Minggu, 29 November 2020 | 20:02 WIB

Bandung Punya Hutan Bambu Cantik ala di Kyoto Jepang

foto

 

Bandung Punya Hutan Bambu Cantik ala di Kyoto Jepang.

www.transaktual.com

Bila melihat pemandangan hutan bambu, pasti yang akan terbayang sedang ada di salah satu kota di Jepang yaitu Kota Kyoto. Di sana memang ada hutan bambu Sagano yang terkenal. Tapi, pemandangan hutan bambu ini bukan ada di Negeri Sakura melainkan di kota kembang alias Kota Bandung.

Hutan bambu ini, tumbuh secara alami di Kawasan Bukit Mbah Garut yang ada di Kelurahan Cisurupan, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung.

Agar enak dipandang, dan dijadikan spot foto yang menarik hutan bambu itu ditata dengan rapi oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bandung dan dijadikan sebagai obyek wisata baru di Kawasan Bandung Timur.

Hutan Bambu di Kawasan Bukit Mbah Garut ada di Kelurahan Cisurupan, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung.

"Bisa menjadi obyek wisata baru, malah yang sekarang kelihatannya menarik ada kebun bambu, kita tata dipagar, seperti di Kyoto Jepang," kata Kepala Dinas PU Kota Bandung Ir, Didi Ruswandi, MT di Pemkot Bandung, Rabu (10/6/2020).

Didi mengungkapkan, ribuan pohon ditanam di kawasan Mbah Garut dan Mbah Celeng agar kawasan tersebut rimbun pepohonan.

"Kemudian, penanaman sudah relatif beres, untuk tanaman tinggi kemarin ada sekitar 3 ribu di kawasan Mbah Garut," ungkapnya.

Selain sebagai obyek wisata, penamaan pohon yang dilakukan di lokasi tersebut berfungsi sebagai wilayah resapan air. "Kawasan itu juga multifungsi, sebagai pengendalian banjir, supaya daya resap tinggi tidak mengalir ke bawah," tuturnya.

Tak hanya itu, penanaman pohon di lokasi tersebut juga akan menjadikan cuaca Bandung tetap sejuk. "Untuk iklim mikro Bandung lebih sejuk, kemudian itu juga di bawahnya kawasan tersebut digunakan petani penggarap sebagai lahan pertanian atau disebut agro foresty," ujarnya.

Tak hanya itu, di kawasan Mbah Garut dan Mbah Celeng juga terdapat masing-masing dua kolam renang. "Kita juga buat kolam rendam yang sumber airnya dari mata air. Di Mbah Garut ada dua, Mbah Celeng ada dua," tambahnya.

Kolam renang di lokasi tersebut masih terus dilakukan penyempurnaan, selain itu pihaknya juga sedang membangun view deck untuk melihat keindahan Bandung di atas ketinggian.

Ia berujar, anggaran untuk pembangunan taman tersebut hasil swakelola, dimana pohon yang ditanam di kawasan tersebut berasal dari sumbangan.

"Dana, Relatif, menggunakan alat dan persediaan di gudang. Karena kan kalau alat kita punya dan PHL tenaga kita punya, kalau alokasi khusus tidak ada," pungkasnya.

Karena saat ini masih masa pandemi COVID-19 dan PSBB proposional, obyek wisata ini belum dibuka kembali.

 

Yusbadar/Transaktual.