Minggu, 7 Maret 2021 | 09:58 WIB

Proyek Masjid Terapung Al Jabbar di Gedebage Gagal Selesai 2020

foto

 

Asisten Daerah Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Jabar Eddy Iskandar Muda Nasution, dan Mesjid Al-Jabbar Gedebage.

www.transaktual.com

Progres pembangunan Masjid Al-Jabbar di Gede Bage, Kota Bandung telah mendekati 80 persen. Proyek tersebut ditargetkan bisa selesai di tahun 2020 mendatang.

Asisten Daerah Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Pemprov Jabar Eddy Iskandar Muda Nasution menyatakan, saat ini di lapangan sedang proses pemasangan bagian atap dan menara masjid. Kedua pekerjaan ditargetkan selesai akhir Februari.

"Sekarang lagi penyelesaian bagian atap dan menara. Atap dan menara itu ditargetkan selesai akhir Februari. Sekarang secara total (progresnya) mendekati 80 persen," ucapnya di Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (17/1/2019).

Eddy melanjutkan, Pemprov Jabar tahun ini menyiapkan anggaran Rp90 miliar untuk melanjutkan pembangunan masjid tersebut. Dana itu akan digunakan untuk memasang plafon, listrik dan pengerjaan lainnya.

"Tahun ini tambahan untuk pembangunan itu Rp90 miliar. Itu diluncurkan kemarin Rp90 miliar untuk plafon sama listrik," katanya.

Dia melanjutkan, sampai sekarang Pemprov Jabar telah menggelontorkan anggaran Rp500 miliar. Dia memperkirakan pembangunan itu dibutuhkan anggaran hingga Rp800 miliar.

"Kira-kira kalau sekarang itu Rp500 miliar. Nanti totalnya itu Rp800 miliar. Jadi diperkirakan baru 2020 selesai," katanya. Mengenai pembangunan danau yang nantinya melengkapi masjid itu, dia menyatakan, bukan menjadi kewenangan Pemprov Jabar. Pembangunan danau itu ditangani oleh Balai Besar Wilayang Sungai Citarum. "Danau itu BBWS. Pengerjannya pararel dan mungkin (penyelesaian) lebih dulu dia," katanya. 

Setelah Berjalan Sekitar Setahun, Imbas Corona, Pembangunan Masjid Al Jabbar Dipastikan Molor.

Pembangunan Masjid Al Jabbar di Gedebage, Kota Bandung yang ditargetkan selesai tahun ini, dipastikan akan mengalami keterlambatan jadi tahun 2021. Pasalnya, dana yang semula dianggarkan untuk menyelesaikan masjid megah tersebut digeser untuk biaya penanggulangan wabah virus Corona di Jawa Barat.

"Sedianya Pak Gubernur menargetkan Masjid Al Jabbar selesai tahun ini dan berfungsi tahun 2021, tapi karena seperti tadi saya sampaikan anggaran mengalami pergeseran sehingga tahun ini kita hanya mengerjakan pekerjaan luar," ucap Kepala Dinas Bina Marga Jawa Barat Koswara di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (23/6/2020).

Koswara mengatakan, sebelum wabah, dana yang dialokasikan untuk penyelesaian masjid yang dibangun di atas tanah seluas 25,99 hektare tersebut mencapai Rp 360 miliar. "Karena teralokasikan Rp 31,5 miliar dari kebutuhan 360 miliar, sisanya kita geser ke tahun depan juga," kata Koswara.

Seperti diketahui, pada awal tahun ini Masjid Raya Al-Jabbar memasuki tahap ketiga. Pekerjaan detail interior dan eksterior seperti taman, air mancur hingga fasilitas difabel akan dirampungkan. Masjid yang dibangun dengan konsep terapung di atas Embung Gedebage ini juga tak hanya indah, tapi setiap aspeknya memiliki fungsionalitas tersendiri.

Secara umum, Koswara menambahkan, terjadi penurunan anggaran yang cukup drastis di Dinas Bina Marga lantaran refocusing. "Dari APBD murni, yang dialokasikan Dinas Bina Marga RP 1,657 triliun, kemudian pada pergeseran terakhir, pergeseran empat untuk belanja langsung tinggal tersisa 23,9 persen, jadi asalnya kalau belanja langsung 1,552 triliun sekarang menjadi 371 miliar," ucap Koswara.

"Hal ini tentunya berpengaruh terhadap target kerja kita," ujar Koswara melanjutkan. Di luar itu, Dinas Bina Marga berkomitmen untuk melanjutkan proyek Flyover di Laswi dan Jalan Jakarta tahun ini. "Tahun ini kita berencana untuk mengadakan sekitar 90 paket lelang, yang masih berjalan dan terselesaikan saat ini enam paket, kemudian kalau dikurangi enam, berarti 84 paket tersisakan dan akan di-carry over ke 2021," ujarnya.

 

(yum/mso/transakt)