Senin, 30 November 2020 | 11:55 WIB

Habis Masa Tahanan, Terdakwa Korupsi RTH Kota Bandung Sementara Bebas, Sebelum Vonis

foto

 

Habis Masa Tahanan, Terdakwa Korupsi RTH Kota Bandung Sementara Bebas, Sebelum Vonis.

 www.tramsaktual.com

Terdakwa kasus Pengadaan Ruang terbuka Hijau (RTH) Kota Bandung Herry Nurhayat,Minggu pagi pukul 10.00 (31/10/2020) dilepas dan dikeluarkan dari Lembaga Pemasya –rakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat.

Dikeluarkannya Herry dilakukan atas perintah Majelis Hakim Pengadilan (PN) Bandung  akibat ditundanya sidang vonis terhadap dirinya yang seharusnya sudah  dilaksanakan Senin 26 Oktober 2020 lalu.

Sedianya, Herry Nurhayat menjalani sidang vonis bersama-sama dua terdakwa lainnya, Kadar Slamet dan Tomtom Dabbul Qomar. Namun saat itu majelis hakim yang diketuai T Benny Eko Supriyadi, hanya melaksanakan sidang vonis untuk terdakwa Kadar Slamet dan Tomtom. 

Sedangkan untuk terdakwa Herry Nurhayat, majelis menundanya hingga Rabu tanggal 4 November 2020. Penasehat hukum Herry, Airlangga Gautama, membenarkan kabar tersebut. Dikatakan, lepasnya Herry sesuai dengan ketentuan pasal 26 ayat (4) jo pasal 29 ayat (6) KUHAP.

"Setelah waktu sembilan puluh hari walaupun perkara tersebut belum diputus, terdakwa harus sudah dikeluarkan dari tahanan demi hukum," ujarnya. Menurut Airlangga, dikeluarkannya Herry Nurhayat dari tahanan Lapas Sukamiskin juga sesuai ketentuan pasal 6 ayat (3) Permenkumham No. M.HH-24.PK.01.01.01 tahun 2011 tentang pengeluaran tahanan demi hukum.

Dijelaskan, masa penahanan 150 hari kliennya jatuh pada tanggal 31 Oktober 2020 kemarin. "Sebab melewati itu, majelis hakim tak memiliki wewenang untuk melakukan penahanan dan harus memerintahkan untuk mengeluarkan terdakwa dari tahanan," ujar Airlangga, saat dihubungi wartawan.

Diungkapkan, total masa penahanan kliennya 150 hari, yakni 90 hari (vide pasal 26) ditambah 60 hari (vide pasal 29). Karena telah melewati itu, tentu tidak dapat lagi diperpanjang.

"Sesuai ketentuan pasal 26 ayat (4) jo pasal 29 ayat (6) KUHAP, setelah masa penahanan habis, maka terdakwa harus dikeluarkan demi hukum," ungkap Airlangga.

"Yang jelas, klien saya akan mengikuti proses persidangan hingga akhir," tambahnya. Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan resmi dari Komisi Pemberantasan Korupsi dan PN Tipikor Bandung. Koordinator jaksa KPK Haerudin, belum menjawab konfirmasi yang dikirimkan wartawan melalui aplikasi pesan WhatsApp.

 

WJT / Wan/transakt