Sabtu, 5 Desember 2020 | 18:19 WIB

Sekda dan Kadis PU Kota Bandung Datang, Pembangunan Kolam Retensi Berjalan Normal Kembali

foto

 

Sekda dan Kadis PU Kota Bandung Datang, Pembangunan Kolam Retensi Berjalan Normal.

BANDUNG, www.transaktual.com

Meski terkendala sejumlah persoalan, terutama terkait hak guna bangun dan pengelolaan lahan, pembangunan kolam retensi di atas tanah seluas 2.806 M2 di lokasi Pasar Gedebage Kecamatan Panyileukan Kota Bandung, mulai digarap PT. Areabangun Putra Sejati.

Menurut Kepala Seksi Pengairan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Bandung, Tatang Jack, sejauh ini tidak ada lagi kendala di lapangan terkait penguasaan dan pengolahan lahan. Karena menurutnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung Ema Sumarna dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Bandung Ir. Didi Ruswandi, MT sudah mendatangi Direktur Utama PT. Ginajar Saputra Drs. H.U Hertianto, SH, MBA.

“Sepengetahuan saya sudah tidak ada kendala, kemarin sudah ada kesepakatan dan sudah ada penyerahan aset ke Pemkot Bandung. Pak Sekda dan Pak Kadis sudah bertemu dengan PT Ginanjar Saputra sebagai pemegang hak pengelolaan pasar Induk Gedebage,” ujarnya saat ditemui di lokasi proyek, Senin (2/11/2020).

Direktur PT Ginanjar Saputra Hertianto membenarkan kalau pihaknya pernah mendapat kunjungan dari Sekda Kota Bandung dan Kadis PU Kota Bandung. Ia menyatakan pada pronsipnya tidak merasa keberatan adanya pembangunan kolam retensi selama untuk kepentingan masyarakat. Hanya saja yang menjadi ganjalan sebelumnya, pihaknya tidak pernah mendapat pemberitahuan dari DPU terkait rencana pembangunan proyek kolam retensi.

“ Pada pertemuan tersebut Pa Sekda menjanjikan untuk mengundang saya ke kantornya. Saya sudah katakan kalau memang menurut bapa (Sekda dan Kadis PU) hal ini benar, silahkan lanjutkan. Pada prinsipnya silahkan saja digunakan selama untuk kemaslahatan ummat,” ungkapnya saat ditemui di kantornya yang kebetulan lokasinya di samping proyek kolam retensi.

Namun diakuinya selaku pemegang Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) maupun pengelola lahan, dirinya tidak menyerahkan ijin tertulis ke pihak Pemkot Bandung, karena pihak pemkot juga tidak memintanya.

Sementara dari pihak PT. Areabangun Putra Sejati selaku pelaksana pembangunan menyatakan, pihaknya hanya pelaksana pembangunan terkait apakah lokasi yang digarapnya tersebut bermasalah atau tidak pihaknya tidak mau tahu.

“Kita mah hanya pelaksana pembangunan, dan tugasnya hanya melaksanakan pembangunan. Jadi tidak tahu menahu adanya persengketaan lahan,” ungkap salah seorang Direksi PT Areabangun Putra Sejati.

Sebelumnya, pembangunan kolam retensi di atas tanah seluas 2.806 M2 tersebut sempat dihentikan oleh PT. Ginanjar Saputra, karena selaku pemilik IMB maupun pengelola lahan tidak pernah mendapat pemeberitahuan dari DPU Kota Bandung.

“ Sebagai pemegang hak kelola tanah saya belum pernah mendapat pemberitahuanmaupun diajak bicara sebelumnya oleh Pemerintah Kota Bandung. Tiba tiba, saja pemborong memasang gedeg seng dan menggaris tanah,” ujarnya ketika ditemui dikantor, Senin (28/9/2020) bulan lalu.

Dikatakan Hertianto, karena pemborong sebagai pemenang lelang juga, ketika akan melaksanakan pembanguannya tanpa permisi terlebih dahulu, maka di komplen PT Ginanjar dan untuk sementara dihentikan.

“Dengan kondisi itu, saya sangat menyayangkan, dan saya menilai Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Bandung, tidak matang dalam perecanaan pembangunan kolam retensi dengan inilai proyek miliaran rupiah,” katanya.

Namun dirinya tidak apriori atau menyalahkah siapapun. Ia melihat koordinasi pihak DPU Kurang baik, dan tidak matang dalam perencanaanya. Seharusnya DPU, sebelum melakukan lelang memberitahukan hal tersebut kepada dirinya sebagai pemegang hak PT. Ginanjar pengelola pasar Gedebage.

Yusbadar/transakt.