Senin, 30 November 2020 | 12:13 WIB

Mendikbud Nabiel Makarim Luncurkan Paket "Merdeka Belajar ; Kampus Merdeka"

foto

 

Mendikbud Nabiel Makarim Luncurkan Paket "Merdeka Belajar ; Kampus Merdeka".

www.transaktual.com

Banyumas-Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim meluncurkan paket kebijakan pendidikan "Merdeka Belajar : Kampus Merdeka". Kata kunci dalam pelaksanaan Kampus Merdeka tersebut yakni inovasi dan kreativitas. Dalam rangka menindaklanjuti Permendikbud khususnya yang terkait Kampus Merdeka dan Merdeka Belajar, untuk itu Dosen Teknik Informatika Fakultas Teknik Unsoed Dr.Nurul Hidayat (Dr.ENHA) sebagai IT Manager di MOOC APTIKOM turut mensukseskan Peluncuran Open Education MOOC APTIKOM yang di resmikan oleh Dirjen DIKTI Kemendikbud RI Prof. Nizam pada pukul 09.00 - 12.00 hari Senin 12102020, ungkap Tim Promosi Unsoed Ir.Alief Einstein,M.Hum. saat pemaparan Dr.ENHA.

Dr. ENHA memaparkan bahwa merdeka belajar dan kampus merdeka sudah mulai tidak asing di telinga kita. Kebijakan Mas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini telah diluncurkan pada awal tahun 2020 dan sudah sangat gencar di sosialisasikan. Kebijakan merdeka belajar dituangkan dalam Permendikbud No 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi. Salah satu pointnya adalah pemberian hak mahasiswa untuk belajar di luar kampusnya selama maksimal 2 semester atau 40 SKS. Kegiatan di luar kampus yang dimaksud terdiri dari beberapa pilihan salah satunya adalah dengan mengambil pembelajaran dari perguruan tinggi lain atau dari konsorsium, kata Dr.ENHA.

Dr.ENHA menjelaskan bahwa pembelajaran di perguruan tinggi lain, dapat diwadahi dalam kegiatan pertukaran mahasiswa. Pemerintah saat ini meluncurkan program Pertukaran Mahasiswa Tanah Air Nusantara-Sistem Alih Kredit dengan Teknologi Informasi (PERMATA-SAKTI). Program ini dapat dimanfaatkan oleh perguruan tinggi untuk berbagi matakuliahnya yang dapat diikuti oleh mahasiswa dari perguruan tinggi peserta, dan memberikan kesempatan mahasiswanya untuk mengikuti perkuliahan yang dishare oleh perguruan tinggi mitra program tersebut. Nilai yang diperoleh dari perguruan tinggi mitra akan diakui sebagai penyelesaian mata kuliah yang relevan di program studinya.

Dr.ENHA mengatakan, program ini tentu sangat membantu perguruan tinggi dalam memberikan kesempatan mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman dan ilmu dari dosen unggulan dari perguruan tinggi lain yang diidam-idamkan dan tentu saja memiliki kompetensi yang unggul di bidangnya. Hal ini akan memperkuat karakter dan wawasan mahasiswa pada bidang yang digeluti.
Perguruan tinggi mitra tentu saja harus memiliki kemampuan untuk melaksanakan pembelajaran dalam jaringan (daring) yang berkualitas dengan menonjolkan matakuliah unggulan dari perguruan tingginya. Hal ini yang membuat tidak semua perguruan tinggi dapat mengikuti program ini, selain batasan anggaran yang ada di pemerintah, kata Dr.ENHA.

A. Pembuatan MOOC APTIKOM
Dr.ENHA memaparkan, selain program pemerintah tersebut, Asosiasi Pendidikan Tinggi Informatika dan Komputer (APTIKOM) menginisiasi pembuatan MOOC APTIKOM untuk membantu perguruan tinggi dalam mengimplementasikan pelaksanaan pembelajaran di luar kampus. MOOC ini dapat diakses di mooc.aptikom.or.id. Ada 4 skema yang ditawarkan yaitu Open Courseware, Open Content, Open Education, dan Certified Open Courseware.

1. Open Courseware dan Open Content
Menurut Dr.ENHA, open courseware dan open content merupakan platform sedekah materi dari mereka yang memiliki kemampuan unggul pada materi tertentu untuk bisa dibagi kepada dosen ataupun mahasiswa. Perbedaan open courseware dan open content adalah pada isi materinya. Materi yang terkait materi perkuliahan dimasukkan dalam kategori open courseware, sedangkan materi lain di luar materi kuliah akan masuk open content. Bagi kontributor, platform ini dapat menjadi ajang untuk memberikan sumbangsihnya kepada negeri ini selain juga menjadi ajang untuk menunjukkan kemampuan dari dosen atau perguruan tingginya. Materi yang dapat diakses "GRATIS" oleh siapa saja ini, akan menjadi ajang untuk menunjukkan kualitas dari perguruan tinggi sehingga secara tidak langsung bisa juga menjadi alat marketing bagi perguruan tinggi. Pada kategori open courseware ataupun open content tidak ada ikatan antara pemateri dengan peserta. APTIKOM juga tidak menyiapkan evaluasi ataupun sertifikat dan nilai.

2. Open Education
Dr.ENHA mengatakan bahwa Open Education merupakan platform yang sedikit berbeda. Layanan ini berisi materi pembelajaran bidang informatika dan komputer secara lengkap. Materi pembelajaran ini dapat menjadi alternatif pemenuhan hak belajar mahasiswa di luar kampus sebagaimana tertuang dalam Permendikbud No 3 Tahun 2020. Pembelajaran dilaksanakan dengan memperhatikan Standar Nasional Pendidikan Tinggi, terdiri dari 16 sesi, termasuk UTS dan UAS. Pembelajaran disiapkan dan disampaikan oleh pemateri yang mumpuni pada bidangnya dengan didampingi tim RPS dan dosen pendamping dari perguruan tinggi asal. Pembelajaran memadukan pendekatan syncronous dan asyncronous. Pembelajaran juga dikawal dan dievaluasi oleh komisi penjaminan mutu.
Selanjutnya Dr.ENHA menjelaskan bahwa peserta pembelajaran pada open education adalah mahasiswa dari perguruan tinggi yang telah bekerja sama dengan APTIKOM ataupun dari masyarakat umum yang ingin belajar bidang informatika. Setelah menyelesaikan proses pembelajaran, peserta akan mendapatkan sertifikat yang di dalamnya ada nilai dan deskripsi capaian pembelajaran materi tersebut. Bagi mahasiswa dari perguruan tinggi yang telah bekerjasama dengan APTIKOM, sertifikat ini dapat digunakan mahasiswa sebagai pemenuhan sebagian mata kuliah di perguruan tingginya.

3. Certified Open Courseware
Sementara itu Certified Open Courseware menurut Dr.ENHA merupakan layanan pembelajaran yang disesuaikan dengan peta kompetensi. Setelah menyelesaikan proses pembelajaran peserta akan mendapatkan sertifikat yang dapat digunakan sebagai salah satu pendukung dalam pelaksanaan uji kompetensi. Uji kompetensi akan dilakukan oleh LSP Informatika ataupun lembaga sertifikasi yang lain. Sertifikat kompetensi dapat digunakan sebagai salah satu bahan bukti surat keterangan pendamping ijazah (SKPI) yang juga wajib diberikan oleh perguruan tinggi kepada mahasiswa sebagaimana diatur dalam Permenristekdikti No 59 Tahun 2018.

B. Peluncuran Open Education
Dr.ENHA mengatakan bahwa hari Senin 12 Oktober 2020, APTIKOM meluncurkan layanan Open Education. Peluncuran dilakukan oleh Prof. Prof. Ir. Nizam, M.Sc., Ph.D., IPM., ASEAN Eng. selaku Direktur Jenderal Pendidkan Tinggi Kemendikbud Republik Indonesia. Dalam kegiatan peluncuran juga disampaikan sambutan oleh Ketua Umum APTIKOM (Prof. Ir. Zainal Arifin Hasibuan, MLS., Ph.D) dan paparan oleh Pembina APTIKOM (Prof. Dr. Ir. Richardus Eko Indrajit, M.Sc., MBA., Mphil., MA). Kegiatan peluncuran, disaksikan secara live di youtube dengan link http://bit.ly/MOOCAPTIKOM pada pukul 09.00 -11.00 WIB. Dr.ENHA menambahkan bahwa sekitar 500 peserta ikuti Peluncuran Open Education MOOC APTIKOM. Peserta peluncuran tersebut terdiri dari sebagian besar pimpinan dan dosen yang berasal dari Perguruan Tinggi (PT) Informatika dan Ilmu Komputer, juga dari PT yang mempunyai Jurusan Teknik Informatika, serta sebagian lagi dari jurusan-jurusan lain di masing-masing PT di Indonesia.

Dr.ENHA berharap, semoga MOOC APTIKOM menjadi salah satu wujud nyata sumbangsih APTIKOM dan para kontributor untuk ikut memajukan pendidikan tinggi di Indonesia. Layanan ini juga diharapkan memiliki dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat di masa yang akan datang.

Dr.ENHA bahwa Dr. Kusrini, M.Kom. selaku Direktur Pascasarjana Universitas AMIKOM Yogyakarta dan Koordinator Bidang PJJ dan MOOC APTIKOM mengatakan bahwa di MOOC Aptikom banyak materi yang bebas digunakan oleh semua yang membutuhkan di Indonesia. Di MOOC APTIKOM akan bisa dilakukan pembelajaran yang dilakukan oleh Dosen Perguruan Tinggi sekelas UI, UGM, dan sebagainya. Mahasiswa walaupun peserta yang ada di Papua atau Aceh bisa mengikuti kuliah langsung dari sumber yang terpercaya.

Salah satu tim MOOC APTIKOM Dr. Nurul Hidayat sebagai IT Manager mengatakan Hari Senin 12102020 adalah hari bersejarah bagi Kemajuan E-Learning di Indonesia dengan diluncurkannya Open Education MOOC APTIKOM Indonesia, semoga bermanfaat, kata Dr.ENHA.

Diki/transakt.