawa Barat terutama PT. Astra Sedaya Finance” ujar Deky.

Dalam gugatannya, Penggugat diantaranya meminta Majelis Hakim untuk menghukum Tergugat dan mengganti kerugian materiil dan immateriil sebesar 10 Milyar 240 juta rupiah, dan memnghukum Tergugat membayar denda sebesar 5 juta rupiah untuk setiap hari keterlambatan, apabila Tergugat lalai dalam melaksanakan Putusan Pengadilan.

Penggugat juga meminta kepada Majelis hakim untuk memerintahkan OJK Regional 2 Jawa Barat mencabut izin pembiayaan PT Astra Sedaya Finance.

 

Yara/transaktual.