Senin, 30 November 2020 | 11:38 WIB

Atasi Banjir di Pasar Gedebage, Pemkot Bandung Bangun Kolam Retensi

foto

 

Atasi Banjir di Pasar Gedebage, Pemkot Bandung Bangun Kolam Retensi.

Bandung – www.transaktual.com

Pemerintah Kota Bandung membangun kolam retensi di kawasan Gedebage. Kolam retensi tersebut diharapkan bisa menjadi solusi dalam penanganan banjir di wilayah tersebut.

Berdasarkan pantauan detikcom, Kamis (5/11/2020), kolam retensi dibangun tepat berada di pinggir Jalan Soekarno Hatta atau bersebelahan dengan Pasar Ikan Gedebage, Kota Bandung.

"Sampai dengan per hari kemarin, progres pembangunan kami sudah 42 persen dari target 35 persen, jadi ada kemajuan 7 persen," kata Manager PT Areabangun Putra Sejati Trisno selaku pihak kontraktor.

"Kalau pekerjaan akhir kontrak ini per tanggal 17 Desember. Kami punya target diselesaikannya paling cepat Tanggal 5 Desember clear, 100 persen," tambah Trisno.

Trisno mengungkapkan, kolam retensi itu bisa menampung 5,8 juta liter air hujan, khususnya air yang biasa menggenangi Pasar Gedebage. Selain itu, durasi genangan air di kawasan tersebut bisa cepat surut dari tiga jam menjadi satu jam.

"Jadi kalau dilihat dari hasil perencanaan bahwa kolam retensi ini akan menampung air 5.800 meter kubik atau 5,8 juta liter. Diharapkan dari banjir yang biasa terjadi bisa diatasi. Artinya lama tergenangnya area akan terjadi lebih pendek, dari yang biasanya menurut warga sekitar bisa surut, diharapkan dengan adanya kolam retensi ini lebih cepat diperkirakan satu jam sudah surut kembali," ungkapnya.

Kehadiran kolam retensi tersebut bisa membantu para pedagang untuk mengatasi banjir di Pasar Gedebage. "Jadi membantu untuk pedagang yang beraktivitas," ujarnya.

Saat ini, alat berat sedang melakukan pengerukan tanah dan melakukan pengecoran bagian luar sebelum nantinya akan dilakukan pengerukan tanah secara keseluruhan.

"Ini yang sedang dilakukan pembuatan konstruksi untuk mengikat ujung-ujung (tanah) sehingga pada saat nanti, Hari Selasa mendatang dapat safety saat dilakukan pengerukan. Jadi saat dikeruk tanah tidak akan jatuh," paparnya.

Ia menambahkan, kegunaan kolam retensi ini hanya untuk mengatasi permasalahan banjir di Pasar Gedebage dan sebagian Jalan Soekarno Hatta. Karena daya tampungnya tidak besar jadi tidak dapat menjangkau kawasan lebih jauh.

"Kalau menurut perencanaan hanya sekitar pasar saja, kalau itu (pemukiman) tidak karena kapasitas tampungnya kecil," tambahnya.

Meski pembangunan kolam retensi dilakukan bukan untuk menuntaskan banjir di seluruh kawasan Gedebage, keberadaan kolam retensi ini dapat menjadi solusi agar genangan banjir tidak lagi berdurasi panjang.

"Tadinya ada limpasan ke jalan, kalau menurut rencana dari yang tergenang 30 centimeter jadi 10 centimeter, jadi tidak tuntas semua, minimal ada solusi yang dilakukan Pemkot Bandung," pungkasnya.

Atasi Banjir, Kolam Retensi Harus Segera Dibangun di Gedebage.

Penyelesaian banjir di sekitar persimpangan Gedebage, Jalan Rumah Sakit, dan Pasar Gedebage bergantung pada kehadiran kolam retensi. Banjir yang terjadi meskipun hujan lokal pada Selasa, 5 Maret 2019, ditimbulkan dari melonjaknya debit air kiriman dari kawasan Gunung Manglayang.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandung, mengatakan, bahwa petugas DPU telah melakukan penanganan saat banjir kemarin. Meski begitu, penanggulangan dan pengoperasian pompa tidak dapat menahan derasnya debit air.

“Penanganan normal semua, pompa kami normal. Ini karena kelebihan debit dari Gunung Manglayang. Mudah-mudahan di tahun ini kami bisa menangani dengan kolam retensi Gedebage,” ujarnya, di Balai Kota Bandung.

Curah hujan tinggi di kawasan utara serta kurangnya daerah resapan membuat debit air yang menerjang daerah hilir bertambah. Ia menjelaskan, aliran air dari Gunung manglayang dilayani oleh Sungai Cinambo lama, dan saluran di Jalan rumah Sakit.

Sejak awal, kolam retensi yang akan dibangun di depan Pasar Gedebage akan difungsikan untuk menahan laju kiriman air dari utara. Akan tetapi, saat ini kebutuhan pembangunan kolam sudah mendesak.

“Mudah-mudahan kalau kolam retensi di Gedebage ini jadi, sekarang sudah masuk ke persiapan lelang, (banjir) ini kita bisa tahan. Keinginan kita bulan April sudah ada pemenang (lelang). Sekarang sudah berproses lelang di Balap. Kita terus berkomunikasi apa saja persyaratannya. PAGU di Rp 15 miliar. Tetapi kan itu ada tawar, ya,” ujarnya.

Luas kolam retensi Gedebage diperkirakan mencapai 3 ribu meter persegi. Kolam itu bisa menampung air hingga 9 ribu meter kubik. Saat musim kemarau, kolam retensi Gedebage dialihfungsikan menjadi lahan parkir dan fungsi publik lainnya.

“Insyaallah sekarang lagi admnistrasi. Kita sudah sampaikan yang akan kita lelangkan. Saya sudah didorong oleh pimpinan supaya cepat. Juni kemungkinan bisa mulai pengerjaan,” tuturnya.

 

Yusbadar/transakt