Minggu, 24 Januari 2021 | 09:55 WIB

Pemerintah Buka Kesempatan Guru Honorer, Ikut Seleksi PPPK

foto

 

Pemerintah Buka Kesempatan Guru Honorer, Ikut Seleksi PPPK .

www.transaktual.com

Pemerintah membuka kesempatan bagi para guru honorer, termasuk guru tenaga honorer kategori 2 (eks-THK-2) untuk mendaftar dan mengikuti ujian seleksi menjadi guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahun 2021. Seleksi ini terbuka bagi guru honorer yang terdaftar di data pokok pendidikan (Dapodik) serta lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang saat ini tidak mengajar.

Wakil Presiden Republik Indonesia, Ma’ruf Amin menjelaskan, pemerintah menempatkan sumber daya manusia (SDM) unggul sebagai prioritas nasional. “Meskipun tugas pengajaran adalah tugas seluruh anggota masyarakat, tapi guru memiliki peran yang sangat penting untuk menghasilkan SDM unggul. Untuk itu, diperlukan pendidik yang memiliki kompetensi tinggi dan jumlahnya harus memadai,” jelas Wakil Presiden seperti dilansir kemdikbud.go.id, Senin (23/11/2002).

Sesuai Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, aparatur sipil negara (ASN) terdiri dari pegawai negeri sipil (PNS) dan PPPK. Adapun guru PPPK adalah guru bukan PNS yang diangkat berdasarkan perjanjian kerja untuk jangka waktu tertentu dalam rangka melaksanakan tugas mengajar.

Hal serupa disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim. Menurutnya, pembukaan seleksi menjadi guru PPPK adalah wujud negara hadir menyediakan kesempatan yang adil bagi guru-guru honorer yang kompeten agar mereka mendapatkan penghasilan layak.

"Rencana seleksi ini adalah salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan pelayanan peserta didik melalui peningkatan ketersediaan guru ASN,” ungkapnya.

Setidaknya, ada lima terobosan mekanisme seleksi guru PPPK yang telah disiapkan oleh pemerintah pusat.

Pertama, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya dengan formasi terbatas, batasan jumlah guru PPPK kali ini mencapai satu juta guru. “Tahun-tahun sebelumnya, banyak guru honorer harus menunggu dan antre untuk membuktikan diri. Di tahun 2021, semua guru honorer dan lulusan Pendidikan Profesi Guru bisa daftar dan mengikuti seleksi,” jelas Mendikbud.

Meskipun demikian, Mendikbud menegaskan, tidak ada kompromi soal kualitas pendidik. “Hanya yang lulus seleksilah yang akan menjadi PPPK,” tegasnya.

Kedua, jika sebelumnya setiap pendaftar hanya diberikan kesempatan satu kali ujian seleksi per tahun, sekarang setiap pendaftar dapat mengikuti ujian seleksi sampai tiga kali. “Jika gagal pada kesempatan pertama, dapat belajar dan mengulang ujian dua kali lagi di tahun yang sama atau tahun berikutnya,” jelas Mendikbud.

Terobosan ketiga, akan ada materi untuk guru honorer agar dapat mempersiapkan diri sebelum ujian. Standar ujian seleksi ini akan ditentukan dengan sangat matang untuk memastikan kualitas mutu pembelajaran peserta didik terjaga,.

Keempat, mulai tahun 2021, pemerintah pusat memastikan tersedianya anggaran bagi gaji semua peserta yang lulus seleksi guru PPPK. Kelima, biaya penyelenggaraan ujian ditanggung oleh Kemendikbud.

“Saya harap ini bisa menjadi angin segar bagi guru-guru honorer. Terima kasih untuk para guru honorer yang selalu berjasa mencerdaskan bangsa. Semoga dapat mengikuti seleksi ini dengan baik,” pesannya.

Informasi mengenai proses pendaftaran dan seleksi akan diumumkan oleh panitia seleksi nasional pada Januari 2021.

 

Feri/transaktual.