Sabtu, 5 Desember 2020 | 19:38 WIB

Dengan Penuh Haru, Kasmarni Ungkapkan Isi Hati Saat Kampanye di depan Tetua Melayu di Duri

foto

 

Dengan Penuh Haru, Kasmarni Ungkapkan Isi Hati Saat Kampanye di depan Tetua Melayu di Duri.

Duri - www.transaktual.com

"Aku Tak Mencari Kayo Do, Yang Aku Pikir Marwah Melayu" Walau Berat Perjuangan, Aku Ikhlas"

Kampanye tatap muka calon bupati Bengkalis no urut 3, Kasmarni , S. Sos MMP di Jalan Kutilang Kelurahan Air Jamban, Senin (26/10/2020) penuh air mata. Tidak seperti kampanye sebelumnya yang menyampaikan visi misi, kampanye kali ini lebih berbicara dari hati ke hati.  Tetua suku dan para tokoh Melayu secara terbuka menyampaikan isi hati bagi Kasmarni perempuan Melayu yang maju mengangkat Marwah negeri.

"Menurut Hukum Adat, hukum keluarga, hukum sesuku, hukum sekaum, hukum sekampung, wajib  mendukung Kasmarni. Siapo lagi kalau bukan anak kemanakan kito. Orang lain sajo beramai ramai mendukung, kenapa kita tidak. Mari kita ajak anak kemenakan, cucu cicit, tetangga dan kerabat untuk memilih Kasmarni anak kemenakan kito ni," ujar Datuk Fachruddin Syarif Ketua Lembaga Adat Mandau (LAM) kawasan Mandau.

Fachruddin yang hafal silsilah Melayu ini menyampaikan historis majunya Kasmarni menjadi calon bupati. Bersama para tetua suku mereka datang meminta kesediaan Kasmarni dengan harapan marwah melayu tak hilang di bumi melayu ini.

"Kasmarni satu-satunya perempuan melayu yang berani tampil menjadi calon bupati. Dia dari puak kita, mari kita dukung dan menangkan anak kemenakan kita ini," ajak Fachruddin yang pagi itu membawa serta 8 kepala suku yang tergabung dalam LAM kawasan Mandau.

Mendapat petatah petitih dan dukungan dari tetua suku yang duduk bersila bersama, Kasmarni tak kuasa menahan tangisannya. Penyampaian visi misinya berubah derai air mata.  Pertahanannya runtuh. Air mata yang coba di tahan akhirnya mengalir juga.

Terisak-isak, Kasmarni bercerita awal pencalonannya. Dengan kata-kata terputus dia menjelaskan keputusannya maju karena permintaan tetua suku yang  datang kepadanya demi mengangkat marwah melayu di negeri ini.

"Uwak (tetua suku red) datang ke aku. Dia cakap, jangan sampai oghang memandang ondah awak. Itu yang diposankan. Sebetulnyo aku tak sanggup, cuman aku mengingat kalau tak awak siapo tidak lagi. Itulah yang dipesankan samo aku,"ujar Kasmarni terbata-bata.

Disampaikan Kasmarni, banyak dukungan yang sudah didapatnya, tapi dukungan dari Puak Melayu akan menjadi dorongan besar baginya melangkah maju.

"Oghang lain pun mau mendukung awak. Mudah mudahan dengan kekompakan kito bisa samo samo. Bak kato awak tak kan hilang melayu dibumi ni, iko lah yg aku pertahankan, walaupun berat perjuangan tapi aku ikhlas. Mudah mudahan dengan dorongan tokoh masyarakat yang ado ni mari besamo samo," ungkapnya.

Kasmarni juga menyampaikan tak mencari harta kekayaan dalam pencalonannya ini karena yang terpikir olehnya hanya keinginan menjadikan negeri ini lebih bermarwah, maju dan sejahtera.

"Aku tak nak mencai kayo doh, InsyaAllah duit aku ado, kalau untuk hidup itu ini cukup,. Tapi aku memikirkan marwah yg kito cakapkan, "jangan sampai miko macam aku" itu yg beliau cakapkan. Jadi aku kinin berusaha, berusaha dengan sekuat tenaga, dan berdoa. Aku ikhlas, apopun keputusannyo Allah yang menentukan. Kalau takdir, nasib itu tak bisa awak menentukan doh. Yang penting aku bejalan berupaya sekuat tenaga aku, mudah mudahan berkat dorongan dari masyarakat insyaAllah kami melayu ko masih dipimpin samo oghang melayu," ujarnya dengan dialek melayu yang kental.

Sementara itu Fachruddin Syarif dan tetua suku LAM mengaku sangat tersentuh dengan penuturan Kasmarni yang berurai air mata itu.

'Sebuah  curahan hati seorang putri mandau yang selama ini ditahan-tahankannya. Kita akui kita jauh tertinggal suku-suku melayu lain. Jadi ketika dia punya semangat dan tokoh-tokoh tua mendukung, dia menjadi tersentuh. Mudah-mudahan  dengan dukungan tokoh, beban berat yang dia tanggung bisa berkurang. Mudah-mudahan apa yang menjadi niat dan hajatannya diijabah Allah. Menjadi pemimpin di tanah melayu ini," ujar Fahruddin lagi.

Penyemangat Baru.

Sementara itu Darmizal selaku juru kampanye KBS mengaku tak bisa berkata-kata di depan tetua suku Melayu itu. Pihaknya mengaku sangat  bersyukur mendapat roh baru dalam perjuangan memenangkan pasangan Kasmarni-Bagus.

"Ini penyambutan luar biasa dari suku Melayu. Kami dari relawan merasa mendapat kekuatan besar dari tokoh melayu ini. Ibarat mesin,  ada turbo yang masuk. Tenaganya makin kuat. Mudah-mudahan keinginan Datin kita ini bisa terujud," ujar Darmizal yang tak berkampanye seperti di lokasi kampanye lain.

Darmizal pun  berpetatah petitih yang mengisyaratkan  bahwa orang melayu yang lebih tepat memimpin negerinya, sementara yang lain biarlah mengambil peran di sisi lain.

"Ibu Kasmarni yang paling pas memimpin negeri ini. Beliau asli putri melayu yang tahu bagaimana nanti naik ke rumah adat melayu. Kami-kami ini biarlah anggota dewan saja,"ujar mantan anggota DPRD Bengkalis ini.

Hadir dalam kampanye itu Ketua Suku Bathin Betuah Zainal Abidin,  Ketua Suku Olak Fachruddin, Ketua Suku Hamba Raja Syahbuddin Atan, Ketua Suku Panda H Midun, Ketua Suku Gunggang Khaidar dan tetua suku lain. Juga hadir tokoh masyarakat Jaafar Arif, Saparian dan lainnya.

Jack/transaktual.