Minggu, 24 Januari 2021 | 08:55 WIB

Disdik Jabar Buka Sekolah Januari 2021

foto

 

Disdik Jabar Buka Sekolah Januari 2021.

www.transaktual.com

Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat (Jabar) memastikan pada Januari 2021 akan dibuka sekolah tatap muka bagi para siswa.

Untuk diketahui, sampai saat ini pemerintah pusat belum memberikan jadwal untuk vaksinasi kepada masyarakat. Hal itu mengancam munculnya klaster siswa jika sekolah tatap muka dilaksanakan.

Kepala Disdik Jabar, Dedi Supandi menyatakan, telah mengeluarkan surat edaran tentang petunjuk pelaksanaan bagi sekolah termasuk membuat standar operasional prosedur (SOP).

“Sudah kita sampaikan ke beberapa cabang dinas, intinya di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar, kita sampaikan untuk Januari 2021 kami siap untuk melaksanakan dan menggelar dari kesiapan tersebut,” kata Dedi saat konferensi pers di Gedung Sate, Kota Bandung.

Dia menjelaskan bahwa mekanisme sekolah tatap muka adalah mengisi laman-laman kesanggupan delapan halaman yang diperiksa oleh Dapodik.

Setelah itu, lanjut Dedi, kepala sekolah akan mengajukan permohonan untuk kegiatan tatap muka pada pihak pengawas yang ditugaskan cabang dinas.

“Nanti akan mengecek kesiapannya di sana didampingi oleh camat setempat kepala desa setempat termasuk juga hasil rekomendasi itu,” jelasnya.

Jika rekomendasi hasil pengecekan yang masih kurang, sambung Dedi, sarananya perlu diperbaharui dan dikembalikan lagi pada pihak sekolah.

“Kalau menurut daftar checklist itu sudah memenuhi maka di sekolah itu pun juga akan menyampaikan laporan kepada cabang dinas cabang dinas yang akan melaporkan,” tuturnya.

Dalam pelaksanaannya nanti, kata Dedi, pembelajaran akan dilaksanakan dengan konsep blended-learning. Artinya, akan ada siswa yang belajar KBM langsung ke sekolah dan sebagian lainnya melaksanakan KBM daring secara bergantian (shift).

“Kita berharap 50%, jadi yang biasanya satu kelas ada 36 orang, maka minimal satu kelas itu berjumlah 18 orang, syukur-syukur dapat berjumlah 12 orang,” katanya.

Pergantian penggunaan kelas oleh siswa pun akan diselingi dengan penyemprotan seluruh ruangan dengan menggunakan disinfektan.

“Apa yang dilakukan oleh yang daring, mereka akan melakukan hal-hal yang telah dilakukan pada saat tatap muka, nanti beberapa hal berjalan, sambil melihat kondisi dan situasi dari zona (Covid-19),” ujar Dedi.

Sementara, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung memastikan tingkat kesiapan sekolah menggelar KBM tatap muka sudah mencapai 80 persen.

Kesiapan tersebut didasarkan pada sarana dan prasarana sekolah saat KBM tatap muka di tengah pandemi.

“80 persen sudah siap. Sarana dan prasarana hanya sanitasi, tempat cuci tangan, masker, jaga jarak 1,5 (satu setengah) meter dilihat dari daftar periksa sekolah melalui dapodik. (Pihak) sekolah entry data ke Dapodik (Dapodik),” kata Sekretaris Disdik Kota Bandung, Cucu Saputra.

Lebih lanjut, perlu diketahui untuk merealisasikan Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri, yakni Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama (Menag), Menteri Kesehatan (Menkes), dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Semester Genap Tahun Ajaran dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi COVID-19 dibutuhkan beberapa prasyaratan yang disebut 5S.

 “Secara garis besar ada yang disebut dengan 5S, artinya keputusan holistik, siap Pemdanya, siap sekolahnya, siap orang tuanya, siap siswanya, dan siap gurunya. Kami dari Disdik Kota ada di domain mana dari lima siap itu, maka lebih mempersiapkan sekolahnya siap tidak dan gurunya siap tidak,” tuturnya.

Dia mengatakan, kesiapan sekolah dalam menggelar belajar tatap muka saat pandemi memiliki instrumen secara nasional yang harus terpenuhi. Caranya, dengan memenuhi daftar periksa yang diunggah ke Dapodik Nasional. 

 

(yud/transakt)