Rabu, 14 April 2021 | 16:02 WIB

Melalui Sekolah Juara, Siswa SMA - SMK Berani Terjun Berwirausaha

foto

 

Siswa SMA 1 Cisarua tengah membuat sepatu dari limbah kain perca dalam program Sekolah Juara. Foto/SINDOnews/Agung Bakti Sarasa.

www.transaktual.com

Dinas Pendidikan (Didik) Jawa Barat mendorong siswa SMA/SMK di Jabar berani terjun berwirausaha melalui Sekolah Juara sebagai salah satu program prioritas Disdik Jabar. Kepala Disdik Jabar, Dedi Supandi mengatakan, melalui Sekolah Juara, pihaknya mendorong siswa SMA/SMK di Jabar terjun berwirausaha, termasuk menciptakan berbagai produk yang dibutuhkan oleh masyarakat. 

Dedi menjelaskan, Sekolah Juara merupakan inovasi yang digagas sesuai visi misi Jabar Juara Lahir Bandung dengan Kolaborasi dan Inovasi serta berbasiskan kurikulum 2013 tentang pendidikan budaya dan karakter Jabar.

"Di masa pandemi (COVID-19), ada kurikulum yang disederhanakan. Kita juga ada kurikulum darurat dan kurikulum muatan lokal Jawa Barat," ujar Dedi di Bandung.

Menurut Dedi, lewat perpaduan kurikulum muatan lokal Jabar dan kurikulum darurat di masa pandemi COVID-19, para siswa diharapkan mampu mencari peluang berwirausaha dengan berbagai kegiatan ekstra kulikuler di sekolah. Selain itu, siswa diharapkan tidak jenuh menghadapi sistem belajar dalam jaringan (daring) selama pandemi COVID-19.  "Kemudian, bagaimana pendidikannya itu bisa berkarakter. Lalu, lewat penggabungan mata pelajaran, diharapkan siswa tidak lagi disibukkan oleh kurikulum yang sangat sukar dilakukan siswa saat pembelajaran daring," jelasnya.

Lewat Sekolah Juara, lanjut Dedi, siswa pun diharapkan mampu menjadi wirausaha muda sekaligus menciptakan produk-produk berdasarkan pemikirannya sendiri. Hal itu pun dapat menjadi langkah awal bagi mereka sebelum terjun langsung ke masyarakat setelah menyelesaikan pendidikan.

"Dari situlah nanti akan muncul anak-anak didik di SMA maupun SMK yang mampu berwirausaha, mampu menciptakan produk-produk baru, dan mampu secara pengetahuan yang nantinya dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari," katanya. 

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Tuti Kurniawati mengatakan, sekolahnya merupakan salah satu sekolah di Jabar yang telah menerapkan program Sekolah Juara. Menurutnya, siswa SMA Negeri 1 Cisarua dituntut berperan aktif menciptakan usaha berdasarkan hasil kreasi dan pemikirannya.

"Mereka tergabung dalam ekstrakurikuler student company. Di situ mereka belajar bagaimana tentang bisnis atau lebih tepatnya mereka mengelola sebuah miniatur perusahaan, Meskipun seperti mainan karena masih dalam skala kecil, tapi kami buat ini betul-betul riil," katanya.

Dia menerangkan, dalam program kewirausahaan tersebut, para siswa diberikan materi pembelajaran dunia usaha, mulai dari membuat perencanaan hingga memproduksi sebuah produk yang memiliki nilai jual.

"Salah satu produk yang mereka hasilkan adalah sepatu. Ini menjadi bukti kerativitas serta gagasan yang memiliki nilai ekonomi," imbuhnya.

Menurut Tuti, sepatu yang diproduksi anak didiknya itu menjadi produk andalan. Terlebih, mereka menggandeng pengrajin sepatu Cibaduyut, Bandung yang terdampak pandemi dalam proses produksinya.

"Sepatu yang dibuat dari limbah kain perca ini mereka kreasikan dengan ide mereka, kemudian jadilah sebuah sepatu. Pemasarannya pun sudah cukup luas karena banyak phak yang support untuk meng-endorse sepatu ini," katanya.

Rachel Anjar Yasih, siswi kelas 11 SMA Negeri 1 Cisarua mengaku tertarik menjadi wirausaha muda. Menurutnya, kegiatan kewirausahaan di sekolahya menjadi wadah untuk menimba ilmu selain mata pelajaran lainnya.

"Banyak banget pembelajaran yang didapat, mulai dari bagaimana caranya bisnis. Memang benar-benar kita mulai bisnis dari nol banget sampai ciptain produk dan bisnis baru, itu buat bekal kita ke depan," katanya.

 

 

(mpw/transaktual)