Senin, 25 Januari 2021 | 13:59 WIB

Agar Siswa Tidak Bosan Belajar Online, Disdik Jabar Bikin Program Cetak Usaha

foto

 

Agar Siswa Tidak Bosan Belajar Online, Disdik Jabar Bikin Program Cetak Usaha.

www.transaktual.com

Di tengah pandemi Covid-19, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat (Disdik Jabar) tidak hanya menyesuaikan dan menyederhanakan kurikulum yang berlaku dengan kondisi pembelajaran jarak jauh, namun juga mengaktivasi kurikulum muatan lokal Jawa Barat untuk mencetak pengusaha muda.

Kepala Disdik Jabar, Dedi Supandi, mengatakan pihaknya dalam hal ini mendorong para pelajar di tingkat SMA/SMK untuk berani menjadi wirausaha dengan menciptakan berbagai produk yang dibutuhkan masyarakat. Hal itu terangkum dalam program Sekolah Juara yang menjadi program prioritas Disdik Jabar untuk penguatan kapasitas para pelajar.

Program Sekolah Juara, katanya, merupakan inovasi yang telah digagas sesuai dengan visi misi Jabar Juara Lahir Batin dengan Kolaborasi dan Inovasi. program Sekolah Juara berbasiskan kurikulum tentang pendidikan budaya dan karakter Jawa Barat.

"Kurikulum yang kita anut saat ini adalah kurikulum 2013. Di masa pandemi Covid-19, ada kurikulum yang disederhanakan. Kita pun juga ada kurikulum darurat, dan kita juga ada kurikulum muatan lokal Jawa Barat," ujar Dedi Supandi di Bandung, Minggu (15/11).

Menurut Dedi, kurikulum muatan lokal Jawa Barat yang dipadukan dengan kurikulum darurat di masa pandemi Covid-19 diharapkan mampu mendidik para pelajar untuk mencari peluang menjadi wirausaha dengan berbagai kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Hal ini supaya para pelajar tidak jenuh menghadapi sistem belajar secara daring selama pandemi Covid-19.

"Yang selanjutnya juga bagaimana pendidikannya itu bisa berkarakter, dan bagaimana juga penggabungan mata pelajaran menjadi satu mata pelajaran sehingga siswa tidak lagi disibukkan dengan kurikulum yang di masa pandemi ini sangat sukar dilakukan bagi anak-anak saat kondisi daring," kata Dedi.

Dengan program tersebut, kata Dedi, para pelajar diharapkan menjadi wirausaha muda yang dapat mencetak produk-produk hasil karya dan pemikiran sendiri. Hal itu pun sebagai langkah awal bagi para pelajar sebelum terjun langsung ke masyarakat, setelah menyelesaikan jenjang pendidikan.

"Dari situlah nanti akan muncul, anak-anak didik di SMA yang mampu berwirausaha, mampu secara keterampilan mencipta usaha-usaha baru, dan mampu secara pengetahun, dan melakukan yang dia lakukan itu sebagai konsep kehidupan sehari-hari," ungkapnya.

SMA Negeri 1 Cisarua di Kabupaten Bandung Barat, katanya, merupakan salah satu sekolah di Jabar yang telah menerapkan program Sekolah Juara. Para pelajar di SMA Negeri 1 Cisarua dituntut untuk berperan aktif menciptakan usaha atas hasil kreasi dan pemikiran sendiri.

Feri/transakt.