Senin, 25 Januari 2021 | 15:31 WIB

Kadisdik Jawa Barat Dedi Supandi Pastikan, Pembukaan Sekolah Bisa Dilakukan Pada Januari 2021

foto

 

Kadisdik Jawa Barat Dedi Supandi Pastikan, Pembukaan Sekolah Bisa Dilakukan Pada Januari 2021 Dengan Ketentuan.

www.transaktual.com

Kadisdik Jawa Barat Dedi Supandi saat Prescon di Gedung Sate yang disiarkan di Kanal Youtube Humas Jabar, Jumat 18 Desember 2020. Dalam kesempatan itu Dedi menjelaskan ketentuan yang harus dipenuhi sekolah agar diizinkan menggelar pembelajaran tatap muka. /Tangkapan Layar Youtube Humas Jabar.

Sesuai SKB 4 menteri, pembelajaran tatap muka atau pembukaan sekolah diperbolehkan dilakukan ada Januari 2021 atau pada semester genap tahun ajaran 2020/2021.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat Dedi Supandi, menyongsong pembukaan sekolah pihaknya sudah melakukan berbagai persiapan dan juga simulasi.

Kadisdik juga memastikan jika pembukaan sekolah di Jawa Barat sudah siap dilakukan pada Januari 2021.

"Intinya kita di pemerintah Provinsi Jawa Barat menyampaikan untuk Januari 2021 kami siap untuk melaksanakan dan menggelar kegiatan tatap muka," kata Dedi saat Prescon di Gedung Sate yang disiarkan di Kanal Youtube Humas Jabar, Jumat 18 Desember 2020.

Dedi menegaskan, pembukaan sekolah dilakukan bisa dilakukan jika pihak sekolah mendapatkan izin dari Satgas Kota/Kabupaten setempat. Pihak sekolah melalui kepala sekolah harus mengajukan izin pada laman dapodik dan harus melengkapi ketentuan-ketentuan yang sudah ditetapkan.

Jika sudah menyampaikan permohonan, lanjut Dedi, nantinya pihak pengawas cabang disdik akan mengecek kesiapan dari sekolah bersama dengan pihak kecamatan dan kepala desa. Setiap sekolah harus memenuhi daftar check list yang telah disusun oleh Disdik Jabar. Kadisdik Jawa Barat Dedi Supandi saat Prescon di Gedung Sate yang disiarkan di Kanal Youtube Humas Jabar, Jumat 18 Desember 2020. Dalam kesempatan itu Dedi menjelaskan ketentuan yang harus dipenuhi sekolah agar diizinkan menggelar pembelajaran tatap muka. /Tangkapan Layar Youtube Humas Jabar.

"Kalau menurut daftar check list itu sudah memenuhi maka di sekolah itu pun akan menyampaikan laporan kepada camat dan cabang dinas. Dan cabang dinas itu nanti akan melaporkan ke satgas di tingkat kabupaten/kota," jelasnya.

Saat pembukaan sekolah dilakukan, semua siswa di semua kelas tak akan langsung belajar. Dedi memaparkan, pada awal pembukaan sekolah nantinya akan ada sebagian siswa yang tetap belajar daring karena kapasitas ruangan kelas harus bisa 50 persen.

"Polanya nanti sama seperti yang kita simulasikan di pekan ini kelas 10 masuk semua jadi semua kelas diisi kelas 10 dengan mata pelajaran-pelajaran yang memang sulit dilakukan (daring). Minggu depannya kelas 10 daring, nah nanti kelas diisi oleh kelas 11," paparnya.

Sebelum kelas diisi, Dedi pastikan jika setiap ruang kelas harus disemprot disinfektan terlebih dahulu. Pembelajaran tatap muka dan daring ini akan terus dilakukan sambil melihat kondisi terbaru.

 

(Prfmnews/transakt)