Minggu, 25 Oktober 2020 | 11:21 WIB

Dimulai, Pembangunan Gedung Kejati Jabar Dengan Biaya 126 Miliar Dalam 2 Tahun Anggaran

foto

 

Dimulai, Pembangunan Gedung Kejati Jabar Telan Biaya 126 Miliar Dalam 2 Tahun Anggaran.

Bandung – www.transaktual.com

Kegiatan Pembangunan Gedung Kantor Pemerintah Forkompimda Jawa Barat dalam hal ini Kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Barat akan menelan biaya tak kurang dari Rp 126 miliar, dalam 2 (dua) tahun anggaran dan jangka waktu kurang lebih selama 2 (dua) tahun. Kegiatan Pembangunan yang diamanatkan kepada Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) Provinsi Jawa Barat.

Demikian disampaikan Kepala Disperkim Provinsi Jawa Barat, Boy Iman Nugraha dihadapan Forkompimda Jabar dan Forkompimda Bandung pada acara Ground Breaking Pembangunan Gedung Kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Barat dan Peresmian Penggunaan Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor Secara Virtual di Jalan RE. Martadinata No. 54 Kota Bandung (9/10/2020). Menurut Kadis Perkim Provinsi Jawa Barat, "Pembangunan Kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Barat telah dimulai tahap perencanaan pada tahun anggaran 2019, yang dilaksanakan oleh Disperkim Provinsi Jawa Barat, bekerjasama dengan Penta Rekayasa selaku Konsultan Perencanaan. Dari mulai perencanaan sampai disain untuk Garis Atap, Lobby dan Bangunan utama itu adalah saran utama dari Ridwan Kamil selaku Gubernur Jawa Barat. Beliau sudah menerapkan garis dalam bangunan gedung Kejaksaan Tinggi Jawa Barat ini selain dari arsitektur nanti di interior disain," ujar Boy Iman Nugraha.

Masih menurutnya, bangunan gedung Kejati Jabar dengan total luas lantai seluas 11.950,36 m2 yang meliputi 1 lapis basement dengan luas kurang lebih 2.216 m2, dan 8 lantai dengan luas kurang lebih 9.700 m2. Fasilitas yang terdapat dalam gedung ini yaitu, lantai basement dipergunakan sebagai tempat parkir, lantai 1 sebagai tempat parkir, fungsi umum, perpustakaan dan sekretariat. Lantai 2 dengan ruang fungsi umum, sekretariat, ruang Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat dan Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat serta masjid. Lantai 3 sampai lantai 7 sebagai ruang kerja setiap divisi dan lantai 8 sebagai ruang auditorium.

"Kegiatan Pembangunan fisik mulai dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2020 melalui dana APBD Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang dilaksanakan oleh Disperkim Provinsi Jawa Barat dengan nilai pagu semula Rp 126 miliar namun seperti yang kita ketahui bersama bahwa kita semua sedang mengalami masa pandemi sehingga anggaran tersebut sehingga anggaran tersebut pada masa pelelangan pekerjaan mengalami refocusing anggaran sehingga menjadi kurang lebih Rp 34 miliar, itu untuk fisik saja. Jadi anggaran di tahun 2020  untuk seluruh nya Rp 40 miliar dengan segala macamnya tapi untuk fisiknya 34 miliar dan kami harus membatalkan lelang yang sudah berjalan di pagu Rp 126 miliar sehingga kami baru menandatangani kontrak pada tanggal 26 Agustus 2020. Adapun ruang lingkup kegiatan pembangunan tahap sekarang (2020) hanya membangun fondasi dasar, basement dan struktur sampai lantai 3”.

Lanjutnya, "Pelaksanaan pembangunan ini dilaksanakan oleh kontraktor PT. Pangkho  Megah dengan nilai Kontrak sebesar Rp 27.246.469.953.000,- dan PT Bennatin Surya Cipta selaku Konsultan Manajemen Proyek, papar  Boy Iman.

"Pelaksanaan pembangunan dilakukan selama 120 hari kalender terhitung sejak tanggal 28 Agustus 2020 sampai 23 Desember 2020. Untuk tahap lanjutan pembangunan Gedung ini diusulkan kembali untuk dianggarkan di tahun 2021yang berjumlah kurang lebih 97 miliar dan itu akan terbagi menjadi 2 kontrak. Untuk 9 miliar akan dilaksanakan Penunjukan Langsung untuk melanjutkan pembangunan struktur sampai lantai 8. Lalu yang 87 miliar akan dilelangkan pada Pebruari untuk pekerjaan arsitektur dan finishing keseluruhan. Yg 9 miliar dalam bentuk Penunjukan Langsung karena satu kesatuan struktur. Jadi kami sedang konsultasi juga didampingi oleh Asdatun dan Asintel untuk melaksanakan pembangunan ini. Kegiatan Pembangunan tahap ini dapat juga menjadi laboratorium lapangan bagi para mahasiswa yang sedang melaksanakan praktek kerja dan sudah menerima 28 mahasiswa baru untuk sisi struktur belum untuk arsitektur nya," pungkas Kadis Perkim.

Forkompimda Jabar Lakukan Ground Breaking Kantor Kejati Jabar Dan Resmikan Kantor Kejari Bogor.

Mewakili Jaksa Agung RI, Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Ade E Adhyaksa bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Jawa Barat melakukan Ground Breaking Pembangunan Kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Barat. Selain itu Kajati Jabar juga meresmikan Penggunaan Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor yang dilakukan secara virtual (9/10/2020).

Pada acara tersebut Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat beserta seluruh jajaran Kejaksaan mengucapkan “terima kasih yang sebanyak-banyaknya  kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat berkat dukungannya supportnya semua masyarakat, kami akan mendapat atau menempati kantor yang sangat megah," ujar Kajati Jabar.

Dari lokasi Ground Breaking Pembangunan Kantor Kejati Jabar di jalan Martadinata No. 54 Kota Bandung, Kajati Jabar meresmikan Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor. Pada kesempatan ini, Kajati Jabar mengatakan, "mengucapkan terima kasih kepada Bupati Bogor, Ketua DPRD Kabupaten Bogor dan seluruh masyarakat Kabupaten Bogor, Kejari Kabupaten Bogor dapat menikmati kantor baru. Mudah-mudahan dan saya perintahkan juga kepada Kajari Kabupaten Bogor untuk dapat memanfaatkan apa yang telah diberikan Pemerintah dan rakyat Kabupaten Bogor dengan sebaik-baiknya, dan saya minta untuk memberikan pelayanan publik khususnya penegakan hukum di Kabupaten Bogor  sebaik-baiknya. Saya titip sekali lagi, jangan ciderai, jangan lukai rasa keadilan dari masyarakat kita semua. Saya juga ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang mendukung sehingga selesai pelaksanaan Pembangunan Kantor Kejaksaan Kabupaten Bogor. Sekaligus secara virtual saya resmikan penggunaan Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor," kata Ade E. Adhyaksa.

Di tempat yang sama Gubernur Jawa Barat, M. Ridwan Kamil dalam sambutannya mengatakan, "Mari segera kita laksanakan sebuah niat yang mulia ini karena memang gedung lama Kejaksaan Tinggi sangat tidak memadai dan hari ini saya lihat pertama kali, sudah hilang bangunannya. Tapi jangan lupa dalam hitungan tahun depan, gambar tadi yang sangat luar biasa itu akan kita hadirkan ke Keluarga Adhyaksa Jawa Barat. Insya Alloh kalau  sesuai dengan apa yang digambarkan, itu Kantor terkeren terhebat di Indonesia, amin. Ridwan Kamil berharap kepada Kadis Perkim Provinsi Jawa Barat, Boy Iman Nugraha menyampaikan, "prosedur-prosedur di tahap II jangan pakai lama, kalau bisa jangan Pebruari (2021), kalau bisa lebih cepat lebih baik. Lelangnya secepatnya, baru nanti SPK nya diturunkan sesudah APBD disetujui Mendagri. Jangan baru dilelang Februari, nanti hilang bulan - bulannya. Dan titip kepada kontraktor sesuai schedule, sesuai spek, tong (jangan) macem-macem, kalau macam-macam dilaporkan ke Kejaksaan," pungkas Gubernur sambil bercanda.

Kepada Bupati Bogor, Gubernur Provinsi Jawa Barat juga mengucapkan terima kasih kepada Bupati Bogor, Ibu Ade Yasin yang sudah mendukung dari sisi pendanaan anggaran untuk hadirnya pelayanan yang maksimal di Kabupaten Bogor sebagai kabupaten paling banyak penduduknya di Jawa Barat sekitar 6 juta jiwa.

Acara Ground Breaking Pembangunan Kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Barat dihadiri oleh jajaran Kejati Jabar, Kajari Kota Bandung, Forkompimda Jabar, Wali Kota Bandung Oded M. Danial berikut Forkompimda Bandung.

 

(Y CHS/transakt).